BUDIDAYA TALAS ATAU BENTUL SEBAGAI SALAH SATU KOMODITI UNGGULAN DI KECAMATAN TAMBELANGAN
Talas atau Bentul adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidart yang sangat diminati oleh masyarakat Kabupaten Sampang dan salah satu komoditi unggulan yang ada di Kecamatan Tambelangan. Di Indonesia sendiri talas atau bentul memiliki berbagai jenis. Dari sekian banyak talas atau bentul hanya beberapa jenis saja yang sering dibudidayakan petani Kecamatan Tambelangan. Hal ini karena jenis talas yang dibudidayakan tentu hanya talas yang enak rasanya dan besar ukuran umbinya. Pada umumnya pertanaman talas atau bentul masih dijalankan secara tradisional, dimana bibit yang berupa anakan, diperoleh dari pertanaman sebelumnya. Bibit yang baik merupakan anakan kedua atau ketiga dari pertanaman talas atau bentul. Anakan tersebut setelah dipisahkan dari tanaman induk, disimpan di tempat yang lembab, untuk digunakan pada musim tanam berikutnya. Penanaman talas atau bentul sangat mudah dilakukan hanya memerlukan ketekunan dan keterampilan sederhana. Pertama persiapkan bibit yang berasal dari tunas atau umbi. Bila bibit diambil dari tunas, maka tunas itu diperoleh dari talas yang telah berumur 5 sampai 7 bulan, yaitu tunas kedua dan dan ketiga. Bila bibit berasal dari umbi, sebaiknya dipilih bagian umbi yang dekat titik tumbuh, kemudian iris dan tinggalkan satu mata bakal tunas. Umbi yang diiris dianginkan dulu dan waktu disemaikan lapisan bagian dalam irisan dilapisi abu. Baru setelah berdaun 2 sampai 3 lembar, umbi siap ditanam pada tanah yang telah diolah sampai gembur, dengan jarak tanam 75 x 75 cm dan dalam 30 cm. Pengaturan jarak tanam tergantung dari varietas dan ukuran tanaman. Talas biasanya ditanam dalam dua baris di bedengan selebar 1,2 m, dengan jarak 45 cm di dalam baris. Pengolahan lahan maupun penyiapan lahan, tanahnya harus gembur dan lepas. Cara pengolahan tanah dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pengolahan tanah setelah tanaman padi dan setelah tanaman sayuran. Lahan tanam sebaiknya dibersihkan dari gulma yang kemudian digemburkan. Setelah proses penggemburan maka bisa dibuat bedengan kemudian diberi pupuk dasar. Setelah lahan sudah siap maka bisa langsung ditanam dengan jarak 75 x 75 cm dan memiliki kedalaman 30 cm. Untuk jarak tanam bisa disesuaikan dengan kondisi lahan tanam dan musim tanam. Penanaman yang baik bisa dilakukan saat musim awal penghujan. Cara penanaman hanya tinggal meletakkan bibit umbi ke dalam lubang tanam lalu menimbunnya dengan tanah. Pemeliharaan tanaman talas atau bentul bisa dikatakan cukup mudah karena hanya tinggal melakukan proses penyiangan. Penyiangan dilakukan agar tanaman talas atau bentul terbebas dari gulma. Selain melakukan proses penyiangan juga harus dipupuk. Pemupukan dapat dilakukan sebanyak 4 kali dengan beberapa tahapan seperti saat penggolahan tanah, umur 1 bulan, 3 bulan, dan 5 bulan. Lakukan penyiraman secara teratur. Masa panen talas membutuhkan waktu antara 5 sampai 7 bulan atau tergantung dari jenis talas atau bentul yang ditanam. Cara panen talas atau bentul sama dengan umbi lainnya dengan menyingkirkan pohon dan menggali tanah tempat umbi. Di Kabupaten Sampang dan di Kecamatan Tambelangan khususnya harga jual hasil panen talas atau bentul ini masih sangat tinggi melihat minat konsumsi talas atau bentul yang semakin hari semakin bertambah. Penulis : Saiful Sulthon, SPAdmin BPP Tambelangan : Evy Rahmawati