Loading...

BUSUK UJUNG BUAH TOMAT

BUSUK UJUNG BUAH TOMAT
Blossom end rot dikenal sebagai penyakit busuk ujung buah tomat yang merupakan salah satu jenis penyakit yang paling mematikan pada buah tomat. Serangan penyakit ini biasanya pada buah yang masih muda, buah yang semi matang atau pada buah yang sudah masak dan siap petik. Gejala serangan penyakit ini diawali dengan adanya bercak berwarna hijau gelap pada ujung buah tomat. Kemudian berubah menjadi lekuk basah cokelat sampai kehitam-hitaman. Setelah itu ujung buah akan mengkerut, bentuknya pipih dan daging buah dalam setiap dompolan menjadi busuk basah atau busuk kering serta rusak.Penyakit ini sebenarnya adalah gejala fisiologis akibat tidak seimbangnya unsure Ca (kalsium) pada tanaman tersebut. Kalsium dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan sel yaitu menyusun dinding-dinding sel, pembelahan sel dan perpanjangan sel. Pada pertumbuhan sel, kalsium dibutuhkan dalam konsentrasi yang relative besar. Apabila kekurangan kalsium maka jaringan akan rusak dan meninggalkan bekas yang khas di bagian ujung buah, sehingga pertumbuhan terhambat dan menurunnya kualitas buah.Blossom end rot disebabkan karena kurang terpenuhinya unsur hara Ca pada tanaman, kondisi ini dikarenakan tanah kurang menyediakan unsur Ca atau karena tanah cukup Ca namun tidak diserap oleh akar tanaman akibat tanah yang terlalu basah atau terlalu kering. Beberapa faktor yang dapat membatasi kemampuan akar tanaman tomat untuk menyerap kalsium adalah:- Fluktuasi kelembaban tanah- Kelebihan nitrogen dalam tanah- Kerusakan akar akibat praktik budidaya yang tidak benar (seperti ketika menggunakan garu atau cangkul untuk membersihkan gulma)- Tanah yang terlalu dingin- Keasaman tanah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah- Terlalu banyak pupuk yang ditaburkan menyebabkan tanaman tumbuh terlalu cepat sementara kalsium tidak dapat "diangkut" ke tanaman dengan cepat.Pada kondisi tanah kurang menyediakan unsure Ca dapar dilakukan penambahan pupuk alami yang mengandung Ca, yaitu dari kulit telur. Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam mengolah kulit telur menjadi pupuk. Cara pertama hancurkan cangkang telur telur menjadi lebih lembut, kemudian masukkan ke dalam tanah. Sedangkan cara kedua yaitu dengan memanfaatkan hasil rebusan air cangkang telur, lalu dibiarkan semalam kemudian siap disiramkan pada tanaman. Cara kedua ini lebih efektif atau memberikan efek yang lebih cepat.Untuk mengatasi serangan penyakit fisiologis ini dianjurkan memilih varietas tomat yang tahan, misalnya tomat hibrida varietas Kada. Selain memilih varietas tomat yang tahan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain :• Pada saat pengolahan tanah lakukan pengapuran, terutama lahan yang mudah kekurangan Ca atau pH-nya rendah. Dosis pengapuran disesuaikan dengan angka pH tanah, namun umumnya sekitar 1.000 kg per ha, dicampurkan merata dengan tanah.• Bila muncul gejala, segera disemprot dengan CaC12 pada seluruh permukaan daun 5-7 hari sekali secara berulang-ulang sampai sembuh. Dosisnya 0,5-1,0 % dan tidak dicampur dengan pestisida. Dapat pula disemprot pupuk daun yang kandungan unsur Ca-nya tinggi.• Hindari penggunaan pupuk N yang tinggi. Selain dapat mengurangi penyerapan kalsium, N yang tinggi meningkatkan resiko serangan penyakit.• Jaga kelembapan tanah pada kondisi optimal. Apabila tanah terlalu kering, siram secukupnya hingga lapisan tanah sedalam 10 cm tetap basah. Lebih efektif apabila menggunakan mulsa perak.• Jaga pH tanah pada titik sekitar 6,5 Penulis : RIYANTI DWI KARTIKA, SP (Penyuluh Kota Jayapura)