BUDIDAYA KEDELAI SPESIFIK AGROEKOLOGI Teknik budidaya kedelai bersifat spesifik mengacu ragam agroekologi. Oleh karena itu, setiap agroekologi memiliki suatu paket teknologi yang sangt spesifik. Kendala produktivitas yang bersifat spesifik agroekologi diperbaiki mengacu harkat kesesuaian persyaratan tumbuh optimal untuk tanamn kedelai. Terdapat tiga tipe agroekologi utama, yaitu agroekologi sawah (irigasi dan tadah hujan), lahan kering (bukan masam dan masam), dan rawa atau pasang surut. Berikut ini disampaikan paket teknologi produksi kedelai pada tiga agroekologi utama tersebut. LAHAN SAWAH Agroekologi sawah dapat dipilah menjadi tiga tipe, yaitu agroekologi sawah irigasi teknis, agroekologi sawah irigasi setengah teknis dan agroekologi sawah tadah hujan. Pola tanam pada agroekosistem sawah beririgasi teknis dapat dibagi menjadi : (1) Padi-padi-beras, (2) Padi-padi-kedelai, (3) Padi-padi-palawija lain. Kendala produksi tanaman kedelai pada lahan sawah irigasi teknis pada musim tanam kemarau II ( MK II) adalah : (1) kelangkaan tenaga kerja untuk penyiapan lahan dan tanam karena bersamaan dengan panen dan prosesing padi MK I, (2) kekurangan air, dan (3) gangguan hama lalat bibit, penggerek batang, pemakan dan pengisap daun, pengisap dan penggerek polong, dan penyakit karat daun. Varietas yang ditanam pada MK II dianjurkan yang berumur sedang. Sawah beririgasi setengah teknis memilik pola tanam : (1) Padi-kedelai-palawija lain, (2) Padi-kedelai-kedelai. Kendala produksi tanaman kedelai pada lahan sawah beririgasi setengah teknis pada musim tanam kemarau I (MK I) bulan Februari-Juni, adalah : (1) kelangkaan tenaga kerja untuk penyiapan lahan dan tanam karena bersamaan dengan panen dan prosesing padi musim hujan, (2) tanah terlalu basah sehingga mengganggu perkecambahan dan pertumbuhan awal, (3) benih bermutu umumnya langka tersedia dan kalupun ada harganya kurang terjangkau oleh petani, (4) masa tanam pendek sehingga mendorong petani untuk menanam secara sebar sehingga boros benih dan pemanfaatan lahan kurang efektif, serta gangguan gulma dan hama. Kendala produksi pada lahan sawah irigasi setengah teknis pada pertanaman musim kemarau kedua ( MK II, Juni-Oktober ) meliputi : (1) kekurangan air pada stadia awal, saat berbunga, dan saat pengisian polong, (2) gangguan hama lalat bibit, penggerek batang, pemakan dan pengisap daun, pengisap dan penggerek polong, dan (3) gangguan gulma namun tidak seberat pertanaman MK I. Verietas yang dianjurkan adalah yang berumur genjah dan sedang. Sawah tadah hujan memiliki pola tanam sebagai berikut : (1) Padi-kedelai-bero, (2) Padi-kedelai-palawija lain, dan (3) Kedelai-padi-palawija lain. Penulis : Fuad Fitradi, SP Sumber : Kegiatan SL Kedelai di Kelompok Tani Rahayu Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat