Usahatani padi di lahan sawah pasang surut memerlukan teknik budi daya tersendiri, karena keadaan tanah dan lingkungannya tidak serupa dengan lahan sawah irigasi. Kesalahan budi daya dapat menyebabkan gagalnya panen dan dapat pula merusak tanah dan lingkungan. Penyiapan lahan terdiri dari: • Penebasan rumput-rumput/belukar. Penebasan dilakukan dengan menggunakan parang. Rumput/belukar yang sudah ditebas dikumpulkan di suatu tempat kemudian dibakar. • Pengolahan tanah. • Pelumpuran dan perataan tanah. Pengolahan tanah dilakukan dua tahap. Setelah pengolahan tahap pertama, tanah digenangi, agar zat beracun terpisah dari tanah. Tinggi air genangan berkisar antara 5-10 cm. Untuk mengatur tinggi air genangan dapat dilakukan dengan memperbesar atau memperkecil bukaan pintu saluran air. Pengolahan tanah tahap kedua dilakukan dua minggu setelah pengolahan pertama. Penanaman Cara penanaman: tandur jajar • Keuntungan - Mudah melakukan penyiangan. - Mudah melakukan penyemprotan. - Mudah melakukan panen. • Kesulitan - Tenaga kerja lebih banyak kalau belum berpengalaman. • Jarak tanam: - olahan potensial 25 cm x 25 cm - olahan sulfat masam 20 cm x 20 cm - olahan bergambut 20 cm x 20 cm - Jumlah bibit: 3 - 4 batang setiap rumpun. Waktu tanam • Musim tanam pertama, penanaman dilakukan pertengahan Oktober sampai awal November. • Musim tanam kedua, penanaman dilakukan pertengahan Maret sampai awal April. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu: • Penyiangan pertama umur 3 minggu setelah tanam • Penyiangan kedua umur 6 minggu setelah tanam Penyiangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: • Dicabut dengan tangan, kemudian dipendan dalam tanah. • Menggunakan alat siang (gasrok). Menggunakan herbisida antara lain DMA-6, Gramoxone, dengan takaran 3-4 liter per hektar dengan volume semprot 400-500 liter per hektar Cara pemberian pupuk • Disebar rata di permukaan lahan. • Keadaan air sawah pada saat memupuk harus macak-macak. • Pengapuran penting artinya untuk menurunkan kemasaman tanah, terutama pada lahan sulfat masam. • Takaran kapur: 1 ton per hektar. • Waktu pengapuran: 2 minggu sebelum tanam. • Keadaan air tanah pada saat pengapuran harus macak-macak. Perlindungan Tanaman Hama yang banyak menyerang pertanaman padi di lahan pasang surut adalah: tikus, Orong-orong, Kepinding tanah (lembing batu), Walang sangit, Wereng coklat. Sedangkan penyakit utama di lahan pasang surut adalah bias. Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan: • Memelihara kebersihan lingkungan • Penanaman serempak (satu hamparan sekunder). • Pemasangan umpan beracun, dengan racun Klerat RMB sebanyak 2 kg per hektar, dan diletakkan di beberapa tempat. • Melaksanakan gropyokan atau pengemposan menggunakan belerang. Hama orong-orong dapat dikendalikan dengan cara: • Menggenangi lahan • Merendam bibit sebelum tanam dalam larutan pestisida karbofuran (Curater 3G, Dharmafur, atau Furadan 3G). Kepinding tanah dikendalikan dengan menyemprotkan pestisida sebanyak 1 - 2 liter/ha. Penyakit bias dikendalikan dengan: • Menyemprotkan fungisida Beam atau Fujiwan se-banyak 1 - 2 kg per hektar. • Menanam varietas yang tahan bias. • Tidak menggunakan pupuk N secara berlebihan/melebihi takaran. Panen Panen dilakukan pada saat tanaman padi menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: • Sebagian besar gabah (90%) sudah berwarna kuning. • Bila digigit gabah patah. Pascapanen Perontokan gabah dapat dilakukan dengan cara • Gebuk (gepyokan). • Menggunakan mesin/alat perontok seperi tresher dan erekan. Setelah dirontok, gabah dijemur di atas terpal atau lantai jemuran. Ketebalan gabah pada saat di jemur tidak lebih dari 5 cm. Selama penjemuran gabah dibolak balik. Lama penjemuran sekitar 2 -3 hari dalam keadaan panas terik. Sumber : 1. Bertanam padi. Balai Besar Pad. 2010. 2. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 2005. Teknologi Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. 36 hal. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id