Ada beberapa tahapan untuk melakukan budidaya talas diantaranya: pengolahan tanah, pemilihan benih, penanaman, pemupukan, penyiraman, penyiangan dan pembumbunan, pembuangan anakan dan stolon, dan pembuangan bunga. Untuk lebih jelas tahapan-tahapan tersebut akan dibahas satu persatu di bawah ini. 1. Pengolahan Tanah; Pengolahan tanah bisa menggunakan alat seperti cangkul, garpu, atau mesin traktor, tanah diolah sampai gembur dengan kedalaman 20-30 cm, selain itu, pengolahan tanah dimaksudkan untuk menyingkirkan rumput-rumput dan tanaman liar. Kemudian setelah proses pembajakan sebaiknya tanah dibiarkan selama 3 hari, hal ini supaya proses pelapukan dan oksidasi bahan organik berlangsung lebih sempurna. Setelah itu tanah kemudian diratakan dan sekaligus pemberian jarak tanam yang disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Barisan sebaiknya mengarah ke timur agar matahari bisa menyinari tanaman secara merata. Barisan juga bisa dibuat bedengan dengan ketionggian gundukan 20 cm. 2. Pemilihan Benih; Ada beberapa cara untuk mengembangbiakan talas, diantaranya : dari biji, jaringan, anakan dan stolon, bonggol, dan mata tunas umbi. 2.1.Anakan dan Stolon; Anakan bisa didapatkan dari tunas-tunas yang tumbuh berdekatan dengan pangkal pohon induk yang sudah dewasa atau dari ujung-ujung stolon. Bibit lebih dahulu dipelihara di bedengan yang tanahnya diolah dengan baik dan diberi pupuk organik. Jarak tanam antar bibit berkisar 10-15 cm dan dirawat secara baik hingga berkembang agak besar dan siap ditanam di areal penanaman. Cara lainnya adalah dengan menabur bibit-bibit kecil (setelah sebagian daun dan umbinya dipotong) dalam kantung-kantung plastik berdiameter 7,5 cm di persemaian yang terbuka. Jaraknya berdempetan dan dirawat hingga berdaun 3-4 helai dan mencapai ketinggian sekitar 50 cm. 2.2. Bonggol; Budidaya talas dengan menggunakan bibit bonggol paling sering dilakukan oleh para petani Indonesia. Yang dimaksud dengan bonggol adalah potongan bagian kepala umbi utama lengkap dengan pakal pelepah daun sepanjang kira-kira 30 cm. 3.3.Mata Tunas Umbi; Letak mata tunas biasanya berada di permukaan umbi yang dilindungi oleh pelepah daun. Bila kuncup ujung dibuang atau mati, maka mata tunas berpeluang untuk berkembang. Mata tunas ini bisa dirangsang dan dijadikan bibit. Caranya, umbi talas dipotong-potong serta diusahakan agar setiap potongan minimal memiliki satu mata tunas dan bagian umbi yang besarnya memadai,sehingga berat keseluruhan menjadi 25 gram. 3. Penanaman; Untuk penanaman bibit talas dilahan terbuka sebaiknya dilakukan pada waktu awal musim penghujan, karena tanaman talas sangat rentan dengan kekeringan. Untuk menjaga kelembaban tanah dan supaya tanah subur, maka lahan disekitar perakaran bisa diberi mulsa berupa jerami, potongan rumput kering, dedaunan, dan lain-lain. Jika tidak turun hujan maka talas harus disiram secara teratur. Jika kekurangan air, talas bisa terganggu pertumbuhannya dan sulit untuk dipulihkan lagi, meskipun disiram dengan air yang banyak. 4. Pemupukan; 4.1. Pemupukan awal, dilakukan sebelum bibit ditanam. Pupuk kandang atau kompos sangat baik untuk pupuk awal, berikan satu cangkul pupu pada setiap lubang. Pemupukan juga bisa diberikan dengan pupuk anorganik yang mengandung fosfat (ISP, dll), kalium (KCl, dll) sebagai tambahan. Dosis yang diberikan 125 kg TSP dan 150 kg KCl, selain itu pupuk dengan unsur P da K bisa diberikan. 4.2. Pupuk kedua; diberikan sekitar 4 minggu setelah penanaman, dengan pupuk urea dengan dosis sekitar 2 sendok makan per pohon atau 75 kg/ha. Pemupukan terakhir diberikan ketika tanaman sudah berumur 3 bulan dari penanaman. Pemupukan bisa diberikan pupuk urea dengan dosis 75 kg/ha dan KCl 150 kg/ha. 5. Penyiangan dan Pembumbunan; Penyiangan sangat penting untuk menjaga proses pertumbuhan talas agar tetap baik, karena kalau gulma atau rumput disekitar tumbuh akan merebut jatah makanan tanaman talas. Proses penyiangan dilakukan 3 bulan setelah penanaman. 6. Pembuangan Anakan dan Stolon; Pembuangan anakan dan stolon harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan pisau yang tajam, supaya tidak mengenai indukan. Kalau mengenai indukan akan mengakibatkan tumbuhnya bakteri pada tanaman tersebut. Pembuangan anakan pada bagian umbi yang menempel, jauh sangat sulit dibanding dengan pembuangan stolon. Anakan pada umbi talas sangat banyak apabila menggunakan bibit talas bogor dibanding dengan bibit talas bentul yang lebih sedikit. 7. Pembuangan Bunga, Pembuangan bunga pada talas dimaksudkan untuk menjaga agar umbi yang dihasilkan dapat memiliki bentuk yang sempurna tidak cekung. Karena secara tidak langsung pembungaan yang diikuti terbentuknya buah akan menyedot cadangan makanan yang aada pada umbi. 8. Penanggulangan Hama dan Penyakit ; 8.1. Hama, seperti (a). Belalang daun; penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida dan menjaga kebersihan di areal tanam., (b). .Ulat daun, penanggulangannya dengan menyemprotkkan pestisida, diantaranya Carbaryl, Dichorvos, Kuinalfos, Disulfan, dll. (c).Tungau, penanggulanggannya dengan menyempprotkan pestisida, seperti Azodrin, Galectron, Benlate dll. Sementara untuk penanggulangan 8.1. Penyakit seperti : (a) Hawar daun, penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida, menjaga kebersihan di area tanam, dan membakar daun yang terserang. (b). Busuk umbi, penanggulangannya dengan memilih bibit yang sehat tidak infeksi, rendam bibit dalam air yang diberi fungisida, memisahkan tanaman yang sakit atau dimusnahkan, jangan mengambil air dari lahan yang terinfeksi, dan apabila serangan cukup hebat, maka lahan jangan ditanami talas selama 3 musim tanam. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap MMEmail : Ali.bosarharahap@yaho.co.id Sumber : http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/