Jagung Merupakan Tanaman yang peka terhadap terhadap kekurangan unsur Nitrogen. Kebutuhannya terhadap sumber nitrogen (urea) dapat mencapai 250 – 300 kg/ha. Cara pemupukan jagung yang tepat rata-rata berumur 100-110 hari tergantung varietasnya. Dengan rentang umur yang tak jauh berbeda, metode pemupukan yang diberikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen jagung. Dengan pemupukan yang tepat, hasil panen bisa meningkat hingga 0,5 – 1 ton/ ha. Pemupukan menjadi penting karena ekosistem jagung saat ini adalah ekosistem buatan yang berbeda dengan ekosistem asli jagung. Mayoritas jagung dibudidayakan secara monokultur atau tumpang sari dengan komoditas tertentu-terbatas sehingga suplai nutrisi dari alam kurang mencukupi sebab hara dari tumbuhan lain berkurang dan terjadi kompetisi antar tanaman. Budidaya secara intensif berarti perhatian kepada unsur hara sebagai makanan jagung juga semestinya sangat diperhatikan. Jagung sebaiknya dipupuk pada masa sebelum tanam, umur 15 HST, dan 30 HST. Dosis yang akan diberikan pada artikel ini adalah dosis yang menggunakan pupuk bersubsidi. Banyak variasi metode yang lain, tapi metode ini dapat dijadikan panduan.Pupuk Untuk Lahan Satu HektarJenis Pupuk : Petroganik takaran (kg/ha) 500 atau pupuk kompos 2000. Takaran dan waktu pupuk, untuk pupuk dasar 0 HST 500. Phonska : Takaran dan Waktu Pupuk 270 (kg/ha), pupuk dasar 0 HST 135 Susulan I (15 HST) 135.Takaran (kg/ha) 247. Urea pupuk dasar diberikan 65 (kg/ha), Susulan I (15 HST) 70, Sususlan II (30 HST) 135. Pupuk Untuk Lahan 3000 m2 /pathok/kotakJenis Pupuk: Pupuk Kandang : Takaran 700 kg atau 14 sak.Pemupukan dasar 0 HST 14 Sak. PHONSKA 90 kg/pathok. Pupuk dasar 0 HST :45 atau 1 sak, pupuk susulan I (45 atau 1 sak), Urea : 83 Kg/ha, pupuk dasar 0 HST(22), pupuk susulan I (23), pupuk susulan I (45),Pemupukan yang sering diabaikan oleh petani adalah pupuk dasar. Padahal layaknya bayi, fase awal adalah fase yang sangat penting bagi tanaman. Fase yang rawan bagi pertumbuhan dan perkembangan. Berbeda dengan anggapan umum petani bahwa pemupukan saat belum ada tanamannya seolah tak bermanfaat. Pupuk dasar berfungsi untuk menyiapkan nutrisi bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Saat berkecambah, jagung menggunakan nutrisi dari biji jagung. Setelah beberapa hari nutrisi dari biji akan habis dan akar mulai berfungsi mencari makanan. Disinilah terjadi proses adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres tanaman. Semakin lama stres pertumbuhan akan semakin terhambat. Untuk memperpendek fase stres ini, kebutuhan hara harus tercukupi. Kecupukan nutrisi ini akan meningkatkan daya tahan tanamna saat fase rawan tersebut. Selain itu pupuk dasar juga memacu pertumbuhan lebih cepat dan sehat. Uji terap telah membuktikan hal ini. Pemupukan diberikan pada jagung dengan cara ditugal. Jarak antara pupuk dan tanaman adalah:1. Untuk pupuk dasar ditugal di samping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5 cm,2. Pupuk susulan I ditugal dengan jarak 10 cm dari batang. 3. Pupuk susulan II ditugal dengan jarak 15 cm dari batang Setelah dipupuk, jangan lupa tutup lubang yang berisi pupuk dengan tanah. Fungsinya adalah menjaga hilangnya pupuk akibat hujan atau aliran air. Penutupan lubang tugal ini sering dilupakan petani dengan alasan tidak efisien. Padahal penutupan ini justru meningkatkan efisiensi penyerapan pupuk oleh tanaman.Mengenai jarak tugal dengan lubang, kenapa terjadi pergeseran jarak pada saat pemupukan Jaringan tanaman yang paling efektif untuk penyerapan nutrisi adalah bulu akar. Bagian ini biasanya terletak di ujung akar. Oleh karena itu jarak pemupukan disesuaikan dengan pertumbuhan akar tanaman. Semakin tua, akar tanaman berkembang semakin luas. Pemberian pupuk disamping masing-masing tanaman bertujuan untuk menghindari kompetisi antar tanaman. Apalagi jika digunakan jarak tanam yang efektif semisal 80x20 jika satu lubang satu tanaman. Meskipun jarak dalam satu baris sangat rapat, tapi akar dapat berkembang ke samping antar barisan.Beberapa hal penting terkait dengan pemupukan yang harus digaris bawahi:1. Pembubunan perlu dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan II. Pembumbunan berfungsi untuk memperkokoh berdirinya tanaman dan mendekatkan unsur hara dengan akar. Karena jagung memiliki bentuk akar yang khas. Jagung memiliki akar adventif yang merupakan bentuk akar lain yang tumbuh dari pangkal batang di atas permukaan tanah, kemudian menembus dan masuk kedalam tanah. Fungsi akar adventif itu untuk memperkuat berdirinya batang tanaman jagung dan menambah organ penghisap air dan garam-garam 2. Hindari penggunaan N yang berlebihan karena menyebabkan tanaman lemah terhadap serangan penyakit. 3. Karakteristik ekosistem pada umur pemupukan -fase vegetatif (15 -42 HST)- adalah: Pertumbuhan tanaman sangat cepat setelah jagung berumur 28 hst4. Gulma mulai menimbulkan persaingan penyerapan unsur hara. 5. Hama yang mungkin dijumpai adalah Ulat tanah, Penggerek tonglol (Heliothis armigera dan Heliothis spp), penggerek batang (Osttrinia furnacalis), Uret dan Ulat grayak6. Penyakit tanaman jagung, macam-macamnya : bulai, cendawan, bercak ungu, karat. Sebelum saat terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung itu maka mampu dikerjakan beberapa langkah pencegahan dengan metode : Pemakaian varietas bibit yang resisten, Pemakaian segala teknik agronomi, Pemakaian desinfektan pada benih yang dapat ditanam, Pemeliharaan dan pemakaian musuh-musuh alami7. PanenSaat panen jagung dipengaruhi oleh jenis varietas yang ditanam, cuaca, ketinggian lahan dan derajat masak. Usia panen jagung biasanya telah cukup masak dan siap dipanen pada usia 7 minggu sehabis berbunga.Penyusun : Sundari/BBP2TP BogorSumber: Purnomo dan Heni Purnamawati. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Seri Agribisnis. 2011