Jeruk merupakan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis. Salah satu jenis jeruk yang diminati adalah jeruk RGL atau lebih dikenal dengan nama jeruk Gerga Lebong. Jeruk ini banyak ditanam di Provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Permasalahan yang sering dihadapi dalam usahatani jeruk ini adalah gugur buah yang diakibatkan serangan hama lalat buah dan penggerek buah. Salah satu penyebab gugur buah adalah akibat serangan hama penggerek buah. Untuk mengendalikan serangan hama tersebut, terlebih dahulu harus mengenai gejala serangannya. Pada buah yang terserang hama penggerek, terlihat adanya lubang gerekan pada kulit buah dan juga mengeluarkan getah seperti blendok. Buah yang terserang mulai dari buah muda hingga buah menjelang panen, fase kritis serangan yaitu pada saat buah berumur 2-5 bulan. Buah yang terserang akan membusuk dan kemudian gugur sebelum matang Pengendalian pada hama penggerek buah dapat dengan menggunakan senyawa penolak ekstrak minyak serai, formulasi tersebut diteteskan pada kapas yang terletak pada gelas air mineral dengan lubangi di samping kiri dan kanannya. Pengendalian pada hama lalat buah dapat menggunakan perangkap senyawa metil eugenol yang sangat disukai oleh lalat jantan terutama jenis Bactrocera carambola dan B. papaye. Penggunaan perangkap likat kuning dapat digunakan untuk menangkap lalat betina. Cara pengendalian lainnya dengan melakukan sanitasi kebun dengan memetik buah yang teserang dan memungut buah yang gugur kemudian dibenamkan di dalam tanah, untuk memutus siklus hidup hama. Pengendalian dengan cara kultur teknis yaitu dengan membalik tanah di bawah tajuk agar pupa yang terdapat di dalam tanah terangkat ke atas sehingga pupa mati terkena sinar matahari. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan interval 1 minggu sekali pada masa kritis umur buah 2-5 bulan untuk hama penggerek buah. Pengendalian yang dilakukan secara intensif mampu menekan kerusakan yang disebabkan oleh hama penggerek buah ini sehingga buah bisa dipanen hingga buah masak. Sri Suryani M. Rambe, BPTP Balitbangtan Bengkulu Sumber: Balitjestro, BPTP Balitbangtan Bengkulu