jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat selain padi dan gandum. karena kandungan karbohidratnya itu pula jagung dijadikan sebagai makanan pokok di beberapa daerah di indonesia. jagung baik yang ditanam ditanah sawah atau kering, akan tumbuh subur dan berproduksi tinggi kalau dipupuk secara tepat dan benar. metode pemupukan yang diberikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen jagung. dengan pemupukan yang tepat, hasil panen bisa meningkat hingga 0,5 – 1 ton/ ha. oleh karena itu, pemupukan sangat dibutuhkan sebagai faktor penentu keberhasilan budidaya jagung. budidaya secara intensif berarti perhatian kepada unsur hara sebagai makanan jagung juga semestinya sangat diperhatikan. manfaat unsur hara bagi tanaman jagung nitrogen (n) dapat membuat tanaman tumbuh lebih hijau dan segar memicu pertumbuhan tanaman, baik tinggi tanaman, jumlah cabang atau jumlah anakan lebih cepat tumbuh membuat kandungan protein hasil panen menjadi lebih meningkat fosfor (p) akar akan tumbuh dan terbentuk dengan baik mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan biji meningkatkan komponen hasil panen tanaman biji-bijian meningkatkan kualitas benih dan bibit kalium (k) membuat tanaman tumbuh lebih tegak dan kokoh daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan menjadi lebih meningkat pembentukan gula dan pati menjadi lebih meningkat hasil panen menjadi lebih tahan selama pengangkutan dan penyimpanan. sulfur (s) meningkatkan kualitas hasil panen dengan memperbaiki warna, rasa, aroma, dan besar biji membuat tanaman lebih hijau waktu pemupukan jagung a. pemupukan dasar jagung selain berguna untuk menjaga kesehatan, kesuburan, serta mempercepat pertumbuhan tanaman jagung, pemupukan dasar juga dilakukan sebagai upaya dalam mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman jagung pada saat tanaman jagung dalam keadaan stress. pemupukan diberikan dengan dosis : 75 kg urea, 500 kg petroganik, dan 150 kg phonska untuk tiap-tiap hektar. pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara ditugal di samping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5 cm. pupuk yang diberikan disamping masing-masing tanaman ini tujuannya agar menghindari terjadinya kompetisi antar tanaman. b. pemupukan susulan jagung pada umumnya pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu urea sebagai pupuk n (nitrogen), sp-36 sebagai pupuk p (fosfor) dan kcl sebagai pupuk k (kalium) untuk takaran pupuk tunggal per hektar yang umum digunakan adalah urea sebanyak 350 kg + sp-36 sebanyak 200 kg + kcl sebanyak 100 kg. sedangkan untuk takaran pupuk majemuk per hektar yang biasanya digunakan adalah npk 15:15:15 sebanyak 400 kg + urea sebanyak 270 kg + sp-36 sebanyak 80 kg. tabel 2. takaran penggunaan pupuk majemuk npk 15:15:15 jenis pupuk takaran pupuk (kg/ha) takaran pupuk/umur tanaman (kg/ha) 7 – 10 hst 28 – 30 hst 40 – 45 hst npk 15:15:15 400 150 250 – sp-36 80 – – – urea 270 120 150 bwd sumber gambar; www.nuansa.web.id cara pemupukan jagung pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugal di samping pangkal tanaman sedalam 5-10 cm, kemudian ditutup dengan tanah. pada pemupukan ketiga (42 – 45 hst) pemberian pupuk dilakukan dengan cara membaca bwd (bagan warna daun) untuk menentukan kebutuhan n (nitrogen) tanaman atau jumlah pupuk urea yang dibutuhkan. caranya : tempelkan daun jagung teratas yang sudah terbuka dengan sempurna, lalu ukurlah tingkat kehijauan daun seperti pada gabar dibawah ini. nb : waktu pembacaan yang baik adalah pada sore hari agar tidak terpengaruh oleh cahaya matahari. Beberapa hal penting terkait dengan pemupukan yang harus digaris bawahi: 1) pembubunan perlu dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan ii. pembumbunan berfungsi untuk memperkokoh berdirinya tanaman dan mendekatkan unsur hara dengan akar. karena jagung memiliki bentuk akar yang khas. jagung memiliki akar adventif yang merupakan bentuk akar lain yang tumbuh dari pangkal batang di atas permukaan tanah, kemudian menembus dan masuk kedalam tanah. fungsi akar adventif itu untuk memperkuat berdirinya batang tanaman jagung dan menambah organ penghisap air dan garam-garam tanah (warisno, 1998). 2) hindari penggunaan n yang berlebihan karena menyebabkan tanaman lemah terhadap serangan penyakit. oleh ; dedi setiawan,sst referensi: https://pupuklahan.blogspot.com/2019/03/cara-pemupukan- jhttps://www.nuansa.web.id/perkebunan/cara-pemupukan http://www.gagaspertanian.com/2012/02/cara-tepat-memupuk-jagung