Ada beberapa faktor yang menjadi pendukung terlaksananya penyembelihan yang benar yaitu :Ø Hewan yang disembelih harus sehat setelah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan (pemeriksaan antemortem), dan tidak cacat (misalnya pincang, buta, mengalami kerusakan telinga dll); hewan juga harus cukup umur : kambing/ domba berumur di atas 1 (satu) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap, sapi / kerbau berumur di atas 2(dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap (tidak kurus, jantan tidak dikebiri, buah zakar masih lengkap 2 buah, bentu serta letaknya simetris)Ø Orang yang akan menyembelih harus memenuhi persyaratan yaitu laki-laki muslim dewasa (baligh), sehat jasmani, rohani, memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam hal penyembelihan halal yang baik dan benar.Ø Untuk peralatan yaitu pisau yang digunakan harus tajam dan bersih , serta cukup panjang , tidak berkarat. Alat plastik, wadah, talenan, pisau dan seluruh peralatan yang kontak dengan daging dan jeroan harus bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya; kemudian sarana untuk kandang penampungan sementara hewan harus bersih, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta cukup air bersih dan pakan; tempat penyembelihan harus kering dan terpisah dari sarana umum, lubang penampung darah berukuran 0,5mx0,5mx0,5m untuk tiap 10 ekor kambing atau 0,5mx0,5mx1 m untuk tiap 10 ekor sapi; tersedianya air bersih untuk mencuci peralatan dan membersihkan jeroan; tersedianya tempat khusus untuk penanganan jeroan serta selalu dijaga kebersihannya.Ø Dari aspek perlakuan terhadap hewan yang disembelih juga harus benar yaitu hewan diperiksa sebelum penyembelihan (antemortem) dan jangan lupa pasca disembelih (postmortem); hewan diperlakukan secara baik supaya tidak stress, alangkah baiknya diistirahatkan dan diberi pakan minum selama paling banyak 3(tiga) hari serta dipuasakan dalam sehari itu sebelum disembelih agar ternak lebih tenang dan daging berkualitas baik.Ø Kemudian untuk tekni penyembelihannya adalah ketika hewan disembelih, dirobohkan dan dihadapkan ke kiblat, kemudian membaca basmala bagi si penyembelih, dan ketika menyembelih harus memotong saluran makanan, pembuluh darah, nafas, jangan lupa perlakuan terhadap hewan harus tidak kasar, hal inilah yang menjadi syarat halalnya daging. Cara penanganan yang tepat pada saat penyembelihan dan pasca penyembelihan yaitu : Ø Petugas yang menangani harus selalulmenjaga kebersihan pakaian dan mencuci tangan, dan tempat penanganannya.Ø Daging harus selalu terpisah dari jeroan , dan tempat antara daging dan jeroan harus terpisah,Ø Daging dan jeroan yang ditangani harus selalu dicegah terhadap pencemaran,Ø Alas plastik atau wadah daging harus bersihØ Usahakan daging dan jeroan tidak dibiarkan tersimpan pada suhu ruang atau kamar (25-30 derajat Celcius) lebih dari 4 jam, daging dan jeroan harus tersimpan pada lemari pendingin)suhu dibawah 4 derajat Celcius) atau dibekukan.Ø Dan jangan lupa harus ada pemeriksaan pasca sembelih dari daging atau jeroan tersebut apakah ada bibit penyakitnya seperti cacing dll. (Anggi Muhammad Yusri, S.Pt. : dari berbagai sumber)