[JAKARTA] Sesuai Arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian siap mendukung dan mendorong petani dan penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian pada musim rendeng 2024. Program pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor melalui peningkatan nilai tambah. Menyikapi hal tersebut, pada musim tanam pertama ini harus sukses meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Diharapkan adanya partisipasi aktif petani dan penyuluh dalam menggenjot produksi pangan nasional”. jelas Mentan. Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa salah satu yang harus dilakukan bersama adalah melakukan pemupukan berimbang. Sistem tersebut sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya sebuah tanaman. Namun, kata dia, pemupukan juga tidak boleh berlebih karena bisa mengakibatkan erosi dan gagal tanam. "Pemupukan tidak boleh berlebih. Kalau pupuk urea berlebih dia memasamkan tanah dan berbahaya. Akibatnya gampang tererosi dan cepat jenuh airnya, disitulah bisa mengakibatkan gagal tanam," ujar Dedi Nursyamsi. Menurut Dedi, pemupukan adalah komponen utama pada sebuah tanaman. Karena itu diperlukan keberimbangan baik urea maupun dengan proses perawatan. Salah satunya mengatur aliran air. Air sangat diperlukan pada sawah yang baru proses tanam. Namun pengairan tidak boleh berlebih karena dapat merusak akar tanaman. Pada agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 43 yang dilaksanakan pada Jumat (24/11/2023) di AOR BPPSDMP yang bertemakan Dukungan Penyuluh dan Petani Dalam Meningkatkan Produktivitas dan Produksi Padi dan Jagung, narasumber MSPP Ladiyani Retno Widowati yang merupakan Kepala BPSI Tanah dan Pupuk mengatakan bahwa Pembentukan sebuah solum tanah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya jenis bahan induk, iklim, Biota / manusia, topografi (relief) dan Waktu. Untuk tumbuh dan berproduksi, tanaman membutuhkan hara sesuai dengan target produksi”.ujar Ladiyani Retno Widowati. Selanjutnya Ladiyani Retno Widowati mengatakan Bila tidak berimbang, tanaman tidak akan memberikan produksi yang diharapkan. Perlakukan tanah dengan baik dan benar, maka tanah akan memberikan sumber kehidupan yang berkelanjutan, tanah adalah sumberdaya alam yang terbatas jumlahnya.”imbuh Ladiyani Retno Widowati.hvy