Loading...

DAGING KELINCI CUKUP BAGUS UNTUK KESEHATAN

DAGING KELINCI CUKUP BAGUS UNTUK KESEHATAN
Daging kelinci dikenal sebagai daging yang menyehatkan, dimana daging kelinci mempunyai kandungan protein 21 %, lemak 8 %, dan air 70 %, serta dihalalkan oleh agama sehingga cukup bagus untuk kesehatan. Kelinci adalah hewan mamalia yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara sudah mengenali kelinci semenjak masa kolonial. Kelinci merupakan hewan yang mempunyai kemampuan pertumbuhan yang cepat bila dibandingkan dengan ternak lainnya. Karena itu, tidaklah berlebihan kalau akhir-akhir ini, kelinci menjadi primadona ternak peliharaan yang berkembang di masyarakat. Ternak kelinci juga merupakan alternatif ternak non ruminansia dan non unggas yang dagingnya dapat dikonsumsi oleh masyarakat untuk memenuhi gizi keluarga. Disisi lain, ternak kelinci memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki ternak lainnya. Diantara keunggulan tersebut adalah kemampuan biologis yang menonjol pada sistem reproduksinya, yaitu : (1) Umur 4 (empat) bulan kelinci sudah dapat mencapai dewasa kelamin dan dapat dikawinkan; (2) Setiap pejantan dapat dikawinkan dengan 8 – 10 betina dengan tingkat keberhasilan pembuahan 95 %; (3) Lama bunting kelinci rata-rata 31 – 32 hari; (4) Jumlah anak per kelahiran 6 – 7 ekor dengan tingkat keselamatan 85 – 95 %; (5) Anak kelinci disapih oleh induknya rata-rata pada umur 6 – 8 minggu; (6) Segera setelah melahirkan induk kelinci dapat dikawinkan kembali.Selain itu, kelinci merupakan hewan ternak dengan produksi yang beragam, yaitu sebagai penghasil daging berkualitas dan sehat, kulit bulu yang halus dan indah, hewan percobaan di laboratorium, hewan kesayangan sebagai hiburan dan hias, serta kotoran dan urine dapat diolah menjadi pupuk organik yang berkualitas. Usaha ternak kelinci sangat beragam. Pada umumnya masih berupa usaha keluarga dengan manajemen sederhana. Pakan yang digunakan berupa hijauan atau limbah sayuran dengan atau tanpa konsentrat. Daging kelinci merupakan daging yang sehat dengan rendah kolesterol yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi manusia.Daging kelinci cukup bagus untuk kesehatan, daging kelinci dikenal sebagai daging yang menyehatkan, dimana daging kelinci mempunyai kandungan protein 21 %, lemak 8 %, dan air 70 %, serta dihalalkan oleh agama. Disamping itu, daging kelinci dapat meningkatkan kecerdasan anak yang masih dalam pertumbuhan, meningkatkan fertilitas/kesuburan, mencegah penyakit pembuluh darah pada orang dewasa dan dapat juga menurunkan kolesterol dalam darah.Di Indonesia, kelinci yang dipelihara kebanyakan dari jenis persilangan. Beratnya rata-rata hanya antara 1,5 – 2,5 kg. Sedangkan jenis kelinci khusus pedaging antara lain adalah New Zealane White Asli, Flemish Giant dan California. Jenis kelinci pedaging tersebut telah banyak didatangkan ke Indonesia.Tingginya kandungan protein pada daging kelinci dapat digunakan sebagai pendorong program pemerintah dalam kecukupan protein hewani. Selain kandungan nutrisinya tinggi, daging kelinci juga memiliki citarasa yang cukup baik dengan uji organoleptik menunjukkan daging yang cukup empuk, gurih dan lezat. Bau daging kelinci tidak nampak sebagaimana daging kambing. Daging kelinci juga termasuk daging putih yang baik untuk kesehatan, yaitu dapat mencegah penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh. Maka dari itu, daging kelinci aman dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, diabetes dan kanker.Saat ini, ternak kelinci ibarat asset yang masih terpendam, karena ternak kelinci sudah banyak memasyarakat, namun pemanfaatan produksinya belum membudaya. Maka dari itu, dengan memanfaatkan produksi kelinci untuk konsumsi masyarakat secara optimal, merupakan salah satu cara guna mendukung dan mensukseskan program swasembada daging.Untuk mengoptimalkan pemanfaatan daging kelinci sebagai salah satu pemenuhan gizi bagi manusia/masyarakat, maka diperlukan peran aktif Penyuluh Pertanian untuk menginformasikan dan memotivasi peternak/masyarakat di wilayah binaannya tentang pemanfaatan daging kelinci yang merupakan daging yang menyehatkan (Inang Sariati). Sumber : 1) Folder "Beternak Kelinci", Direktorat Jenderal Peternakan 2008 dan Media Budidaya Ternak Non Ruminansia, Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia, Direktorat Jenderal Peternakan 2009.2) https://www.google.co.id/search?q=kelinci&newwindow