Pelaksanaan kegiatan sekolah lapang tanaman kedelai tahun 2017 yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Sebutan tanaman kedele: soybean, soyabean, glycine max, family fabaceae. Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, asalkan tata air dan tata udara tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 23 – 30 derajat Celsius, kelembaban 60-70%, pH tanah 5,8-7, dan ketinggian kurang dari 600 m dari permukaan laut. Penanaman yang ideal adalah dilakukan pada awal musim hujan atau menjelang kemarau. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air dan sinar matahari. Cara pengolahan tanah: - Tanah dibajak, digaru dan diratakan. - Sisa-sisa gulma dibenamkan dalam tanah (sebagai bahan organik) - Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 meter antar saluran. - Tanah dikeringanginkan. Penanaman:? Buat tugalan (lubang untuk benih) dengan jarak 20x30cm, atau 25x25cm. ? Buat lubang di sebelah lubang bibit untuk pupuk kimia (SP-36 dan KCL). ? Rendam benih denga air yang telah diberi Tiens Golden Harvest (10ml : 1 liter air) selama 1 jam, lalu tiriskan dan diangin-anginkan.Kemudian beri Rhizole (obat hama tanah) 1 botal @30gr Rhizole cukup untuk 6-8kg benih sehing untuk 1 Ha diperlukan 150gr, aduk hingga rata dan biarkan selama 2 jam di tempat yang sejuk dan terhindar sinar matahari. Pemupukan untuk 1 Ha: ? Berikan campuran pupuk 50kg SP-38 dan 25kg KCL pada tugalan disebelah lubang benih bersamaan waktu tanam benih. ? Setelah berkecambah, berikan pupuk Urea sebanyak 25kg. ? Kecambah berumur 7 hari berikan larutan Tiens Golden Harvest (1 liter : 200 liter air) pada lahan secara merata dengan cara disemprotkan. Tahap ini memerlukan 2 liter Tiens Golden Harvest.? Saat bunga mulai keluar, berikan kembali Tiens Golden Harvest sebanyak 1 liter. Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan bertujuan untuk: • Mengurangi persaingan antar-tanaman dalam menyerap unsur hara di tanah yang kurang subur. • Mencegah tanaman kekurangan sinar matahari di tanah yang subur. Penjarangan dan penyulaman dilakukan ketika tanaman berumur 1-2 minggu setelah tanam. Jumlah tanaman yang disisakan setelah penjarangan adalah 2 batang per rumpun. Tanaman yang disisakan adalah yang paling baik pertumbuhannya. Penyiangan • Penyiangan bertujuan untuk membebaskan tanaman dari tanaman pengganggu (gulma) • Penyiangan dapat dilakukan dua kali, yaitu pada saat tanaman berumur 2-3 minggu clan 5-6 minggu setelah tanam, tergantung pada keadaan gulma. • Alat yang digunakan: kored atau cangkul kecil. • Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan menyebarkan jerami (mulsa) di permukaan lahan atau menyemprotkan herbisida (obat-obatan). Obat-obatan yang dapat dipakai antara lain adalah Agroxone-4 atau Goal 2E dengan takaran 1,5-2 liter per hektar. Penyemprotan herbisida dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam.