Loading...

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK
OLEH : SURMILA DEWI, SP. Pertanian organik adalah system pertanian yang tidak mempergunakan bahan kimia tetapi menggunakan bahan organik yang bertema akrab dengan lingkungan dengan cara memupuk dengan kompos, pupuk kandang, quano, pupuk hijau, limbah-limbah pabrik sawit, rumah tangga, ternak. Memberantas hama dan penyakit dengan pestisida alami seperti daun tembakau, daun mimba, brotowali, gadung, mengkudu, mahoni, tuba, daun pepaya, sirsak, srikaya dan jarak. Faktor-faktor yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya sayuran organik. Ada beberapa faktor yang menetukan tingkat keberhasilan budidaya sayuran organik : Kesuburan tanah. Derajat keasaman (pH) tanah Jenis Sayuran Faktor Biologi Iklim Benih Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Pertanian Organik. Kelebihan dari pertanian organik antara lain sebagai berikut : Tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Produksi yang dihasilkan pertanian organik lebih nyaman dikonsumsi dibanding produksi yang dihasilkan pertanian non organik. Harga produksi dari pertanian organik lebih mahal dibanding dengan non organik. kekurangan sistem pertanian organik juga mempunyai faktor diantaranya adalah; Membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dibanding pertanian non organik. Penampilan fisik pertanian organik kurang bagus dibanding non organik PEMBUDIDAYAAN TANAMAN SAYURAN ORGANIK Tanaman sayuran dapat berbentuk rumput, perdu, semak atau pohon, bentuk pertumbuhan tegak pendek, menjulang atau menjalar dengan hasil berupa daun, umbi, buah, bunga atau biji. Tanaman sayuran berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, banyak mengandung gizi, vitamin dan mineral. Budidaya sayuran perlu pengelolaan dan perhatian yang lebih dari tanaman lain. Agar hasil tanaman sayuran berhasil maksimal, perlu diperhatikan dasar usaha bertanam diantaranya adalah pemilihan benih, pengolahan tanah, pemupukan, pengelolaan air, penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Pemilihan benih sayuran Benih sayuran yang digunakan pada dasarnya harus benih yang baik dan bermutu tinggi, karena akan menjamin pertanaman yang bagus dan hasil panen yang memuaskan Pengolahan tanah. Pengolahan tanah dilakukan dengan cangkul atau bajak, dilakukan hingga kedalaman 40 cm atau lebih. Pembuatan Bedengan Bedengan dibuat dengan tinggi sekitar 15-20 cm, lebar 100-120 cm dan panjang 10-15 meter, jarak antara bedengan 40 cm. Pemberian Pupuk Dasar Diatas bedengan ditaburi pupuk kompos atau kandang. Persemaian Persemaian untuk tanaman yang mempunyai biji kecil-kecil, contohnya tanaman selada, cabe, terung, sawi, tomat dll. Sedangkan pada tanaman yang mempunyai biji besar-besar seperti kacang panjang, timun, buncis, kentang dapat ditanam tanpa melakukan persemaian. Jarak tanam dan pemupukan Tanaman sayuran dapat ditanam secara monokultur atau polikultur. Perawatan Apabila tanah kering segera dilakukan penyiraman. Bila tanaman sayuran kelihatan tidak subur tanaman dapat dipupuk dengan septi tank atau limbah ternak. Pengendalian Hama Dan Penyakit Langkah-langkah Pengendalian hama/penyakit untuk sayuran organik : Penggunaan mulsa plastik hitam perak. Melakukan rotasi tanaman dengan selang waktu yang cukup lama, misalnya selada - kacang tanah - jagung – selada. Kebersihan disekitar tanaman perlu dijaga, drainase perlu diperhatikan agar tidak ada genangan air. Melepas predator ke tanaman yang diserang hama. Pengamatan dilakukan sesering mungkin bila ada gejala serangan hama/penyakit diambil dan dikumpulkan kemudian dibunuh/dimusnahkan. Menggunakan pestisida alami. Panen Tanaman sayuran lebih cepat panennya dibanding tanaman semusim lainnya dan juga tanaman sayuran tergantung varietas yang ditanam. Cara panen sayuran tergantung jenis sayurannya yaitu ada yang dicabut, dipetik dan dipotong. Dusun Tebat, 11 April 2019.