BUDIDAYA PADI SITEM JAJAR LEGOWOO L E H : SANTI HERIANI JUHANA. STPPENYULUH PERTANIAN GUNUNG SUGIH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH I. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangKomoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan.Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan khususnya padi, jagung, kedelai. Upaya tersebut dikenal dengan Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai (UPSUS PAJALE). Program UPSUS PAJALE ini dilaksakan diseluruh wilayah indonesia yang memiliki potensi untuk meningkatkan produksi Padi, Jagung, Kedelai. Dalam rangka untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai ( PAJALE), dan untuk mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan yang berkelanjutan, maka di lakukan dengan penerapan berbagai macam teknologi spesifik lokasi. Salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi adalah dengan penerapan budidaya tanam padi dengan sistem tanam jajar legowo.1.2 BUDIDAYA PADI SISTEM JAJAR LEGOWOCara tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik produksi yang memungkinkan tanaman padi dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Padi yang merupakan tanaman pangan utama penduduk, sebagian besar diproduksi di lahan sawah. Belum optimalnya produktivitas padi lahan sawah antara lain karena serangan hama, penyakit dan gulma. Melalui perbaikan cara tanam padi dengan sitem jajar legowo diharapkan selain dapat meningkatkan produksi, pengendalian organisme pengganggu dan pemupukan mudah dilakukan.1.2.1. Pengertian Jajar LegowoJajar Legowo 2 : 1 (40 cm x (20 cm x 10 – 15 cm)) adalah salah satu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap dua barisan tanam, tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm tergantung dari kesuburan tanahnya.Pada tanah yang kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel 20 cm x 20 cm, menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm. Pada tanah dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22cm x 22 cm, jarak tanam dalam barisan 12, 5 cm. Pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm, jarak tanam dalam barisan 15 cm.TujuanTujuan dari cara tanam jajar legowo 2 : 1 adalah :1. Memamfaatkan radiasi surya bagi tanaman pinggir.2. Tanaman relatif aman dari serangan tikus, karena lahan lebih terbuka.3. Menekan serangan penyakit karena rendahnya kelembaban dibandingkan dengan cara tanam biasa.4. Populasi tanaman bertambah 30 %.5. Pemupukan lebih efisien.6. Pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan daripada cara tanam biasa.Teknik Penerapana. Pembuatan baris tanamLahan sawah yang sudah siap ditanami, 1 – 2 hari sebelum tanam air dibuang sehingga lahan dalam keadaan macak-macak. Tujuan air dihilangkan adalah untuk dapat membentuk garis-garis tanam secara jelas. Dengan menggunakan alat pembuat garis jajar legowo 2 : 1 (Atajale 2 : 1), dibuat garis tanam 40 cm x ( 20 cm x 10 cm) dengan cara menarik atajale pada lahan yang akan ditanami. Arah baris tanam sebaiknya sesuai dengan arah aliran air pegairan.b. TanamBibit padi umur kurang dari 21 hari sebanyak 1-2 bibit ditanam pada perpotongan garis-garis yang terbentuk, dengan cara maju atau mundur sesuai kebiasaan regu tanam.Teknik Pemeliharaan Tanamana. PemupukanPemupukan dilakukan secara alur pada tempat yang berjarak 20 cm dan posisi yang memupuk pada tempat yang berjarak 40 cm. Dengan cara ini hanya 40 % dari lahan yang diberi pupuk dan pupuk terkosentrasi sepanjang tempat yang berjarak 20 cm, serta pupuk lebih dekat denga perakaran sehingga dapat dimamfaatkan oleh tanaman secara maksimal.b. PenyianganPada cara tanam ini penyiangan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan landak/osrok cukup satu arah yaitu searah dalam barisan dan tidak perlu dipotong seperti pada cara tanam bujur sangkar (2 arah). Jarak tanam dalam barisan 10 cm tidak perlu dilakukan penyiangan karena gulma akan kalah berkompetisi dengan pertumbuhaan tanaman padi. Dengan cara tanam ini, biaya penyiangan dapat di tekan sampai 50 %.c. Pengendalian Hama dan PenyakitAdanya lorong-lorong yang berjarak 40 cm sinar matahari dan sirkulasi udara dapat berjalan optimal dan kelembaban dapat ditekan sehingga perkembangan hama/penyakit dapat diminimalisir. Disamping itu, kegiatan pemantauan dan pelaksanaan pengendalian penyakit dapat lebih mudah dilaksanakan.