Umunya lahan di pekarangan rumah sangat sempit bahkan tidak cukup untuk menanam bahan pangan, tetapi pekarangan rumah, sebenarnya bisa ditanami kebutuhan pangan dan buah-buahan apalagi sayur-sayuran. Berikut ini cara membuat kebun sayur di pekarangan rumah yang bisa dibuat sendiri dengan mudah. Kebun Sayur Vertikal Kebun sayur vertikal adalah kebun yang ditanam dengan cara memanjang keatas. Oleh karena bangunan sekarang umumnya memiliki pekarangan yang sempit maka dengan menanam kebun sayur secara vertikal bisa dilakukan. Beberapa tanaman sayur yang bisa dicoba untuk menanam secara vertikal adalah cabai, tomat, caisim, sawi, pakchoi, terong, bawang dan selada. Kebun Sayur Hidroponik Kebun sayur hidroponik adalah jenis kebun yang menjadikan air sebagai media tanam tanaman tersebut. Pada kebun sayur hidroponik, perlu diatur kapan aliran air untuk setiap tanaman, kondisi tempat tanam harus steril, besarnya listrik yang digunakan dan berapa persen sinar matahari yang harus diterima oleh tanaman. Cara menanam kebun sayur hidroponik ini sangat menguntungkan karena hasil panen hidroponik menghasilkan sayuran yang segar dan bisa anda petik langsung sendiri. Beberapa jenis tanaman sayur yang bisa ditanam menggunakan kebun sayur hidroponik adalah selada, kangkung, bayam, lettuce romaine dan sawi. Kebun Sayur Polybag Kebun Sayur Polybag adalah jenis kebun yang memanfaatkan polybag dan wadah lainnya untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah. Pemanfaatan wadah ini biasanya dilakukan pada pekarangan yang sempit dan lahan yang ada sudah tidak memiliki tanah yang subur bahkan biasanya merupakan tanah bebatuan. Cara menanam sayuran di polybag dan wadah lainnya sangat ditentukan oleh media tanam yang baik dan memiliki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Secara umum, media tanam yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut: Mampu menyediakan ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur sehingga akar tanaman bisa tumbuh baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang agar tidak roboh. Memiliki porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air sekaligus juga mempunyai drainase (kemampuan mengalirkan air) dan aerasi (kemampuan mengalirkan oksigen) yang baik. Menyediakan unsur hara yang cukup baik makro maupun mikro. Unsur hara sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang terdapat dalam media tanam. Tidak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya : Tanah (bahan utama) Tanah yang baik untuk media tanam sebaiknya diambil dari lapisan bagian (top soil). Tanah yang baik untuk media tanaman tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur. Kompos atau humus Kompos merupakan bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang digunakan untuk media tanam adalah kompos padat, Hampir semua jenis kompos padat bisa digunakan sebagai bahan baku media tanam. Penambahan bahan-bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam bisa memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan sebaiknya berupa kompos yang telah matang. Kompos yang belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Selain itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh. Unsur bahan organik lain juga bisa digunakan sebagai pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja perlu digarisbawahi, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau hijau yang telah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Penggunaan pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman. Ditulis Oleh : Andi Maulana, SP., MP. Penyuluh Pertanian Madya WKPP : Kabupaten Kep.Selayar