Loading...

Budidaya Tanaman Cabe Rawit Dalam Polybag

Budidaya Tanaman Cabe Rawit Dalam Polybag
Pembangunan pertanian diarahkan pada peningkatan pemberdayaan dan peningkatan sumberdaya manusia. Maka peran dan fungsi balai penyuluhan pertanian lebih dituntut lagi untuk mampu melaksanakan fungsi secara optimal sebagai basis penyuluh pertanian, untuk merubah sikap, keterampilan dan perilaku petani dalam berusahatani yang lebih baik dan menguntungkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya Metode penyuluhan yang dapat dilihat langsung oleh petani salah satunya melalui percontohan usahatani, sehingga lebih mudah untuk menarik minat untuk meniru dan melaksanakannya. Kegiatan percontohan budidaya tanaman cabe rawit dalam polybag ini yang dilakukan di lahan UPT BPK Sasak Ranah Pasisia bertujuan dapat memberikan hasil produksi yang meningkat dengan pemanfaatan potensi lokal yang ada dan kegiatan pemeliharaan tanaman yang mudah Teknis pelaksanaan kegiatan budidaya cabe rawit dalam polybag di UPT BPK Sasak Ranah Pasisia yang pertama adalah persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti benih cabe rawit, tanah, polybag, pupuk kandang sapi, pupuk npk ponska, pupuk ss, pupuk npk mutiara, pupuk cair super bionix, pupuk organik petroganik, sekam dan pestisida bila diperlukan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut: Persiapan Lahan, Persiapan lahan dilaksanakan untuk membersihkan lahan dari akar- akar tanaman yang mungkin menggangu penempatan polybag tanaman. Pengolahan Tanah, Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan cangkul yang dimaksudkan untuk mencampur tanah, pupuk kandang dan sekam agar menjadi satu satuan dan merata, sehingga penanaman lebih mudah dilaksanakan tanpa menggunakan tenaga yang cukup banyak dan pertumbuhan tanaman lebih mudah berkembang. Persiapan benih cabe rawit, benih yang digunakan adalah benih unggul dengan ciri pertumbuhan baik (viabilitas diatas 80%), tidak rusak dan seragam (tidak bercampur dengan benih lain). Pembibitan benih cabe rawit disemaikan dalam bak persemaian. Persiapan media tanam, yaitu terdiri dari tanah gromosol dicampur pupuk kandang dosis 10 ton/ ha (0,625g/ tanaman) dan NPK Ponska dosis 125g/ tanaman sebagai pupuk dasar selanjutnya dimasukan ke dalam polybag/ pot besar tempat penanaman ukuran 30 x 25 cm yang telah dicampur dengan sekam padi ± 100 gr. Bibit cabe rawit siap dipindah tanamkan ke polybag atau pot besar setelah umur 3- 4 minggu atau ditandai dengan bibit yang telah memiliki 3- 4 helai daun. Pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi; penyisipan tanaman yang mati, pemupukan menggunakan NPK Ponska dengan cara dikocor sekitar tanaman selama fase vegetatif, memasuki fase generatif (pembungaan) dilakukan lagi pemupukan dibenamkan dalam tanah. Penyiangan dilakukan secara manual dicabut dengan tangan Hasil yang dicapai dengan menerapkan budidaya tanaman cabe rawit dalam polybag adalah memudahkan dalam pemeliharaan, dalam hal ini penyiangan, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Alternative model tanam karena kondisi lahan di kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang rentan terserang banjir (tadah hujan/ rawa lebak) (Zuhelmi, SP/ KJF DTPHP)