Jagung manis merupakan tanaman jagung yang sering dikonsumsi sebagai sayur atau jagung bakar. Hal ini yang membuat nilai jual jagung manis di pasaran tinggi. Jagung manis sangat menguntungkan bukan? Ketua Poktan sumber rezeki Bapak samsuri mengatakan Budidaya jagung manis perlu perawatan khusus, sebab jagung jenis ini lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Tetapi jika budidaya jagung manis dilakukan dengan baik dan perawatan yang intensif maka akan menghasilkan panen yang optimal. Beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum budidaya jagung manis adalah menyiapkan lahan dengan cara dicangkul. Selanjunya buatlah bedengan dengan lebar 1 m dan tinggi 20–30 cm dengan jarak antar bedengan 30 cm. Dalam satu bedengan lahan terdapat dua larikan tanam. Berikan pupuk dasar dari kotoran ayam dan kotoran sapi/kambing dengan komposisi 1:1 sebarkan merata pada seluruh lahan tanam. Kebutuhan pupuk dasar ini sekitar 5 ton/hektar. Budidaya jagung manis dilakukan dengan cara ditugal. Pertama-tama buatlah lubang tanam sedalam 2–3 cm pada lahan tanam. Beri jarak antar lubang tanam 60–75 cm. Masukan 2 butir benih jagung manis kedalamnya, lalu tutup dengan tanah. Siram agar kelembapan tanah terjaga dan bibit bisa cepat tumbuh. Untuk kebutuhan benih tiap hektarnya adalah 8 kg. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara berkala dan saat tanaman terserang hama dan penyakit dengan pestisida dan obat sesuai dosis yang tepat. Jagung manis sudah mulai berbunga pada umur 50 hari setelah tanam. Lakukan pemanenan jagung muda terlebih dulu, yakni jagung yang berada di paling pangkal. Tujuannya agar menghasilkan panen yang maksimal. Panen jagung dapat dilakukan saat umur jagung sekitar 65–75 hari setelah di tanam. Di kelurahan Pergam untuk pemasaran jagung manis sangat terbatas dikarenakan kurangnya lahan namun upaya dari kelompok sumber rezeki tidak patah semangat untuk terus budidaya jagung manis.