Pertemuan Bupati dan Pangdam VI Mulawarman Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Kaltim, Mayjen TNI Benny Indra Pujiastono, obtimis, program swasembada pangan yang di canangkan Presiden Jokowi menuju swasembada pangan (beras) 2017 akan terwujud. Pihaknya bahkan akan memberikan sanksi bagi masing-masing Kodim di Indonesia yang gagal membantu petani mewujudkan swasempada pangan. Berdasarkan hasil Rapat Pimpinan (rapim) yang dilaksanakan jajaran TNI beberapa waktu lalu, bahwa mulai akhir april 2015, masing-masing kodim harus melaporkan hasil kegiatannya dilapangan untuk mewujudkan swasembada pangan. Bagi kodim yang tidak berhasil dalam program ini sangsi tegas dari pimpinan berupa pemecatan jabatan, " terang Benny Indra Pujiastono, disela sela pembahasan pengairan irigasi pertanian diwilayah sebakung jaya Kecamatan Babulu, Rabu, (4/3) kemarin di Ruang pertemuan Pangdam Mulawarman. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Penajam Paser Utara PPU, Drs. Yusran Aspar, Msi, Dandim 0904 TNG Letkol Inf W Rimoko Ardani, Kepala Dinas Pertanian, Ir. Joko, Kepala Bappeda PPU, Ir. Puguh Sumitro, kepala Dinas perikanan dan kelautan, Ir. Ahmad Usman dan sejumlah pejabat dilingkungan Kodam VI Mulawarman. Dikatakan Benny, upaya peningkatan mutu pertanian telah dilakukan. Mulai pelatihan kepada masing-masing kelompok tani di dikecamatan babulu, melalui masing-masing Babinsa. Bahkan TNI bukan hanya melakukan pendampingan kepada para petani, namun semua anggota TNI yang di kerahkan untuk kegiatan ini turun kelapangan ikut membantu para petani mulai menanam, mengelola lahan hingga panen. Untuk mewujudkan itu, Pangdam menegaskan, menurunkan 52 Babinsa yang membantu kelompok tani mulai menggarap sawah, menanam sampai memupuk dan panen. Selain itu juga akan menyiapkan personel yang memback up petani yang selama ini masih kekurangan tenaga kerja. Sebelum mereka diterjunkan, lanjut dia, para Babinsa ini sudah menjalani berbagai pelatihan termasuk memberikan pengetahuan tentang cara mengoperasikan Alsintan sampai pembibitan dan pupuk. Pangdam mengaku, sebelumnya potensi pertanian PPU ini sudah pernah dipaparkan di Jakarta Namun kadang segala sesuatunya secara tehnis pengerjaan dilapangan telah kita tuntaskan, tetapi kebutuhan petani yang harusnya siap, belum ada. Misalkan ketersediaan pupuk, bibit dan sebagainya, sehingga yang seharusnya sudah eksen dilapangan, harus menunggu kelengkapan tersebut, ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah, terangnya. Pertemuan ini juga dipokuskan pada bendung sungai talake yang akan menjadi pasokan irigasi di sebakung jaya. Selama ini, kendala utama yang dialami bagi pertanian di kecamatan babulu adalah masalah pengairan. Sehingga petani hanya mampu tanam dalam setahun. Dengan adanya bendung sungai talake sebagai irigasi sebakung jaya, diyakini petani akan dapat tiga kali panen dalam setahun.Dikatakan Konsultan Dinas PU Provinsi, progres pembangunan bendung sungai talake telah siap dikontruksi. Dalam hal ini, Kabupaten PPU merupakan wilayah tersiap dan telah memenuhi tiga syarat terbangunya bendung talake di bandingkan daerah lain di Kaltim. Admin_PPUSumber : Humas & Protokol Kab. Penajam Paser Utara