LATAR BELAKANG Kacang tanah (Arachis hypogaeaL.) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kacang tanahdapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacangbawang, ampyang, enting-enting, rempeyek, dan sebagainya (Fachruddin, 2000).Sebagai bahan industri, kacang tanah dapat dibuat keju, mentega, sabun, danminyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk. Hasilsampingan dari pembuatanminyak, berupa bungkil, dapat dijadikan oncomdengan bantuan fermentasi jamur. Tanaman kacang tanah membutuhkan unsur hara esensial seperti N, P, danK untuk pertumbuhan dan produksinya. Fosfor merupakan unsur hara esensialyangdibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak oleh tanaman. tersedianya hara fosfat maka dapatmempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah serta dapatmeningkatkan produksi biji-bijian. pemupukan P yang dilakukan terus menerus tanpamenghiraukan kadar P tanah yang sudah jenuh mengakibatkan menurunnyatanggap tanaman terhadap pemupukan P. Dimana peran unsurP berperan dalampengisian biji. Kacang tanah merupakan salah satu komuditi yang banyak dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Palang . Di lahan sawah kacang tanah ditanam pada bulan Juni sampai dengan bulan September dengan luasan tanam mencapai 1500 Ha, Varietas yang ditanam sebagian besar adalah Varietas lokal Tuban, dan pada akhir-akhir ini mulai dikembangkan Varietas Hypota 1. Kacang tanah di daerah Palang merupakan kacang tanah yang sudah banyak di budidayakan oleh petani, menurut prospeknya kacang tanah varietas lokal banyak di asumsi oleh perusahan-perusahan yang akan mengolah kacang tanah varietas Tuban lokal. 1. Teknologi Budidaya Kacang Tanah 1.1. Benih Penggunaan benih benih berkualitas merupakan syarat utama dalam budidaya kacang tanah . Dengan menggunakan benih bermutu , populasi tanaman akan optimal, pertumbuhan tanaman seragam. Benih yang akan ditanam sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut :a. Murni dan seragamb. Daya tumbuh lebih dari 90 %c. Bebas Hama dan Penyakitd. Varietas unggul Untuk memperoleh struktur tanah gembur dan draenase yang baik, tanah harus dibajak 2 kali sedalan 20 – 25 cm dan digemburkan . Permukaan tanah diratakan dan butir tanah dihaluskan. Pupuk organik sebanyak 2 – 5 ton/Ha ditaburkan merata pada saat pengolahan tanah agar teraduk masuk kedalam tanah . Kemudian pengolahan tanah ketiga dilakukan untuk membuat alur bajak yang selanjutnya dugunakan sebagai tempat menanam dengan cara ditugal. Bila petakan lebar perlu dibuat bedengan setiap lebar 2 m yang dibatasi dengan selokan atau parit selebar 25 cm dan dalamnya 20 cm . 1.2. Penanam Lahan yang sedah selasai diolah kemudian diairi dengan cara dileb , dibiarkan 2-3 hari baru dilakukan penanam . Penanaman dilakukan dengan cara ditugal mengikuti alur bajak yang telah dibuat sebelumnya. dengan jarak tanam 27 cm x 15, 2 biji perlubang. 1.3. Pengairan Kebutuhan air kacang tanah pada awal pertumbuhan cukup sedikit kemudian meningkat hingga kanopi daun berkembang dan menutup sempurna, selanjutnya berkurang hingga menjelang panen . Pemberian air yang biasa dilakukan petani adalah dengan cara dileb secara periodik setiap 10-15 hari sekali. 1.4. Pemupukan Tamanam kacang tanah tidak begitu tespon terhadap pupuk . Walaupun demikian untuk memperoleh hasil yang optimal masih diperlukan tambahan pupuk . Pemupukan pertama dilakukan bersamaan waktu tanam dengan menggunakan pupuk Phonska sebanyak 150 Kg ditambah dengan pupuk Urea sebanyak 100 Kg per Ha. Kemudian pemupukan kedua dilakukan pada waktu tanaman umur 21 sampai dengan 25 hari dengan menggunakan pupuk Phonska sebanyak 150 Kg per Ha. 1.5. Penyiangan dan Pembubunan Gulma merupakan pesaing bagi tanaman kacang tanah dalam mendapatkan ruang tumbuh , hara, air dan sinar matahari. Apabila tidak dikendalikan , gulma dapat menurunkan hasil cukup tinggi. Penyiangan untuk mengendalikan gulma dilakukan 2 kali , saat tanaman berumur 15 hari dan menjelang berbunga atau saat penyiangan dilakukan sesuai kondisi pertumbuhan gulma dilapangan. Pembumbunan dilakukan bertujuan menggemburkan tanah dan sekaligus membersihkan gulma . bumbun dilakukan 1 kali pada saat tanaman menjelang berbunga bersamaan dengan penyiangan gulma terakhir. 1.6. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama yang menyerang tanaman kacang tanah cukup banyak, yang dapat digolongkan menjadi 3 ( Tiga ) golongan berdasarkan cara merusak tanaman yaitu : (1) hama yang merusak tanaman dari dalam tanah ; (2) hama pemakan daun; dan (3) hama pengisap daun dan vektor penyakit virus Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang tanah antara lain, Bercak daun, karat daun , ,busuk daun , bakteri dan virus. Pengendalin dilakukan secara terpadu dengan penggunaan varietas tahan, kultur teknis dan pestisida. 8. Panen dan Pasca Panen Umur kacanga tanah untuk dipanen ditentukan varietas dan keadaan cuaca . Masak fisiologis kacang tanah ditandai polong telah berisi penuh, warna gelap pada bagian dalam kulit polong. Panen dilakukan apabila kacang tanah telah masak panen dengan kadar air dalam biji sekitar 30-35 % . Panen dilakukan secara manual dengan mencabut tanaman , kemudian petik polong dari batang dan segera dijemur hingga kering ( kadar air 12-14 % ) . Pengeringan yang baik ditandai warna polong yang cerah dan bersih. Penulis : ASPURI,SP