Loading...

DAMPAK COVID-19 HARGA CABAI DI SITUBONDO ANJLOK

DAMPAK COVID-19 HARGA CABAI DI SITUBONDO ANJLOK
Masa pandemi COVID-19 benar - benar membuat petani cabai merana,harga berada dikisaran Rp.5000 - Rp.6.000, turunnya harga dikarnakan sulitnya pemasaran diluar daerah karna pembatasan jalur transfortasi bahkan sudah ada daerah yang menerapkan PSBB. Dengan harga jual hanya kisaran Rp.5.000 - Rp.6.000 membuat petani cabai di Situbondo mengalami kerugian,karna tingginya biaya produksi yang dikeluarkan. Tetapi tidak semua petani yang putus harapan akibat si corona ini,seperti salah satu petani muda milenial di Tanjung Pasir Kecamatan Mangaran yang sudah bergelut di bidang pertanian walupun basic pendidikan dan pekerjaan bukan seorang petani tetapi berkecimpung menjadi petani hortikultura dan menjaga agar stok kebutuhan masyarakat pada saat pandemi Covid-19 ini tetap terpenuhi khusunya tanaman cabai dan melon. "ada petani yang rugi dan juga tidak karna masa panen tanaman cabai bisa mencapai 6 bulan,kalau yang baru panen jelas rugi tapi bagi yang masa panennya sudah mencapai 4 -5 kali mungkin tidak timbal Mas Supri. Tanaman hortikultura merupakan jenis komoditi yang memiliki prospek baik, budidaya tanaman yang sehat apalagi dengan menerapkan GAP (Good Agriculture Practice) yang mengedepankan kemamanan pangan dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan mendapatkan hasil yang tinggi disertai harga yang sesuai.Besar harapan para petani Situbondo agar kondisi semakin membaik dan "si corona" segera pergi meninggalkan Kabupaten Situbondo, Indonesia bahkan Dunia. Admin Cyberextention DTPHP (Desi)