Loading...

CARA MERAWAT POHON RAMBUTAN AGAR BERBUAH LEBAT

CARA MERAWAT POHON RAMBUTAN AGAR BERBUAH LEBAT
CARA MERAWAT POHON RAMBUTAN AGAR BERBUAH LEBAT Ir. Abdullah ( Koordinator Penyuluh BPP Kec. Bua) Seletah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya tumbuh rambutan, hal selanjutnya adalah cara merawat pohon rambutan agar berbuah lebat di pekarangan rumah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan buah rambutan yang lebat. Penyiraman Penyiraman adalah hal utama yang perlu dilakukan untuk memperoleh rambutan yang sehat dan lebat seperti. Siram pohon rambutan setidaknya sekali dalam sehari dan dilakukan pada sore hari. Selain itu, jangan menyirami pohon dengan air yang berlebihan, apalagi sampai tergenang. Karena hal ini dapat memunculkan penyakit busuk pada akar pohon rambutan. Jika tanah pohon sudah mulai padat, gemburkan dengan sekop. Pemupukan Pupuk sebenarnya tidak terlalu diperlukan untuk pohon rambutan karena dengan air saja, pohon rambutan sudah bisa tumbuh subur. Tetapi dengan bantuan pupuk, bisa membuat pohon menjadi lebih lebat. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK yang berbahan kimia dan dicampurkan dengan pupuk kandang dengan jumlah sedikit. Pemangkasan Pemangkasan adalah teknik yang dapat digunakan untuk memperlebat buah pada pohon rambutan. Hal ini dilakukan dengan 4 macam pemangkasan, yaitu sebagai berikut: Pemangkasan ringan: dilakukan pada cabang yang tidak produktif. Cabang ini cenderung kurus dan lebih kecil dari ranting lain. Pemangkasan sedang: menebang cabang yang telah rusak seperti patah dan retak. Pemangkasan berat: sebaiknya dilakukan oleh petani berpengalaman karena pamangkasan ini dapat mematikan pohon. Pemangkasan ini dilakukan jika buah di pohon sudah berkurang dengan cara memotong cabang yang tua. Sebaiknya diikuti dengan proses okulasi. Pemangkasan tunas: mematahkan tunas atau cikal daun dan ranting pada pohon rambutan. Hal ini dilakukan supaya cadangan makanan utama digunakan untuk pembuahan saja. Cara Panen Rambutan Saat panen, tingkat kematangan rambutan berbeda-beda. Ada beberapa yang akan matang terlebih dahulu dengan memunculkan warna kemerahan, dan juga ada yang masih belum matang dengan memunculkan warna hijau. Maka panen saja yang sudah matang dan biarkan yang masih hijau untuk dimatangkan dulu. Untuk melakukan panen, sebaiknya dilakukan dengan gunting khusus pemanen buah. Memotong tungkai utama dengan gunting khusus ini dapat bertujuan untuk memangkas ranting yang tidak terlalu baik lagi untuk periode berikutnya. Ranting yang digunting akan memunculkan tunas baru sebagai tempat berbuah untuk masa panen berikutnya. Jangan gunakan tangan untuk mematahkan atau menggoyangkan tangkai dalam jumlah besar, karena dapat menyebabkan ranting dan dahan rusak, hingga diperlukan pemangkasan besar pada pohon rambutan. Saat Pasca Panen Setelah panen, sebaiknya langsung diberikan pupuk paling cepat dalam waktu 3 minggu. Gunakan pupuk NPK dan Urea dengan perbandingan 2:1. Buat lingkaran di sekitar pohon dengan ukuran sebesar pohonya sendiri. Lal ugali lubang sedalam 30 cm, tebarkan pupuk, dan tutup kembali dengan tanah. Pengendalian Hama dan Penyakit Ada beberapa hama dan penyakit yang bisa menyerang pohon rambutan: Kutu putih: dapat merusak sistem pertumbuhan tanaman dan menyebabkan kelayuan. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan pestisida pada bagian yang terserang atau mendatangkan semut merah yang berukuran besar untuk mengusir kutu. Ulat daun: menyebabkan daun menjadi gundul dan kering dan juga merusak ranting. Cara mengatasinya dengan pengasapan yang mengandung racun. Buah Busuk: disebabkan oleh lalat yang bertelur pada buah. Cara pengendaliannya dengan memangkas buah yang terkena peyakit buah busuk. Jamur upas: mengakibatkan daun dan ranting menjadi layu dan kering. Cara mengatasinya dengan melakukan sanitasi kebun.