Buah nangkadak merupakan buah yang mampu tumbuh dengan baik di seluruh wilayah Indonesia. Buah Nangkadak memiliki rasa yang sangat manis, daging agak renyah dan kenyal serta beraroma sangat wangi. Buah nangkadak merupakan perkawinan nangka dan cempedak. Nangkadak sebenarnya sudah lama ada, namun pamornya belum banyak dikenal orang. Peminatnya masih sedikit, mungkin karena banyak yang belum tau. Lalu bagaimana cara agar buah nangkadak dapat berdaging banyak? Caranya dengan dengan mengawinkan betina nangkadak dengan pejantan nangka. Waktu paling tepat untuk mengawinkan nangkadak betina dengan pejantan nangka mulai dari pukul 17.00 sampai 08.00 hari berikutnya. Hal ini karena pada waktu tersebut bunga betina siap kawin. Cirinya bunga diselimuti bulu-bulu lembut dengan warna hijau cerah. Bila sudah kering dan mengeras, artinya waktu kawin sudah lewat. Ciri bentuk bunga jantan nangkadak mirip pejantan nangka, sedangkan bunga betina nangkadak gemuk dan bunga betina nangka kurus. Cara mengaplikasikannya yaitu dengan menepukkan atau mengesekkan dengan perlahan atau mengoyangkan bunga jantan didatas buanga betina. Yang penting serbuk bunga jantan menempel di bungan betina. Jika sudah demikian, nangkadak anda akan dipenuhi daging buah. Biasanya pohon nangkadak mampu memproduksi buah antara 50-75 buah setiap tahun ketika tanaman baru mencapai usia 2-3 tahun. Dan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia pohon. Keunggulan dari buah nangkadak adalah rasanya tidak terpengaruh kondisi cuaca. Buah nangkadak yang dipanen pada musim hujan pun tetap manis. Tidak seperti nangka atau varietas cempedak lain, yang rasa manisnya akan berkurang jika dipanen di musim penghujan. Jika dibandingkan dengan nangka biasa, ukuran buah nangkadak memang lebih kecil. Tapi, dengan jumlah buah lebih banyak dan dapat berbuah sepanjang tahun, buah ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kita patut berbahagia karena dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi dibidang pemuliaan tanaman saat ini memungkinkan untuk membentuk suatu individu baru yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan. Kegiatan perbaikan mutu genetik, ini dilakukan dengan menggabungkan gen-gen dari beberapa individu pilihan yang telah ditetapkan sebagai tetua. Dan tentunya ini menguntungkan bagi kita karena sifat-sifat yang tidak kita inginkan bisa kita hilangkan dengan kata lain kita bisa memunculkan sifat-sifat yang diinginkan saja. Penulis : Mirza Halim Sumber : Berbagai Sumber