Loading...

Curah Hujan & Cara Membuat Alat Pengukur Curah Hujan Secara Sederhana, BPP Kec. Sungai Pandan Kab. Hulu Sungai Utara

Curah Hujan & Cara Membuat Alat Pengukur Curah Hujan Secara Sederhana, BPP Kec. Sungai Pandan Kab. Hulu Sungai Utara
Data curah hujan adalah sebuah catatan tentang jumlah curah hujan harian pada lokasi atau luasan wilayah tertentu, kebanyakan data itu diperoleh secara manual dengan mengukur jumlah air hujan yang tertampung pada alat penakar curah hujan pada hari tersebut. Data tersebut kemudian dikumpulkan setiap hari dan dilaporkan secara berkala kepada institusi yang mengurusi iklim dan cuaca yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk kemudian di analisis dan dijadikan referensi untuk informasi iklim dan cuaca. Curah Hujan (dalam satuan mm) merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Alat untuk mengukur curah hujan adalah Penakar Hujan sederhana adalah penakar curah hujan Obsevatorium, dimana alat harus tetap bersih, corong harus bersih dari kotoran yang bisa menutup lubang saluran, kran harus sering dibersihkan, jika terjadi kebocoran harus segera diperbaiki/diganti. Tabung penampung air hujan harus dibersihkan dari endapan dan debu dengan cara menuangkan air bersih ke dalamnya dan kran dalam keadaan terbuka. Gelas ukur juga harus dijaga tetap bersih dan disimpan di tempat yang aman. Alat pengukur cuaca dibuat dan dibangun berdasarkan panduan yang komprehensif sehingga diperoleh tingkat akurasi yang handal. Namun, untuk dilapangan atau di kalangan petani dapat membuat alat pengukur yang sederhana. Akan tetapi pastikan bahwa alat ukur sederhana yang dibuat dapat digunakan datanya seperti peralatan yang standar atau kontemporer, maka harus dikalibrasi secara benar agar data bisa dipercaya sebagaimana yang diperoleh dari alat yang standar. Tujuan akhir pengukuran curah hujan adalah tinggi air yang tertampung, bukan volumenya. Hujan yang turun jika diasumsikan menyebar merata, homogen dan menjatuhi wadah (kaleng) dengan penampang yang berbeda akan memiliki tinggi yang sama dengan catatan faktor menguap, mengalir dan meresap dianggap tidak ada. Untuk menghitung ketinggian air hujan yang jatuh pada bidang dengan luasan tertentu dapat digunakan persamaan: Dimana : H = ketinggian curah hujan V = Volume L = luas bidang, sehingga H = V/L Menghitung luas corong L = л X R2Dimana :Л = 3,14R = jari – jari corongDengan demikian luas corong dapat dihitung yaitu :Jari jari corong (R) = Diameter ( D)/2 = 14 cm/2 = 7 cmL = 3.14 X 7 cm X 7 cm = 153,86 cm2 dibulatkan menjadi 154 cm2 Konversi dalam satuan millimeter, untuk menghitung ketinggian hujan digunakan satuan mm oleh karena itu perlu ada konversi satuan. Satuan luas adalah cm2 , jadi 1 cm2 = 100 mm2 Satuan Volume adalah ml , jadi 1 ml = 1000 mm3 Contoh Hasil Pengamatan ketinggian CH (H) : Volume air hujan (ml) = 30 ml Luas penampang = 177 cm2 Hasil Pengukuran Curah Hujan Diketahui: V = 30 ml L = 177 cm 2 Jawab: H = V/L x 10 = 30/177 x 10 = 300/177 = 1,69 mm (Farida Adriani, SP)