Labu Madu atau Butternutsquash, mungkin terdengar kurang familiar bagi masyarakat di Kabupaten Tabalong, karena labu jenis ini belum terlalu banyak dijumpai di pasar buah dan baru tersebar di sebagian Pulau Jawa dan Sumatera. Padahal, labu madu yang berasal dari Waltham, Amerika Serikat ini, memiliki rasa yang manis dan memiliki tekstur lembut, serta memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Kandungan antioksidan, betakaroten, Vitamin A dan B Kompleks cukup tinggi dimiliki oleh buah ini. Bahkan buah ini banyak digunakan sebagai makanan pendamping ASI bagi para balita dan ibu menyusui. Manfaat itulah yang kemudian membuat buah yang satu ini begitu diminati sehingga sangatlah cocok menjadi pilihan makanan sehat bagi keluarga yang kekinian. Tidak heran, harga buah ini tergolong cukup mahal. Tingginya harga bukan disebabkan oleh kesulitan dalam budidaya, namun lebih kepada jumlah produk yang masih terbatas di pasaran. Sedangkan permintaan terhadap buah ini relatif cukup tinggi. Karenanya sangat tepat untuk mencoba menanamnya sendiri di rumah. Berikut cara budidaya labu madu di pekarangan rumah Pemilihan Benih Usahakan benih berasal dari benih yang berkualitas. Sebab faktor penentu produktivitas hasil panen sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ada. Oleh karena itu, belilah benih di toko benih yang terpercaya dan telah tersertifikasi resmi dari dinas terkait, serta perhatikan tanggal kadaluarsa pada kemasan. Penyemaian Benih Sebaiknya lakukan penyemaian untuk mendapatkan hasil tanaman yang seragam dan tingkat adaptasi tanaman yang tinggi saat dipindah ke lahan. Untuk menyemai benih labu madu dapat dilakukan dengan cara berikut : Siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang/kompos, yang telah diayak dan diambil bagian halusnya. Campurkan media tanam hingga merata. Siapkan plastik polibag transparan berdiameter 5 cm. Bolongi bagian dasar plastik polibag agar air siraman tidak menggenang di media. Masukkan media tanam ke dalam plastik polibag, isi hingga padat dan penuh. Kemudian tempatkan persemaian pada lokasi yang ternaungi dan hanya terkena intensitas cahaya matahari sebanyak 50%. Setelah itu, buat lubang tanam sedalam 0,5-1 cm pada setiap polibag. Tanamkan benih di setiap lubang tanam, kemudian tutup kembali lubang tanam hingga benih tidak terlihat. Setelah itu, siram menggunakan air secukupnya. Tunggu 3-5 hari, dan benih akan mulai berkecambah. Lakukan pemeliharaan rutin seperti penyiraman hingga tanaman berumur 2-3 minggu dan siap dipindahkan ke lahan tanam. Persiapan Lahan Tanam Sambil menunggu bibit labu madu siap dipindahkan ke lahan, sebaiknya persiapkan lahan tanam terlebih dahulu, caranya : Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul seluruh lahan tanam pada lokasi tanam yang telah ditentukan. Sebaiknya pilih lokasi tanam yang luas, terbuka dan terpapar cahaya matahari langsung. Setelah lahan tanam gembur, buat bedengan. Ukuran bedengan disesuaikan dengan ukuran lahan, idealnya yaitu panjang 3 m, lebar 1 m dan tinggi 20-30 cm. Buat lubang tanam dengan kedalaman 25 cm dan jarak 25-30 cm per tanaman. Jika lahan sempit maka buat jarak tanam cukup 25 cm, ini akan dapat menambah populasi tanaman pada lahan. Masukkan pupuk kandang ke setiap lubang tanam sebanyak 0,5 kg. Diamkan lahan tanam dan tunggu hingga bibit siap dipindahkan. Penanaman Setelah bibit berumur 2-3 minggu atau saat tinggi bibit telah mencapai 7-10 cm, maka bibit sudah cukup umur untuk dipindahkan ke lahan tanam, dengan cara sebagai berikut : Pilih bibit dengan kualitas yang baik, seperti sehat, tidak cacat dan tidak terpapar hama dan penyakit. Lakukan penanaman pada pagi hari atau sore hari saat cuaca tidak terlalu terik. Buka plastik polibag dengan hati-hati, jangan sampai merusak akar tanaman. Masukkan bibit beserta media tanah ke dalam lubang tanam. Tutup kembali lubang tanam dengan menggunakan tanah hingga padat dan tanaman dapat tumbuh tegak sempurna. Opsional, taburkan Furadan 3G dengan dosis 3 gram dengan jarak 2 cm dari perakaran. Setelah itu biarkan selama 3 hari baru kemudian dilakukan penyiraman pada lahan tanam. Jika ada bibit yang mati atau tidak tumbuh optimal, maka sebaiknya disulam dan diganti dengan benih yang baru. Perawatan dan Pemeliharaan Untuk menghasilkan panen yang melimpah maka labu madu juga harus dirawat secara intensif. Beberapa tahapan perawatan dan pemeliharaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap 1 kali dalam sehari atau dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca. Tentunya saat cuaca kering sebaiknya ditingkatkan volume atau intensitas penyiraman. Sebaliknya jika musim penghujan datang maka tidak perlu lagi disiram. Sebaiknya pastikan bahwa masa tanam anda tidak mendekati musim penghujan karena hal ini akan berbahaya bagi pertumbuhan terutama tanaman labu yang akan lebih rentan mengalami kebusukan buah saat musim penghujan. Pemupukan Pemupukan sangat penting dilakukan, mengingat kadar unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak selalu dapat diberikan oleh tanah. Oleh sebab itu, berikan pemupukan setiap 1 bulan sekali menggunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Selain itu pada saat awal masa pertumbuhan, dapat diberikan pupuk NPK sebanyak 3 gr/tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi optimal. Penyiangan Penyiangan berfungsi untuk menyingkirkan gulma yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar tanaman akan menghalangi penyerapan unsur hara bagi tanaman. Oleh karena itu lakukan penyiangan secara rutin setiap 2-3 minggu sekali. Cukup lakukan dengan mencabut gulma pada bedengan tanaman, atau menggunakan cangkul untuk membersihkan gulma di sekitar bedengan. Pengajiran Labu madu merupakan tanaman yang tumbuh merambat, sehingga sangat perlu dilakukan pengajiran agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Kita bisa membuat bentuk ajir seperti huruf V terbalik atau membuat para-para sehingga buah tanaman tidak sampai jatuh ke tanah. Gunakan potongan bambu yang kuat dan elastis. Idealnya pengajiran dilakukan pada saat tanaman berumur 1-1,5 bulan setelah tanam. Pemangkasan dan Pengendalian HPT Pemangkasan dan pengendalian HPT penting dilakukan agar hasil panen dapat melimpah. Sebaiknya lakukan penyemprotan menggunakan pestisida dosis rendah secara rutin sejak tanaman berumur 1 bulan setelah tanam hingga menjelang tanaman berbuah. Hentikan penyemprotan saat tanaman akan mulai dipanen. Pemangkasan juga penting dilakukan untuk membuat daun dan cabang yang tumbuh tak terkendali. Selain itu, pemangkasan juga bermanfaat agar tanaman lebih cepat menghasilkan bunga dan berbuah. Mencapai umur 3 bulan setelah tanam atau 90 hari setelah tanam maka labu madu akan mulai berbuah. Setelah 1-3 minggu dari masa munculnya bunga maka buah tanaman akan dapat dipenen. Kriteria buah yang siap panen adalah warna kulit yang mulai kekuningan dan dipukul buahnya maka akan berbunyi berdenting. Artinya bahwa buah telah siap dipetik. Jika dibiarkan saja dan tak segera dipanen maka buah akan rentan mengalami kebusukan. Itulah, 6 cara budidaya labu madu di pekarangan rumah. Cukup mudah bukan, manfaatkan peluang yang ada, bisa jadi ini akan menjadi peluang dan potensi usaha yang akan menambah penghasilan. Selamat mencoba, semoga artikel ini dapat bermanfaat. (Vina Afriana, SP – Penyuluh Pertanian – BPP Tanjung – Kabupaten Tabalong). Sumber : (2018, 22 Maret). 6 Cara Budidaya Labu di Pekarangan Rumah. Dikutip 30 Maret 2019. Ilmu Budidaya.com https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-labu-madu Cara Budidaya Labu Madu (Butternut Squash). Dikutip tanggal 30 Maret 2019. Bibit Bunga. https://bibitbunga.com/cara-budidaya-labu-madu-butternut-squash/ 16 Cara Menanam Labu yang benar. Dikutip tanggal 30 Maret 2019. Vebma.com https://www.vebma.com/tips/Menanam-Labu-Madu/60880