Loading...

CARA MEMPERBANYAK ANAKAN PADI SAWAH

CARA MEMPERBANYAK ANAKAN PADI SAWAH
Salah satu kunci sukses keberhasilan budidaya padi adalah dengan memperbanyak anakan padi. Karena semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi, diharapkan akan semakin banyak bulir malai yang terbentuk dan saat panen pastinya akan diperoleh peningkatan produksi yang sangat tinggi.Banyak sekali teori dan pengalaman dalam ilmu pertanian. Berbeda daerah berbeda budaya, beda orang beda cara, demikian pula banyak sekali tips, teori dan metode untuk mengembangkan potensi hasil dalam budi daya tanaman.Ilmu pertanian modern itu penting untuk dipelajari, di negara tetangga seperti Thailand petani sudah diajari ilmu-ilmu baru yang diajarkan oleh instruktur pertanian sesuai bidangnya sehingga petani tidak salah arah.Pada ilmu pertanian khususnya dalam proses penanaman padi, sebenarnya banyak ilmu yang perlu dipelajari dalam penanaman padi salah satunya adalah teknik memperbanyak anakan padi.Anakan padi merupakan batang padi yang muncul dari batang utama padi. Batang anakan ini pun dapat mengeluarkan batang anakan lain dan seterusnya hingga sebanyak-banyaknya.Semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi maka diharapkan akan semakin banyak bulir malai yang dihasilkan. Untuk itu memperbanyak anakan padi telah menjadi prioritas utama para petani.Nah, bagaimana cara agar jumlah anakan pada tanaman padi menjadi banyak? Berikut ini kunci suksesnya, yuk simak! Pemilihan Varietas Setiap varietas Padi memiliki potensi anakan dan setiap varieats belum tentu cocok di tanam di daerah tertentu, sehingga pilihlah varietas yang ada di daerah anda dan menurut pengalaman musim sebelumnya varieats tersebut terbukti tahan trhadap Hama dan penyakit dan memiliki potensi anakan yang tinggi. Tanam bibit muda Menurut penelitian, dengan melakukan tanam bibit muda, tanaman padi akan mengeluarkan anakan lebih banyak jika dibanding tanam bibit tua. Umur bibit muda yang bisa ditanam antara umur 7-14 hari setelah sebar. Tanam satu bibit perlubang Penanaman jumlah bibit berpengaruh terhadap jumlah anakan yang akan keluar, untuk mendapatkan jumlah anakan yang banyak bisa menanam bibit 1/lubang dengan maksimal 3 bibit perlubang. Tanam dangkal Penanaman bibit saat tanam jangan terlalu dalam. Kedalaman ideal untuk menanam padi berkisar 2 hingga 3 cm saja. Semakin dalam bibit padi ditanam, perkembangan akar akan sedikit terhambat selain itu usaha pembentukan anakan padi akan semakin sedikit terlambat. Berikan unsur hara dengan kandungan phosphor (p) Berikan unsur hara yang mempunyai kandungan phosphor (P) sedini mungkin (2 hari sebelum tanam). Unsur hara phospat dapat diperoleh dengan menggunakan pupuk anorganik. Sebenarnya, pada tanah memiliki kandungan phospat yang tinggi, tapi unsur phospat yang terkandung di pupuk anorganik ataupun tanah tidak dapat terserap langsung oleh tanaman karena terikat oleh tanah. Memberikan unsur nitrogen Pemberian unsur nitrogen (N) pada fase vegetatif sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur N juga berperan dalam membantu pembentukan anakan padi. Oleh karena itu, saat proses awal terjadinya pembentukan anakan padi, unsur N ini harus tersedia dan tidak boleh terlambat. Perhatikan Jarak Tanam Pemberian jarak tanam juga harus diperhatikan karena jarak tanam juga menentukan jumlah dan kualitas ana kan padi. Jarak ideal menanam padi adalah 30 cm antar bibit atau bisa menggunakan metode legowo.Gambar : Legowo 2 : 1 Terapkan system intermitten/berselang untuk pengairan tanaman padi Pengairan yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan system intermitten (pengairan berselang memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan). Jaga pemberian air pada tanaman padi secara periodik, diairi lalu dibiarkan sampai kering (tanahnya pecah rambut) lalu diairi lagi, demikian seterusnya. Penambahan zat perangsang tumbuh Pemberian bahan tambahan ini perlu di lakukan setelah padi mulai dewasa namun belum berbuah sehingga tanaman padi akan semakin bertambah subur, pemberian unsur ini bisa di lakukan dengan zat seperti sitokinin dan giberelin. Pemberian pupuk organik padat juga perlu di lakukan untuk menambah kesuburan tanaman dan proses perkembangan tanaman semakin cepat juga bisa memperbaiki tanah yang rusak akibat pupuk kimia. Pengendalian hama penyakit Tentu proses ini perlu dilakukan pada proses awal tanam sampai akhir proses penanaman, dan bila hal ini sampai lengah kita bisa menanggung akibatnya dengan mengalami gagal panen akibat serangan hama.(As) Penulis : Andisyah Putra / PP Pelaksana Pemula Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun. Sumber : Pertanianku.com Inspirasi Pertanian Nuansa Tani.com