OLEH : ASMI, SP Labu parang sering disebut juga labu duduk atau labu kolek. Sebagian besar masyarakat indonesia sangat menyukai labu parang untuk digunakan sebagai kolak, dodol atau bahan kue – kue. Kadang – kadang labu yang tua digunakan sebagai bahan makanan pokok tambahan. Bijinya dapat dibuat kuwaci. Labu parang yang yang sudah tua dapat disimpan hingga 4 – 5buah lamanya, labu parang dapat ditanam ditanam didataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman labu yang ditanam ditegala, sawah tadah hujan ataupun pekarangan menggunakan para – para, tetapi ada juga yang dibiarkan tumbuh menjalar dipermukaan tanah. Syarat – syarat Tumbuh Tanaman labu parang dapat tumbuh ditempat yang berhawa panas dan dingin. Iklim yang dikehendaki adalah iklim kering. Disaerah yang curah hujanya tinggi sebaiknya ditanam dimusim kemarau sedangkan pada daerah kering ditanam pada musim penghujan Tanaman labu memerlukan tanah yang subu dan gembur, pada, daerah tandus tanaman ini dapat juga tumbuh asalkan diberi pupuk kompos atau pupuk kandang secukupnya. Bibit Untuk bibit gunakan biji – biji yang lebih tua Cara tanam dan pemeliharaan Lubang penanaman dan pemupukan dasar Setiap tanaman labu oarang membutuhkan satu lubang penanaman dengan diameter 25 cm dan dlam nya 20 cm, setiap lubang tanaman isi den gan pupuk kandang ata,u kompos sebanyak 5 kg, kompos dan pupuk kandang ini dicampur, dengan tanah galian sehingga menjadi gundukan kecil Cara bertanam Satu minggu setelah lubang tanaman dibuat, maka disetiap gundukan tanah dan pupuk itu dibenamkan 2 biji bibit labu, biji labu yang ditanam harus ditaburi abu sekam atau abu dapur sebagai penolak hama bekicoti dan cacing. Pemakaian abu dapur dapur dilakukan sampai tanaman tumbuh setinggi 25 cm Tunas dan para – para Dianjurkan supaya tanaman labu parang itu dirambatkan keturus – turus dan kepara – para yang sangat kuat. Berat labu parang sekitar 3 – 5 kg, harus disediakan para – para yanfm kuat karena disetiap tanaman dampat berbuah hingga 10 buah. Cara membuat para – para yang kuat mula – mula lanjaran bambu dipotong dengan ukuran 2 m, ukuran tersebut dimaksudkan untuk tiang para – para setinggi 1,5 m diatas permukaan tanah dan 0,5 m didalam tanah , lebih pasnya lagi tinggi iag disesuaikan dengan tinggi badan karena berhubungan dengan kemudahan dan pemeliharaanya. Untuk satu bibit diperlukan empat batang tiang dan satu turus. Setelah empat tiang dipancangkan, kemudian dipasang batang – batang bambu dihubungkan keempat tiang tersebutdan diatas batang bambu tersebut dipasang bambu – bambu yang telah dibelah menjadi dua bagian Iberi tambahan pupuk Penyiangan rumput perlu dilakukan 2 – 3 kali yaitu pada waktu tanaman berumur 10 hari, 3 minggu dan 6 minggu. Membumbun tanaman dilakukan 2 kali pada waktu tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu Pemupukan Tanaman Kalau tanaman labu parang dibiarkan tumbuh dan berproduksi lebih dari 6 bulan, maka setiap 3 bulan sekali perlu diberi tambahan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 kg Kebutuhan Untuk menjaga kelembaban akar dianjurkan menaruh mulsa yang terdiri dari jerami atau rumput kering disekitar tumbuhan labu.. Kalua kelembaban melebihi dari ukuran yang dibutuhkan maka buah akan berkurang sebaliknya daun nya akan rimbun. Kalau daun – daun terlalu rimbin maka pucuk batangnya harus dipotong . Dalam praktek bahwa pemotongan pucuk batang dapat memperbaiki pertumbuhan buah. Selain itu diupayakan agar bunga labu parang mudah dilihat kupu – kupu dan lebar agar lebih banyak terjadi penyerbukan dan pembuahan