Loading...

BUDIDAYA PADI JAJAR LEGOWO

BUDIDAYA PADI JAJAR LEGOWO
JAJAR LEGOWO Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi beras nasional dalam hal ini Departemen Pertanian melalui Badan Pengembangan dan Penelitian untuk mencapai target program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) yaitu dengan melakukan penelitian untuk mendapatkan benih padi unggul dan peningkatan teknologi budidaya serta penerapan system tanam jajar legowo. System tanam jajar legowo merupakan system tanam yang baik dan benar yang direkomendasikan pemerintah untuk diterapkan oleh petani. System ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi padi nasional serta meningkatkan kualitas gabah yang dihasilkan.Diantara teknologi budidaya, kerapatan tanam merupakan salah satu komponen penting dalam manipulasi tanaman untuk mengoptimalkan hasil. System tanam jajar legowo merupakan system tanam pindah dengan membuat lorong kosong diantara 2-4 barisan tanaman padi, sedangkan jarak tanam dalam barisan menjadi setengah jarak tanam antar baris. System tanam jajar legowo bertujuan mengatur populasi tanaman per satuan luas dengan menata tata letak tanaman serta memperluas pengaruh tanaman pinggir dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Secara umum pengertian Jajar Legowo adalah suatu system penanaman padi dengan cara mengatur jarak tanam. Penerapan system jajar legowo bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi padi. Penanaman padi dengan system jajar legowo telah terbukti mampu meningkatkan hasil dibandingkan dengan penggunaan system tradisional. System pola tanam jajar legowo pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996 oleh seorang pejabat Dinas Pertanian kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dalam perkembangannya system tanam jajar legowo kemudian ditindak lanjuti oleh Departemen Pertanian. Sebelum diperkenalkan secara luas ke masyarakat, Departemen Pertanian melakukan pengkajian dan penelitian untuk melihat seberapa efektif system ini dalam meningkatkan hasil produksi padi. Setelah melalui pengkajian yang panjang dan terbukti mampu meningkatkan produksi padi, system ini mulai diperkenalkan dan menjadi rekomendasi untuk diterapkan oleh seluruh petani padi di Indonesia. Bagaimana Sistem Jajar Legowo bisa Meningkatkan Produksi Padi?Pada prinsipnya penerapan system jajar legowo adalah memanipulasi lahan yang ada dengan cara mengatur jarak tanam agar mampu menampung populasi tanaman lebih banyak denga tanaman efek pinggir yang lebih banyak. Pada system ini jarak tanam diatur sedemikian rupa sehingga dalam satu petak lahan pertanaman akan memiliki beberapa barisan kososng dengan jarak yang lebih lebar daripada jarak antar barisan tanaman. Dengan kata lain system jajar legowo adalah cara menanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Metode tanam seperti ini adalah salah satu rekomendasi paket Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).Tanaman yang berada di barisan pinggir jauh lebih baik daripada tanaman yang ada di barisan tengah, baik dari segi pertumbuhannnya maupun tingkat produktifitasnya. Perbedaan ini disebabkan karena tanaman yang berada di barisan pinggir memiliki ruang tumbuh yang lebih leluasa dan lebih banyak mendapatkan sinar matahari. Dengan adanya barisan kosong pada system jajar legowo pertanaman padi memiliki tanaman pinggir yang lebih banyak sehingga kuantitas dan kualitas gabah jauh lebih tinggi. Manfaat dan Keuntungan Penerapan Sistem Jajar LegowoManfaat dan keuntungan system tanam jajar legowo bias diperoleh dari beberapa aspek anata lain :a. Jumlah Populasi Tanaman MeningkatDengan system tanam jajar legowo jumlah populasi tanaman padi bias ditingkatkan dan diharapkan jumlah produksi gabah juga akan meningkatb. Memudahkan perawatan dan PemeliharaanPertanaman padi dengan system jajar legowo memiliki banyak baris kosong sehingga dapat mempermudah dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman. Pemupukan, pengontrolan dan penyemprotan bias dilakukan melalui barisan kosong tersebut sehingga tanaman tidak terganggu.c. Menekan Serangan Hama dan PenyakitDengan adanya barisan kosong pada lahan pertanaman, lingkungan relative lebih terbuka sehingga beberapa hama terutama tikus tidak menyukai tempat tersebut. System jajar legowo juga dapat mengurangi kelembaban sehingga perkembangan penyakit bisa ditekan.d. Menghemat biaya pemupukanPenerapan system tanam jajar legowo diharapkan dapat menekan serta menghemat penggunaan pupuk karena pemupukan lebih terkonsentrasi pada tanaman dalam barisan.e. Meningkatkan Produksi dan Kualitas GabahPenerapan system jajar legowo memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak. Seperti kita ketahui bahwa tanaman pinggir memiliki kualitas pertumbuhan dan jumlah produksi yang lebih baik. Tanaman yang berada pada barisan pinggir memiliki ruang tumbuh lebih leluasa serta mendapatka intensitas sinar matahari lebih banyak, intensitas sinar matahari mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi padi. Dengan semakin banyaknya tanaman efek pinggir kualitas dan produksi gabah dapat meningkat. Tipe Sistem Tanam Jajar LegowoDalam prakteknya ada beberapa jenis atau tipe system tanam jajar legowo yang biasa digunakan oleh petani padi antara lain :a. Legowo 2 : 1Adalah tipe jajar legowo dimana setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong. Jarak tanam tipe legowo 2 : 1 adalah 20 cm x 10 cm x 40 cm (jarak antar barisan, jarak antar tanaman/barisan pinggir, jarak barisan kosong). Tipe ini akan menghasilkan gabah berkualitas sehingga banyak digunakan untuk memproduksi benih padi.b. Legowo 3 : 1Adalah tipe jajar legowo dimana setiap tiga baris tanaman diselingi oleh satu barisan kososng. Tipe ini memiliki 2 baris tanaman pinggir dan 1 baris tanaman tengah. Jarak tanam adalah 20 cm (antar barisan dan jarak antar tanaman pada barisan tengah) x 10 cm (antar tanaman pinggir) x 40 cm (jarak barisan kosong). c. Legowo 4 : 1Adalah tipe jajar legowo dimana setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong. Tipe ini memiliki 2 baris tanaman pinggir dan 2 baris tanaman tengah. Jarak tanam adalah 20 cm (antar barisan dan jarak antar tanaman pada barisan tengah) x 10 cm (antar tanaman pinggir) x 40 cm (jarak barisan kosong). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), system tanam jajar legowo 4 : 1 adalah tipe terbaik untuk meningkatkan jumlah produksi gabah. Sedangkan untuk menghasilkan gabah yang berkualitas atau gabah untuk kebutuhan benih disarankan untuk menggunakan tipe legowo 2 : 1.Jarak tanam system jajar legowo bias dimodifikasi sesuai dengan kondisi lahan serta varietas yang digunakan atau dengan mempertimbangkan tingkat kesuburan lahan yang akan ditanami. Untuk lahan yang subur jarak tanam bias lebih lebar dan untuk lahan yang kurang subur jarak tanam bias dikurangi. Jarak tanam juga disesuaikan dengan jenis atau varietas padi yang digunakan, misalnya untuk tanaman padi yang memiliki tipe penampilannya lebat dan tinggi jarak tanam agak diperlebar begitupun sebaliknya untuk varietas padi yang kurang lebat jarak tanam dikurangi.