Loading...

BUDIDAYA GEMBILI (Dioscorea esculenta)

BUDIDAYA GEMBILI (Dioscorea esculenta)
Gembili (Dioscorea esculenta) merupakan salah satu spesies tanaman yang mempunyai umbi dan secara botani termasuk dalam genus Dioscorea atau uwi-uwian. Genus ini memiliki ± 600 spesies, delapan diantaranya dapat menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Satu diantara kedelapan spesies tersebut adalah gembili. Tanaman gembili dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daratan Indo-Cina. Di negara tropis basah, gembili bersama dengan ubi kayu menjadi makanan berkarbohidrat dari berjuta penduduk (Sastrahidayat dan Soemamo, 1991). Persyaratan tumbuh; Tanaman gembili dapat tumbuh pada ketinggian tempat : 250-1.100 m dpl, dengan curah hujan sebesar : 875-1.750 mm/tahun mm/th. Bibit; Bibit diperbanyak dengan menggunakan umbi yang minimal bertunas dua atau dengan stek batang. Umumnya penanaman dilakukan pada bulan Oktober-Februari. Pengolahan Tanah ; Tanah diolah, lalu dibuat bedengan atau gulungan. Pada bedengan, jarak tanam ialah sebesar 90x130 cm. Sedangkan pada gulungan, jarak tanam yang baik ialah 90x90 cm. Penanaman ; Umbi yang bertunas ditanam dalam sedalam 5 cm, kemudian ditutup tanah. Pemulsaan dengan jerami atau rumput akan membantu keberhasilan penanaman. Pemupukan ; Pemberian pupuk K20 sebanyak 187 kg/ha dan P2O5 sebanyak 125 kg/ha diberikan pada saat menanam. Tiga bulan berikutnya diberikan pupuk Amonium Sulfat sebanyak 50 kg/ha. Pemeliharaan ; Penanaman harus diairi secara teratur, minimal seminggu sekali. Pengendalian gulma dengan pemulsaan menggunakan jarami atau rumput kering. Pengendalian nematoda yang sering menyerang akar dapat ditanggulangi dengan menggunakan nematisida. Hama dan Penyakit ; 1) Hama ; a) Ulat : Hama ini merupakan larva dari ngengat (kupu-kupu). Ngengat dapat menghasilkan telur 2.000 butir. Biasanya telurnya dibawah daun secara berkelompok. Ulat menyerang daun dengan memakan epidermis dan jaringan, hingga daun tanaman habis, setelah itu pindah kedaun lain ; b) Kutu daun : Hama ini sering berkelompok dipermukaan daun bagian bawah atau atau dipucuk tanaman. Kutu menginfeksi daun, lalu menghisap cairannya sehingga daun berkerut atau keriting dan akhirnya layu dan dapat menimbulkan kematian pada tanaman ; c) Ulat Lompat : Gejala serangan ulat ini tampak dengan adanya lubang lubang bekas gigitan, lama kelamaan lubang ini akan semakin luas hingga akan tersisa tulang daun saja ; d) Uret : Hama ini mrupakan larva dari kumbang yang telurnya diletakan didalam tanah, dan telurnya yang disebut uret dan akan merusak umbi. Gejalanya tampak pada umbi yang berlubang-lubang tidak beraturan, kemudian membusuk ; 2) macam-macam Penyakit antara lain :a) Busuk Daun : Penyebabnya adalah jamur atau cendawan Phitophora infestans. Cendawan ini menyerang daun pada fase pertumbuhan. Serangannya dapat terjadi pada batang tanaman, tangkai daun dan umbi. Penyebarannya dapat terjadi melalui angin, air. Gejalanya bercak-bercak berwarna hijau agak basah; b) Busuk Umbi : Penyebabnya adalah jamur Colletotricum coccodes. Jamur ini berkembang biak apabila kelembapan udara tinggi. Gejalanya tampak pada daun yang menguning, menggulung dan layu. Pada bagian batang berwarna coklat tua dan sampai hitam, pada akar umbi muda menyebabkan membusuk, dan pada umb yang tua menyebabkan bercak berwarna kelabu; c) Penyakit Fisiologis : Penyakit ini terjadi karena kekurangan zat makanan atau akibat factor lingkungan yang tidak sesuai. Keadaan suhu yang tidak sesuai menyebabkan terhambatnya pertumbuhan akibatnya tanaman kerdil. Keadaan sinar matahariyang terlalu panas atau terik dapat menyebabkan daun menguning atau layu, mengering dan akhirnya gugur. Sebaliknya apabila kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman akan tumbuh tidak normal kurus, kerdil, lemah, dan pucat. Pencemar an lingkungan seperti asap-asap dapat menimbulkan penyakit pada tanaman. Kekurangan Nitrogen, Fosfor, Kalium, akibatnya pertumbuhan terhambat dan secara fisiologi pun tidak sempurna Panen dan Pasca Panen; Umur panen Gembili ialah antara 6-9 bulan yang ditandai oleh menguningnya daun. Pemanenan Gembili tidak dapat ditunda-tunda, karena umbi mudah mengeras. Setelah panen, Gembili dapat disimpan ditempat kering, bebas hama, dan memiliki ventilasi yang baik.. Sumber : 1. Badan Litbang Pertanian. 2. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 2005. Teknologi Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. 36 hal. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id