Penanaman melati pada umumnya tidak diperlukan pengolahan tanah secara total seperti akan tanam sayuran atau tanaman lainnya, akan tetapi cukup dibuat lubang tanam dengan ukuran pajang, lebar dan kedalaman berkisar ( 30 – 40 ) Cm X ( 30 – 40 ) Cm X 30 Cm dan gulma disekitar lubang tanaman dibersihkan. Namun demikian bagi petani yang berpengalaman, petani tersebut melakukan pengelolaan tanah secara intensif dikarenakan tanaman melati sebelum tumbuh megar bisa ditumpangsarikan dengan tanam semusim (kacang tanah, kedelai atau sayuran-sayuran). Adapun cara mempersiapkan lahan untuk budidaya melati secara intensif yaitu pertama-tama dibuat alur sedalam 30 cm dan lebar (30 – 40) cm, kemudian alur-alur tersebut diisi dengan kompos dari berbagai bahan limbah pertanian seperti rumput kering, pupuk kandang dan lainnya, kemudian ditutup tanah dan dibuat guludan setinggi (20 – 30) cm dengan maksud untuk memperkaya bahan organik di dalam tanah. Selanjutnya sekitar 1 bulan kemudian bibit ditanam pada guludan tersebut dengan jarak yang telah ditentukan. Sebelum bibit melati ditanam, tanah dan kompos pada lubang tanam terlebih dahulu diaduk-aduk hingga rata baru kemudian bibit tanaman melati ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan. Jarak tanam sangat bervariasi baik jarak didalam barisan maupun jarak atar barisan. Hal ini tergantung pada lokasi (Daerah) dan pengalaman para petani melati serta jenis melati yang akan diusahakan. Pada prinsipnya jarak tanam melati perlu mangacu pada upaya untuk menghindari terjadinya pembentukan lebar dan luasan kanopi antar tanaman sehinga tidak terjadi saling menutupi atau saling menyilang. Hal ini akan dapat menyulitkan atau memudahkan pemeliharaan dan juga dipengarui oleh tipe morfologi dan kultivar yang ditanam. Jarak tanam untuk berusahatani melati pada umumnya sekitar (30 – 40) cm didalam barisan dan (100 – 120) Cm antar barisan. Jumlah populasi tanaman melati per hiktar diperkirakan sebanyak 2.500 tanaman, namun penentuan jarak tanam juga dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Pada tanah yang lebih subur biasanya penanaman melati yang digunakan jarak tanamnya lebih lebar dibanding dengan tanah yang kurang subur. Dalam pelaksanaan penanaman sebaiknya diupayakan tidak pada hari atau musim hujan tiba, hal ini untuk menghindari mudahnya tenaman terserang hama dan penyakit. Sebelum masa tanam, lahan harus benar-benar basah, sehingga beberapa hari setelah tanam tidak perlu dilakukan penyiraman hal ini untuk menghindari terserangnya hama dan penyakit. Benih yang akan ditanam dilokasi sebaiknya satu bulan sebelum tanam, benih melati diadaptasikan dulu di sekitar kebun/lahan. Lahan kebun yang siap ditanmani walau sudah dikasih pupuk dasar sebaiknya ditambah pupuk dasar lagi dilubang tanam yan terdiri atas 3 gram TSP dan 2 gram KCL per tanaman. Angkut benih tanaman melati secara hati-hati ke lokasi lubang tanam. Tanam benih yang telah disediakan pada setiap lubang tanam dengan cara melepas polybag, kemudian tanaman diletakkan di tengah-tengah lubang tanam lalu menutup menggunakan tanah disekitar galian hingga rata. Padatkan tanah disekeling pangkal batang tersebut menggunakan kedua jari-jari tangan hingga tanaman menjadi tegak dan tidak roboh. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti ; SOP Melati; Buku Komoditas Melati Balai Tanaman Hias. Gambar http://amiere.multiply.com/journal/item/118/Budidaya_Bunga_Melati_Jasmine_officinalle