Pendahuluan Tomat merupakan salah satu hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Tanaman yang memiliki nilai ekonomisnya tinggi, biasanya memiliki resiko kegagalan dalam pemeliharaan yang tinggi pula, terutama dalam tehnik pemupukan. Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksi baik kuantitas dan kualitas masi rendah. Hali ini disebabkan, antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim serta tehnik agribisnis tomat. Pemupukan Pupuk Organik Pada Tanaman Tomat Aplikasi Pupuk Kandang dan Manfaatnya Selain pupuk kompos, pupuk yang baik untuk tanaman tomat adalah pupuk kandang. Pupuk kandang diperoleh dari kotoran sapi kambing dan kerbau. Kotoran hewan peliharaan seperti ayam, burung, serta kelinci bisa untuk digunakan untuk pembuatan pupuk kandang, prosesnya sama seperti pupuk kompos. Dikubur dahulu agar tidak berbau dan dibiarkan mikriorganisme yang mengurainya dan sisa-sisa makanan yang dikeluarkan oleh binatangb pemakan rumput jauh lebih baik. Menggunakan pupuk buatan jauh lebih baik karena pupuk yang dipakai adalah alami, tanpa bahan kimia buatan. Disisi lain, air yangndipakai untuk menyiram adalah air yang bersih. Dalam pemupukan tomat, kebutuhan pupuk kandang untuk setiap hektar lahan tomat adalah sekitar 15-20 ton. Pemberian pupuk kandang mampu menigkatkan tinggi dan bobot kering tanaman tomat. Hal ini mengindikasi bahwa pemberian pupuk kandang dapat memperbaiki kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah. Senyawa dan nutrisi yang terdapat dalam pupuk kandang merupakan sumber energi dan hara bagi mikroba tanah, baik yang berperan dalam proses agregasi struktur tanah maupun meningkatkan ketersediaan dan kelarutan hara dalam tanah. Aplikasi Ekstrak Organik dan Manfaatnya Untuk meningkatkan efesiensi penggunaan pupuk organik, petani dapat menggunakan ekstra organik atau bioktivator. Ekstra organik adalah merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, yaitu libah pertanian, peternakan dan perikanan, yang mengandung berbagai macam asam amino, fithohormon, mikroba menguntungkan, berbagai vitamin dan diperkaya dengan nutrisi esensil yang berperan dalam mengaktifkan dan menstimulasi pertumbuhan mikroba dilitofir maupun filosfir tanaman. Adanya pasokan substrat organik dan nutrisi dalam bioktivator akan memacu pertumbuhan dan perkembangan mikroba pengurai yang secara alami banyak terdapat dalam tanah sehingga proses penguraian berbagai bahan organik berlangsung lebih cepat. Aplikasi ekstrak organik dalam bentu cair meresap lebih cepat di lirijosfir tanaman sehingga dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan mikroba dalam tanah, yaitu penghasil fithohormon, penambat N, Mikroba pelarut fosfat dan lain-lainnya. Penggunaan ekstrak organik atau pupuk cair dengan kosentasi 2-3 cc, mampu meningkatkan hasil prodiksi tanaman tomat. Pemupukan Pupuk Anorganik Pada Tanaman Tomat Pupuk anorganik yang diberikan untuk tanman tomat , yaitu urea, TSP, dan KCL, atau hanya pupuk lengkap NPK. Pupuk Anorganik yang biasa diberikan adalah urea dengan dosis 225 kg/ha, TSP dengan dosis 100-159 kg/ha, dan KCL 100-150 kg/ha, sedangkan bila menggunakan pupuk NPK dengan dosis 350 kg/ ha. Pupuk urea diberikan tiga kali, yaitu seperti bagian pupuk diberikan pada awal tanam, sepertiga berikutnya pada bulan pertama dan kedua penanaman. Sebaiknya pupuk diberikan dengan cara ditugal, lalu dimasukan pupuk. Waktu pemupukan di bagi menjadi pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar dilakukan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan tanaman.Pemupukan sususlan dilakukan setelah tanaman tomat ditanam dilahan. Dalam pemupukan , yang penting adalah memacuh pertumbuhan bunga dan buah dengan menggunakan pupuk daun. Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 7-30 hari setelah tanam. Bila pemupukan menggukan Pupuk NPK dengan sistem Cor dengan kosentrasi 2-5 grm per liter air dengan interval waktu 7-15 hari. Pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 40 hari setelah tanam dengan memberikan pupuk NPK 300 kg/ha, Setelah tanaman berumur 50 hari setelah tanam dilakukan pupuk susulan ketiga dengan menggunakan pupuk NPK dengan dosis 350 kg/ha. Cara Pemupukan tanaman tomat sebaiknya dilakukan adalah denga cara membuat larikan melingkari tanaman tomat dengan jarak 5-10 cm dari batang tanaman tomat. Apabila melakukan pemupukan dengan mencampurkan ketiaga jenis pupuk anorganik yang terdiri dari urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 2:2:1 lalu masukan kedalam larikan sebanyak 10 gr setiap tanaman atau 1 sendok makan setiap larikan melingkar. Selanjutnya, tutup kembali tanaman yang dibuat, setelah diisi pupuk. Oleh : Admin BPP Kec.Oba Utara