Pekarangan dapat dihijaukan dengan menanam aneka tanaman dalam pot atau polybag. Dan hal ini dapat dilakukan di areal pekarangan rumah kita. Meskipun kadang kita beralasan bahwa kita memiliki luasan pekarangan yang terbatas atau sempit lalu kita tidak mau memanfaatkan pekarangan kita untuk menanami tanaman yang bermanfaat. Menghijaukan pekarangan dengan tanaman sayuran seperti sawi akan memberikan beberapa manfaat. Pertama, pekarangan rumah menjadi hijau dan segar. Tanaman hijau merupakan sumber oksigen untuk keperluan pernafasan manusia, sehingga dengan adanya sayuran hijau merupakan sumber oksigen di dekat rumah. Kedua, sayuran hijau di pekarangan merupakan bahan pangan yang menghasilkan vitamin dan mineral. Ketiga, sayuran hijau dari pekarangan rumah dapat dipanen untuk keperluan dapur akan mengurangi pengeluaran kaum ibu untuk belanja sayuran. Sulitkan menanam sayur dalam pot atau polybag di pekarangan, tentu saja jika ada kemauan maka akan terasa mudah melaksanakannya. Persiapan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : Media tanam berupa campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang yang sudah menjadi kompos. Kompos bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan sisa-sisa sayuran dan daun-daun tanaman pekarangan. Siapkan wadah untuk media tanam. Bisa berupa botol-botol bekas minuman, sisa kaleng cat, ember plastik bekas dan lain-lain. Buat lubang pada bagian bawah wadah pot agar air tidak tergenang pada saat penyiraman, sehingga akar tanaman tidak busuk karena tergenang air. Siapkan benih sawi untuk disemai. Sebelum benih disebar rendam dengan larutan Previcur selama ± 2 jam. Pada saat perendaman dapat kita ketahui benih yang baik dan tidak baik. Benih yang baik akan tenggelam, sedangkan yang mengapung dipisahkan dan dibuang. Benih yang baik kemudian dipisahkan dan keringanginkan. Wadah semai bisa menggunakan pot atau kaleng bekas atau ember plastik bekas. Kemudian isi dengan tanah yang telah dicampur dengan kompos. Lalu basahi dengan air, tidak terlalu macak. Kemudian benih ditaburkan di atas permukaan media semai tersebut. Setelah benih tanaman tumbuh, bisa buatkan medai semai benih dari gelas air minum bekas. Lubangi bagian bawah wadah tersebut dan isi dengan campuran tanah dan kompos. Siapkan pot atau polybag. Isi dengan tanah yang sudah dicampurkan dengan kompos. Berikan 1/2 sendok teh pupuk NPK. Setelah bibit berumur 2 minggu, pindahkan dalam pot dan polybag. Lubangi tanah tempat menanam dengan tangan, lalu keluarkan bibit tanaman dengan menekan bagian bahwa gelas sehingga tanah dan bibit keluar. Sebelumnya basahi tanah dengan air bersih, agar tanah tidak terlepas dari akar tanaman. Lalu tanam bibit ke dalam pot. Sirami pot agar diperoleh tanah yang agak lembab. Lakukan pemeliharaan dengan menyiramnya 2 hari sekali. Cukup media tanamnya lembab. Cabut rumput yang tumbuh dan gemburkan tanah disekitar tanaman dan selalu berhati-hati agar akar tidak rusak. Jika ada serangan hama dan penyakit tidak perlu menyemprotkan pestisida. Bisa menggunakan pestisida nabati misalnya dari daun tembakau, cabai dan serai wangi. Setelah tanaman berumur 6 minggu, sayuran sawi sudah bisa dipanen. YOHANES CANDRA ARKE, SP ( WKPP Desa Nibung, Engkerengas dan Dalam Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu)