Berkembangnya dunia pariwisata di Bali, terutama kedatangan wisatawan mancanegara berdampak pada permintaan jenis kuliner yang berbau ala barat (Itlalia dan Prancis) juga berkembang. Berbagai bahan makanan yang diperlukan untuk membuat kuliner ala barat sesuai selera para tamu, salah satunya adalah daun basil. Basil banyak dibudidayakan oleh petani yang berlokasi didaerah sejuk seperti Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Membudidayakan tanaman basil tidaklah terlalu sulit. Tanaman ini bisa dibudidayakan dengan metode hidroponik atau pola tanam biasa. Basil juga tahan cuaca panas dan dingin dan mampu tumbuh dengan baik dari dataran rendah sampai ketinggian 450 m dpl. Yang terpenting, tanaman ini harus diberi pupuk dengan cukup nutrisi. Basil (Ocimum basilicum) merupakan sejenis tanaman yang di Indonesia dikenal dengan nama selasih. Basil juga sering disamakan dengan kemangi, padahal basil beda dengan kemangi namun kedua tanaman ini termasuk satu kerabat. Kemangi adalah basil yang berbau seperti lemon atau sering disebut lemon basil. Selain untuk masakan basil juga banyak digunakan untuk membuat minyak atsiri dan aromaterapi. Membudidayakan tanaman basil terbilang tidak sulit. Sebab, tanaman asli India ini bisa dibudidayakan dengan pola hidroponik ataupun secara konvensinal. Petani yang berada di Dusun Batu Sesa, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, melakukan budidaya tanaman ini secara hidroponik dengan menggunakan polybag pada areal seluas 20 are yang dimilikinya. Sistem penanaman dengan hidroponik ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:1. Siapkan polybag yang diisi arang sekam sebagai media tanam. Polybag yang digunakan bukan polybag biasa melainkan polibag panjang dengan ukuran + 50 cm, yang diletakkan secara horizontal/ tidur, dalam 1 polybag dibuatkan 5 lubang tanam, dengan jarak 10 cm.2. Buatkan system irigasi dengan menggunakan selang/ pipa plastic untuk menyalurkan nutrisi ke masing-masing polybag, dari selang tersebut nanti tanaman mendapatkan nutrisi secara terus menerus, dengan cara menetes. Adapun pembuatan nutrisi dilakukan dengan cara sebagai berikut : Untuk paket nutrisi 1 liter dibuat dengan cara mencampur 2,5 mgr nutrisi A dan 2,5 mgr nutrisi B. Selanjutnya campuran kedua nutrisi tersebut dimasukkan dalam drum, dan dari drum ini akan mengalir melalui selang/pipa plastic ke masing-masing polybag yang telah ditanami tanaman basil. Pupuk nutrisi A dan nutrisi B ini merupakan pupuk yang sudah siap pakai dan banyak dijual di toko-toko pertanian.3. Apabila polybag sudah siap dengan media tanamnya, serta instalasi jaringan irigasi telah siap, maka selanjutnya tanaman basil ini baru ditanam. Penanaman tanaman basil dapat dilakukan dengan menggunakan stek, namun bisa juga dilakukan dengan menggunakan bibit, yang tentunya biji disemai terlebih dahulu. Dalam waktu satu minggu bibit sudah mencapai ketinggian 5 – 7 cm, selanjutnya bibit sudah bisa ditanam dalam polybag. Biji dihasilkan dari bunga basil dari hasil penyerbukan bunga basil yang bersifat majemuk berwarna putih keunguan dan berbulu pada bagian luarnya. Setelah bunga mengadakan penyerbukan kemudian muncul biji basil. Buah biji basil memiliki cangkang berukuran 1-2 mm dengan warna hitam hingga coklat tua. Bentuk biji kecil-kecil mirip wijen, jika direndam akan terlihat selaput putih yang membungkus biji. Tanaman ini juga tahan cuaca panas dan dingin. Tapi ada kalanya, di tengah terik matahari, daun basil akan mengecil. Sehingga, membudidayakan basil di tempat yang teduh (semi-shade) jauh lebih baik.Biasanya, pada masa panen, tanaman basil bisa menghasilkan 150 kg hingga 250 kg pada areal 20 are, dengan harga berkisar Rp 55.000-Rp 60.000 per kg. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah perawatannya. Sebab tanaman basil mudah bisa diserang hama kutu daun dan ulat. Karena itu, bila menanam tanaman basil diusahakan berdampingan dengan tanaman lain yang merupakan companion plant (tanaman pendamping sebagai induk pengganti hama dan penyakit). Dengan cara itu, basil akan terhindar dari hama dan serangga. Sehingga, tanaman tetap tumbuh sehat tanpa harus mengusir hama dengan pestisida atau insektisida. (Oleh Ir. I Made Widiada, Ir. I Wayan Artanaya PP Madya Distan Kabupaten Tabanan, Bali).