BUKA JARINGAN PASAR, DISTAN BALI LAKSANAKAN TEMU USAHA KEMITRAAN
Pemasaran sering menjadi permasalahan klasik yang banyak dihadapi oleh petani dalam dalam melaksanakan kegiatan usahataninya. Terlebih-lebih dalam era globalisasi dimana jarak menjadi sedemikian sempit dan seakan tanpa batas, persaingan pasar menjadi demikian ketat, sehingga peranan pemasaran menjadi sedemikian pentingnya, termasuk pemasaran produk-produk pertanian. Suatu usaha tani dikatakan berhasil apabila produk yang dihasilkan oleh produsen (petani) dapat tersalurkan/dipasarkan. Namun demikian, produk pertanian yang sangat tergantung pada kondisi iklim dan bersifat musiman, harganya cenderung sangat fluktuatif, dimana harga akan anjlok pada saat panen raya dan sebaliknya. Kondisi ini semakin diperparah karena rata-rata sifat produk pertanian mudah rusak (perishable) dan seringkali produk petani pada saat panen raya tidak seluruhnya dapat terserap oleh pasar dan ini merupakan salah satu fenomena umum yang terjadi di lapangan. Dalam upaya mencoba mengatasi masalah pemasaran produk pertanian Bali, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Temu Usaha Kemitraan antara petani/pelaku usaha binaan dengan pengelola swalayan, pengelola hotel, restaurant dan supplier serta pedagang antar pulau. Melalui pengembangan pola kemitraan dapat diharapkan hasil produksi dari komoditas yang diusahakan memperoleh jaminan harga dan pemasaran. Disamping itu melalui kemitraan diharapkan juga dapat mengatasi lemahnya permodalan petani maupun dukungan dan transfer teknologi oleh mitra usaha kepada petani mitra. Prinsip dasar dalam pelaksanaan kemitraan adalah : hubungan "saling memerlukan, memperkuat, dan saling menguntungkan" (hubungan mutualistis) antara petani selaku kelompok mitra dengan pengusaha mitra. Ketiga prinsip dasar kemitraan tersebut lebih dikenal sebagai Trilogi Kemitraan. Temu usaha dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka pelaksanaan Festival Agribisnis 2015 pada tanggal 19 September 2015 bertempat di lokasi kegiatan Festival Agribisnis 2015 di Lapangan Monumen Badjra Sandhi – Denpasar. Dari pelaksanaan Temu Usaha Kemitraan, terjalin 8 (delapan) paket kesepakatan kontrak kerjasama pemasaran antara kelompok tani dengan mitra usaha yaitu antara : STA. Sari Buah dengan PPI Persero, STA. Sari Buah dengan UD. Manggis Sari, Klp. Tani Gunung Mekar dengan Super Market Arta Dewata, STA. Manik Mekar Nadhi dengan Swalayan Tiara Dewata, Hardy's dan Moena Fresh, Kelompok Hare Jaya Agro dengan Moena Fresh serta UD. Karya Putra dengan PT. Nusantara Segar Global. Penandatanganan MOU (Perjanjian Kerjasama Kemitraan) antara petani dengan pengusaha mitra dilaksanakan pada saat acara Pembukaan Festival Agribisnis 2015 dan didampingi serta disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali selaku pembina sekaligus saksi berharap Perjanjian Kerjasama Kemitraan yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit dalam membangun jaminan pasar dan harga produksi petani Bali. Oleh : Ir. I Made Oka Parwata, M.MA. PP. Madya Distan TP. Bali