Loading...

BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI TUMPANG SARI UBI KAYU

BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI TUMPANG SARI UBI KAYU
BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI TUMPANG SARI UBI KAYU PENDAHULUAN Budidaya Tumpang sari Tanaman ubikayu dengan kedelai di lahan kering sudah biasa dilakukan petani di Lampung. Keuntungan yang diperoleh petani dari sistem ini antara lain: 1) Pemanfaatan ruang kosong antar barisan tanaman muda ubikayu dengan tanaman kedelai, 2) Hasil panen dalam waktu singkat (80-85 hari) dari tanaman kedelai; 3) Daun kedelai dan perakaran kedelai yang membentuk bintil rhizobium menambah kesuburan tanah; 4) Produktivitas lahan dan nilai ekonomi usahatani dalam satu tahun meningkat.Teknik tumpangsari yang direkomendasikan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) menggabungkan tiga macam budidaya, yakni: 1) budidaya monokultur tanaman kedelai pada musim pertama (awal musim hujan), 2) tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang diatur secara baris ganda (double-row) (umur Kedelai 20 hari), 3) budidaya lorong tanaman kedelai di antara ubi kayu pada musim kedua (menjelang akhir musim hujan). PENGOLAHAN TANAH Pengolahan tanah menjelang atau diakhir musim hujan dengan dibajak 1-2 kali kemudian digaru 1 kali; Pembuatan saluran drainase dengan ukuran lebar 30 cm dan kedalaman 25 cm; Pengapuran perlu dilakukan pada lahan kering sebanyak 50 kg/ha, terutama pada lahan kering masam dengan tujuan meningkatkan pH tanah, menurunkan kandungan hara yang dapat meracuni tanaman dan meningkatkan kandungan hara Ca dan Mg. PEMILIHAN BIBIT Untuk mendapatkan hasil yang tinggi, benih yang digunakan perlu memenuhi persyaratan berikut: Daya tumbuh baik (di atas 80%); Tidak tercampur dengan varietas lain; Bersih atau tidak tercampur biji-bijian tanaman lain dan kotoran; Biji bernas, tidak keriput, dan tidak luka/tergores; Umur benih tidak lebih dari 6 bulan sejak dipanen; Semakin baru benih, semakin baik mutunya; Kebutuhan benih setiap hektar lahan adalah 40-45 kg. CARA INOKULASI BENIH Siapkan benih kedelai dalam jumlah yang cukup (40-45 Kg/Ha); Siapkan rizobium sebanyak 1 bungkus campur dengan air 1 liter untuk 20 kg benih; Benih, rizobium yang sudah ditambah 1 liter air tersebut dimasukkan keember; Aduk sampai rata, diamkan sekitar 30 menit. Benih yang telah dicampuri rizobium harus secepatnya ditanam. PENANAMAN Jarak tanam mono kultur yang biasa digunakan adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm; Jarak tanam Tumpangsari Ubi Kayu Baris Ganda 60 x 80 x 100 cm, pada jarak tanam Ubi Kayu 100 cm di tanam kedelai dengan jarak tanam 20 x 20 sebanyak 4 lajur; Penanaman Kedelai dilakukan lebih dahulu, Ubi Kayu ditanam setelah kedelai berumur 20 – 30 hari; Lubang tanam kedelai dibuat dengan cara ditugal; Benih ditanam sebanyak 2 biji per lubang; Bila ditanam di tanah tegalan, waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. JARAK TANAM 60 Cm 30 20 20 20 30 60 CmX X 0 0 0 0 X X 0 0 0 0 X X 20 cm 0 0 0 0 0 0 0 0 20 cm 0 0 0 0 0 0 0 0 20 cm 0 0 0 0 0 0 0 0 20 cmX X 0 0 0 0 X X 0 0 0 0 X X Keterangan : X = Ubi Kayu 0 = Kedelai PEMUPUKAN DENGAN POLA PEMUPUKAN LENGKAP DAN SEIMBANGPupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan pupuk kimia; Pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos pada saat pengolahan tanah sebanyak 2,5 - 5 ton/ha dan sebagai penutup lubang tugal; Penggunaan POC saat tanaman berumur 7 dan 15 HST; Pupuk NPK menggunakan 100 kg/ha, dan SP-36 menggunakan 50 kg/ha; Pupuk NPK dan SP-36 dicampur dan diaplikasikan selambat-lambatnya saat tanaman berumur 10 hari dan pada saat tanaman kedelai mulai berbunga; cara aplikasi pupuk dengan dilarik atau ditugal di samping barisan tanaman, dengan jarak 5-7 cm dari tanaman; Pupuk yang diberikan ditutup dengan tanah. PERLINDUNGAN TANAMAN Hama tanaman kedelai yang sering dijumpai adalah antara lain lalat bibit, penggerek polong, dan penghisap polong; Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah karat daun; Pengendalian HPT dengan penyemprotan Pestisida 0,5 liter/ha sebanyak 2 kali, saat tanaman mulai berbunga untuk pengendalian pengerek batang dan saat pengisian polong untuk pengendalian penghisap polong. PENYIANGAN Penyiangan bertujuan untuk membebaskan tanaman dari tanaman pengganggu (gulma); Penyiangan dapat dilakukan dua kali, saat umur tanaman 2-3 minggu dan 5-6 minggu setelah tanam, tergantung kondisi gulma; Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan menggunakan mulsa jerami atau menyemprotkan herbisida 1 liter/hektar yang dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam; aplikasi herbisida perlu hati-hati agar tidak mengganggu tanaman kedelai. PANEN DAN PASCA PANEN Panen dilakukan setelah > 95% daun sudah rontok; menggunakan sabit atau mesin panen; kemudian lakukan penjemuran; Pemisahan biji dengan cara di pukul atau menggunakan mesin perontok; Pisahkan biji dari kotoran kemudian jemur; setelah kering, biji dapat disimpan atau dijual. HERI TRIYATMANTO, S.P. THL – TBPP Angkatan 2008