Dalam rangka bercocok tanam kopi, selain memperhatikan keadaan iklim serta jenis dan varietas yang akan ditanam, juga harus diperhatikan pekerjaan?pekerjaan yang akan dilaksanakan, persemaian ini dilakukan di Desa Lubuk Bangka Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun, seperti:A. PEMBIBITAN TANAMAN KOPI• Bibit yang akan ditanam dapat berasal dari:• Biji (zaaling), pembiakan secara genertaif.• Sambungan atau stek, pembiakan secara vegetatif.• Pembiakan bibit tanaman kopi dari kultur jaringan.a. Cara memperoleh biji kopiDari kebun sendiri, biji diambil dari pohon yang telah diketahui mutunya. Pohon induk yang produksinya cukup tinggi, tahan terhadap nematoda, bubuk buah maupun bubuk batang, atau dengan kata lain yang tahan terhadap hama dan penyakit.Balai penelitian perkebunan, bersumber dari kebun percobaan yang menghasilkan biji telah teruji keunggulannya.b. Cara memilih dan memelihara biji kopiBuah yang dipungut adalah yang masak, kemudian dipilih yang baik, tidak cacat dan yang besarnya normal. Jika biji ini tidak memenuhi syarat harus disingkirkan. Semua buah/biji kopi yang memenuhi syarat kemudian dikerjakan sebagai berikut:• Biji dikelupas kulitnya, dinjak?injak dengan kaki, tetapi kulit tanduk tidak sampai lepas.• Lendir yang melekat dibersihkan, dengan jalan dicuci atau digosok permukaannya dengan abu dapur.• Setelah bersih biji dikering anginkan satu atau dua hari, tidak langsung terkena sinar matahari, melainkan kering angin.• Biji?biji yang sudah kering, selanjutnya diadakan pemilihan yang kedua kalinya. Jika biji kopi itu hampa dan bentuknya jelek, harus disortasi, tidak perlu disemai.c. Penaburan biji kopiBibit kopi dapat ditanam setelah umur 8?9 bulan. Maka penaburan biji kopi dipersemaian harus memperhatikan rencana penanaman.Kalau bibit kopi ditanam sebagai zaailing, maka baiklah bila biji itu ditaburkan pada bulan Januari ? Februari. Dengan demikian kelak musim tanam tiba bibit sudah berumur 10?11 bulan.Kalau bibit akan ditanam sebagai sambungan, baiklah kalau biji itu ditaburkan pada bulan Agustus. Selanjutnya bibit dapat disambung pada umur satu tahun. Dan pada waktu itu masih banyak biji yang segar. Bila kelak bibit akan ditanam pada bulan November/Desember bibit sambungan tersebut sudah berumur 4 bulan.Banyaknya biji yang akan ditaburkan tentu saja harus disesuaikan dengan luas rencana penanaman. Biji yang ditaburkan perlu diperhitungkan 2 kali lipat dari bibit yang akan ditanam, hal ini bila ditanam sebagai zaailing. Tetapi bila bibit itu akan disambung, maka jumlah biji yang akan ditaburkan adalah dua setengah kali dari rencana penanaman. Hal ini mengingat bahwa daya tumbuh sambungan belum tentu bisa mencapai 100%. B. PERSEMAIAN BIJI KOPIPersyaratan tempat persemaian biji kopi, sebagai berikut:• Tanah sedapat mungkin dipilih yang agak datar, subur, dan banyak mengandung bunga tanah.• Dekat perumahan dan sumber air, agar memudahkan pengamatan dan pemeliharaan pada musim kemarau, terutama dalam melakukan penyiraman.• Ada pohon pelindung, agar dapat menahan terik matahari dan percikan air hujan yang lebat, sehingga tidak merusakkan bibit.• Terhindar dari bibit penyakit dan hama, tempat?tempat yang akan dipergunakan sebagai persemaian sebaiknya diselidiki terlebih dahulu terhadap kemungkinan adanya infeksi penyakit dan hama. Sehingga apabila ada bibit penyakit atau hama harus diadakan pencegahan dan pemberantasan.• Semprotkan larutan MiG?6PLUS ( 10ml MiG?6PLUS : 1 liter air) tipis pada permukaan lahan persemaian. Untuk lahan persemaian dengan luas 10m2. Tingkat penyemaian biji kopi ada dua tingkat, yaitu: tingkat perkecambahan, dan dederan bibit (pemindahan dari perkecambahan).a. Tingkat perkecambahan biji kopiSebelum ditanam di persemaian, semua biji dikecambahkan lebih dahulu. Pada tempat perkecambahan dibentuk bedengan?bendengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang 2,4 m. Selanjutnya pada bedengan itu dilapisi pasir setebal 5 ? 10 cm, dan di atas bedengan diberi atap.Semua biji dibenamkan pada lapisan pasir menghadap ke bawah, artinya bagian punggung di atas, dan bagian perut menghadap ke bawah. Pembenaman dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian teratas kelihatan rata dengan lapisan pasir. Biji dibenamkan secara berderet dalam satu baris, jarak antara baris larikan yang satu dengan lainnya 5 cm. Sedangkan jarak antara biji dengan biji 2,5 cm.Setiap 1 m bisa memuat 2.000 ? 3.000 biji kopi, hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya biji dan jenisnya. Biji yang ditaburkan bisa dengan kulit biji tanduk atau tanpa kulit tanduk. Tetapi lebih baik biji kopi tersebut dilepas kulit tanduknya, sehingga mereka akan lebih cepat tumbuh dan tidak menjadi sarang penyakit.Setelah selesai pembenaman, biji?biji kopi tersebut diberi pasir lagi, tipis?tipis saja. Tempat perkecambahan ini harus dijaga supaya tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban biji?biji tersebut, di atas bedengan yang tertutup pasir tadi diusahakan ditutup dengan lalang atau jerami yang dipotong?potong antara 0,5 ? 1 cm, kemudian diadakan penyiraman dua atau tiga kali sehari. Setelah berumur 4 ? 8 minggu, biji kopi tersebut akan berkecambah, kemudian dapat dipindahkan ke persemaian atau tempat dederan.Proses perkecambahan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim. Di dataran rendah yang beriklim panas, perkecambahan itu makan waktu 3 ? 4 minggu. Sedangkan di dataran tinggi yang beriklim dingin perkecambahan makan waktu 6 ? 8 minggu.Dalam pertumbuhan soldatje itu untuk sementara berhenti tumbuh lebih kurang 1 bulan. Kemudian mulai tumbuh lagi, yakni cotyledon membesar sehingga endosperma dan kulit ari sobek kemudianendoscarp lepas. Selanjutnya cotyledon terangkat seolah?olah masih melekat, kemudian terpisah, tumbuh sepasang keping daun yang disebut “kepel”.Semai dalam tingkat ini sudah berumur 2 ? 3 bulan, selanjutnya dapat dipindahkan ke persemaiaan.b. Dederan bibit kopiKecambah kopi yang dipindahkan dapat berupa serdadu (soldatje) atau kepel (kecambah yang kepingnya sudah membuka). Kecambah kopi yang dipindahkan ke persemaian harus dilakukan dengan sangat hati?hati, supaya akar tidak rusak. Pemindahan ini tidak boleh dicabut, melainkan harus dicongkel dengan sebilah bambu atau solet. Sebelum bibit dipindahkan ke persemaian harus diseleksi bentuk perakarannya terlebih dahulu, karena akar yang pertumbuhannya bengkok kurang baik, tanaman menjadi kerdil.Dan juga bisa dipindahkan langsung kepolybag pembibitan, supaya saat pemindahan bibit tidak lagi masa dormansinya terlalu lama, penyesuai saat penanaman lebih cepat. Penanaman harus dilakukan dengan hati?hati sekali, dengan maksud supaya akar dan batang kepelan tidak rusak. Untuk keperluan tersebut tempat?tempat yang akan ditanami harus dibuat lubang terlebih dahulu dengan suatu alat tertentu, misalnya bilah bambu atau tusuk. Kemudian barulah bagian akar dan batang ditempelkan pada salah satu sisi lubang dengan tangan kiri, dan tangan kanan melakukan pemadatan tanah dengan hati?hati sekali. Jarak antara daun kepelan dengan tanah lebih kurang 3 cm.Berikan lahan dederan dengan larutan MiG?6PLUS (10 ml MiG?6PLUS : 1 liter air), semprotkan tipis dan merata pada permukaan lahan pendederan. Larutan tersebut cukup untuk 10m2, ulangi 2 minggu sekali.Sedangkan untuk bibit kopi pemberian pupuk hayati MiG?6PLUS selama pembibitan dalam polybag adalah : larutkan 10 ml MiG?6PLUS : 1 liter air, Kemudian berikan pada ± 20 polybag ulangi setiap 2 minggu sekali. PENULIS IBNU RIF’AH, SP/ PP PERTAMA