Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} BAWANG MERAH Bawang merah merupakan salah satu produk hortikultura yang digemari masyarakat untuk bumbu masakan. Keberadaannya yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat menjadikan bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Meskipun demikian tidak selamanya petani bawang merah mampu menikmati hasil yang baik mengingat budidaya bawang merah membutuhkan ketelatenan dan fluktuasi harga yang cepat. SYARAT TUMBUH Tanaman bawang merah lebih optimal tumbuh di daerah beriklim kering. Tanaman bawang merah peka terhadap curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi serta cuaca berkabut. Tanaman ini membutuhkan penyinaran sinar matahari minimal 70%, dan akan sangat baik pertumbuhannya jika mendapatkan penyinaran matahari sampai 12 jam perhari. Suhu udara yang sesuai untuk tanaman ini adalah 25-32°C, dan kelembapan nisbi 50-70%. Tanaman ini memerlukan cukup banyak air dan tidak tahan kekeringan. Namun demikian, tanaman ini akan terganggu bila tergenang air. Tanah yang cocok untuk tempat penanaman adalah jenis tanah lempung berpasir, subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik. Keasaman tanah netral, yaitu dengan pH antara 5,5 – 6,5. Di Indonesia bawang merah cocok ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl. Ketinggian yang optimal adalah 0-450 m dpl. BUDIDAYA a. Persiapan Benih Salah satu varietas benih bawang merah yang banyak ditanam petani Brebes adalah Bima Brebes. Varietas lokal ini mampu menghasilkan 10 ton/ha umbi kering dengan bobot susut panen mencapai 22%. Untuk mendapat panen yang bagus, perlu dilakukan persiapan benih sebagai berikut : -pilih benih bermutu dari varietas yang unggul -umbi untuk bibit dipilih berasal dari tanaman yang cukup tua -tidak mengandung bibit hama dan penyakit -varietasnya jelas dan tidak tercampur dengan varietas lain -telah mengalami penyimpanan paling sedikit selama 2,5 bulan -kebutuhan bibit antara 900–1200 kg/Ha, tergantung pada ukuran bibit dan jarak tanamnya. b. Persiapan Lahan -dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang menyesuaikan lokasi. -suatan antara bedengan dibuat dengan ukuran lebar 50 cm dan kedalaman 60 cm -tanah permukaan bedengan dikerjakan sampai gembur dan rata -dibersihkan dari herba dan sisa tanaman yang tak berguna -diberikan pupuk kompos dengan dosis minimal 2 ton per hektar sebelum benih ditanam c. Penanaman -penanaman sebaiknya dimulai pada waktu pagi hari -jarak tanam 16 cm x 18 cm atau 18 cm x 20 cm, tergantung kepada varietas dan kelas bibit, musim tanam dan kesuburan tanah -jumlah bibit per lubang tanam adalah satu umbi -sebelum bibit ditanam sebaiknya diperlakukan penanganan dengan fungisida (seed treatment) d. Pemeliharaan - Penyiraman Penyiraman dilakukan sekali sehari pada pagi atau sore, mulai sejak bibit ditanam sampai menjelang panen (umur kurang lebih 50 hari). Rekomendasi penyiraman dari Balitsa adalah : Umur 0-10 hari disiram pagi dan sore hari (2 kali), Umur 11-35 hari disiram pagi (1 kali), Umur 36-50 hari disiram sore (1 kali), dan umur 51 hari sampai menjelang panen disiram pagi atau sore hari (1 kali). - Penyiangan Penyiayangan dilakukan dengan mencabut herba (tanaman pengganggu) yang tumbuh diantara tanaman bawang merah secara hati-hati dan jangan sampai merusak perakaran tanaman bawang merah. Tanaman pengganggu selanjutnya dikumpulkan jauh dari lokasi tanaman bawang. Penyiayangan sebaiknya dilakukan sebelum pemupukan. - Pemupukan Sebaiknya menggunakan kompos dengan disebar merata di permukaan bedengan sebagai pupuk dasar minimal 2 ton/ha. Pupuk kimia yang diberikan adalah urea, ZA, SP-36 dan KCl. Dosis pemupukan sangat tergantung pada tingkat kesuburan tanah di lokasi setempat. Dosis pemupukan per Ha menurut Balitsa adalah : 500 kg ZA, 200 kg urea, 300 kg SP-36, dan 200 kg KCl. Sementara menurut Tokoh Petani Brebes, H. Ridwan, dosis pemupukan adalah 200 kg ZA, 400 kg urea, 300 kg SP-36, 300 kg KCl dan 150 kg Kamas. - Melem Melem yaitu perbaikan bagian tepi bedengan dengan cara melepa dengan menggunakan lumpur yang diambil dari dalam suatan. Tujuannya adalah menahan agar aliran air penyiraman tidak mengalir kembali ke suatan, melainkan meresap ke dalam tanah bedengan. e. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama utama bawang merah adalah ulat bawang (spodoptera exigua) dan lalat penggorok daun (liriomyza spp). Sementara penyakit utama bawang adalah penyakit trotol/bercak ungu (alternaria porii) dan antraknose/otomatis (colletotrichum gloesporioides). Penanganan ulat bawang adalah dengan pemetikan daun yang terserang, penggunaan sex pheromone, dan penggunaan insektisida yang sesuai bila populasi telah mencapai ambang pengendalian. Sementara pengendalian lalat penggorok daun adalah dengan perangkap likat kuning, putih, atau biru dan pengendalian dengan PHT (pengendalian hama terpadu). Pengendalian penyakit trotol dan otomatis yaitu dengan pemilihan waktu tanam yang tepat, pemilihan varietas yang tahan, pemupukan berimbang, seed treatment, dan penggunaan fungisida dengan cara dan dosis yang tepat. f. Panen dan Pasca Panen Bawang merah dapat dipanen pada umur 55-60 hari, yaitu saat umbi telah tersembul di atas tanah, bagian pangkal daun lemas, banyak daun rebah, ujungnya menguning. Pengeringan dengan sinar matahari dalam bentuk gedengan. Setelah 5-7 hari pengeringan panas normal, hasil panen siap dipasarkan. (Penyusun : Amirudin, S.TP, Penyuluh Pertanian Kabupaten Brebes) Sumber : 1. Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Pertanian, Tanaman Hortikultura. Dinas Pertanian Kehutanan dan Konservasi Tanah Kabupaten Brebes, tahun 2003. 2. Budidaya Bawang Merah. Nani Sumarni dan Achmad Hidayat, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, tahun 2005