Loading...

Budidaya Tanaman Jahe, Kencur dan Temulawak di antara Pertanaman Kelapa

Budidaya Tanaman Jahe, Kencur dan Temulawak di antara Pertanaman Kelapa
Budidaya Tanaman Jahe, Kencur dan Temulawak di antara Pertanaman KelapaTanaman temu-temuan dapat diusahakan di antara pertanaman kelapa. Dengan menanam temu-temuan di antara pertanaman kelapa maka dapat meningkatkan nilai tambah bagi pekebun, disamping dapat untuk memenuhi kebutuhan tanaman untuk industri obat tradisional dan modern. Tanaman temu-temuan yang dapat ditanam di antara pertanaman kelapa diantaranya adalah jahe, kencur, temu lawak,kunyit, temu ireng, dan lengkuas.JaheSebelum dilakukan penanaman, perlu dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu dengan cara mencangkul dan menggaru tanah sedalam 30 cm, kemudian dibuat bedengan setinggi 20 cm. Ranting-ranting yang sukar lapuk dibersihkan.Persiapan bibit dilakukan dengan cara memilih bibit dari rimpang yang baik dan seragam besarnya, berat bibit berkisar antara 25-40 gram. Selanjutnya bibit disusun dialasi jerami dan disiram setiap hari. Semua rimpang yang akan digunakan sebagai bibit ditunaskan terlebih dahulu dalam persemaian untuk memacu pertumbuhan selama 2-3 minggu atau sampai mata rimpang sudah tumbuh 2-6 cm. Dari rimpang yang tumbuh selanjutnya dilakukan seleksi rimpang dengan melakukan pemotongn rimpang dengan pisau menurut ukuran. Selanjutnya bibit tersebut direndam dalam larutan agrimicin 0,1% selama 15 menit, selanjutnya dikering anginkan selama 6-10 jam. Setelah kering kemudian ditaburkan abu dapur untuk mengamankan sayatan dari gangguan jamur, Selanjutnya benih dapat ditanam sedalam 3-7,5 cm dengan jarak 40 m x 60 cm. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan melakukan pembumbunan, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Pembumbunan dilakukan setelah terbentuk rumpun 1-2 anakan. Penyiangan gulma dilakukan sebulan sekali, atau disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pengendalian penyakit dilakukan setiap bulan atau apabila ada gejala serangan. Pemupukan dilakukan dengan memberi pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/lubang, diberikan 1-2 minggu sebelum tanam. Pupuk SP 36 dan KCl diberikan pada saat tanam dengan dosis masing-masing 100kg/ha. Pemupukan kedua dan ketiga masing-masing dengan dosis 100 kg/ha. Panen dilakukan setelah daun mengering atau berumur 8-10 bulan. KencurPersiapan lahan dilakukan dengan pengolahan tanah agar menjadi gembur dengan cara mencangkul dan menggarpu tanah sedalam 25-30 cm. Ranting dan sisa tanaman yang sukar lapuk dibersihkan. Selanjutnya dibuat bedengan setinggi 20 cm agar tidak terjadi penggenangan. Persiapan bibit dilakukan dengan memilih bibit yang baik dan sehat, tidak lecet dan busuk. Rimpang benih dipotong dengan ukuran 25-40 gram yang mengandung 2-3 mata tunas. Bibit disemaikan pada tempat yang teduh selama 2-3 minggu agar keluar tunas yang seragam, selanjutnya disusun dengan alas dan ditutup jerami dan disiram setiap hari. Penanaman dilakukan pada lubang tanam sedalam 5-7 cm dengan jarak tanam 30-40 cm.Selanjutnya dilakukan pemberian pupuk dengan cara memasukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam dengan dosis 200 kg/ha. Pada saat tanam juga diberi KCl dan SP 36 dengan dosis masing-masing 200 kg/ha. Pada umur satu bulan dan dua bulan setelah tanam diberi pupuk urea dosis 100 kg/ha dengan cara ditugal/larikan di sebelah kiri dan kanan. Setelah umur satu bulan dilakukan penyiangan dan selanjutnya dilakukan penyiangan sesuai dengan keadaan gulma. Pembumbunan dilakukan setelah terbentuk rumpun 1-2 anakan. Panen dilakukan apabila daun sudah mengering atau ± 10 bulan setelah tanam.Temulawak.Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggemburkan tanah dengan cara mencangkul dan menggarpu tanah sedalam 25-30 cm. Ranting-ranting yang sukar lapuk dibersihkan, kemudian dibuat bedengan setinggi 20 cm.Persiapan bibit dilakukan dengan memilih rimpang induk (rimpang utama) atau rimpang anakan (rimpang cabang). Bakal bibit harus sehat dan memiliki umur 10-12 buan. Selanjutnya rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata tunas dan dijemur 3-4 hari selama 4 jam setiap harinya dari jam 7.00-11.00. Dilakukan penyiraman setiap hari selama penunasan (3-4 minggu). Selanjutnya bibit rimpang ditanam sedalam 7.5 – 10 cm dengan mata tunas mengarah ke atas dengan jarak tanam 60 x 60 cm. Persiapan bibit yang berasal dari rimpang anakan dilakukan dengan cara menyimpan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan sampai keluar tunas baru. Penyiapan bibit juga dapat dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat yang teduh, menyiraminya dengan air bersih setiap pagi/sore hari sampai keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas segera di potong-potong menjadi potongan yang memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam. Bibit yang berasal dari rimpang induk lebih baik dari pada rimpang anakan. Sebaiknya bibit disiapkan sesaat sebelum tanam agar mutu bibit tidak berkurang akibat penyimpanan. Masa tanam temu lawak yaitu pada awal musim hujan untuk masa panen musim kemarau mendatang. Masukkan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/lubang sebagai pupuk dasar. Pupuk KCl dan SP 36 diberikan pada waktu tanam sebanyak 100 kg/ha. Pupuk urea 150 kg/ha diberikan pada umur dua bulan 70% dan pada umur empat bulan 30%. Penyulaman dilakukan tiga minggu setelah tanam. Pembumbunan dan penyiangan dilakukan setiap bulan atau disesuaikan dengan keadaan lapang. Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan apabila ada gejala serangan. Panen dilakukan setelah bagian tanaman yang ada di permukaan tanah gugur (9 bulan setelah tanam). Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan.Sumber: Teknologi Pola Tanam Tanaman Sela Perkebunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Loka Penelitian Tanaman Sela Perkebunan.2005.