DEMPLOT TANAM PADI JAJAR LEGOWO 2 : 1 DI KELOMPOK TANI SARAI SARUMPUN NAGARI LANGKI
Budidaya tanaman padi tanaman padi bukanlah suatu hal yang baru bagi petani dikelompok tani sarai sarumpun, Nagari Langki Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan budidaya tanaman padi sudah dilakukan sejak lama oleh para petani dan merupakan sebuah warisan yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. Mulai dari pengolahan tanah, semai, penanaman, pengairan, pemeliharaan, panen dan pasca panen, namaun semua cara budidaya tersebut masih dilakukan secara konvensional oleh petani yang ada di Nagari Langki, maka dari hal tersebut penyuluh bersama petani, kelompok tani dan BPP Tanjung Gadang mengadakan demplot dan sekolah lapang (SL) di lahan kelompok tani Sarai Sarumpun seluas 0,5 Ha dengan menerapkan teknologi sistim tanam jajar legowo 2 : 1. Kegiatan sekolah lapang (SL) dilaksanakan melalui dana satker (10) Dinas Tanaman Pangan Hortikultra dan Perkebunan Sumatera Barat. Kegiatan sekolah lapang (SL) ini dilaksanakan di lahan anggota kelompok tani Sarai Sarumpun dengan peserta sekolah lapang sebanyak 15 orang yang terdiri dari masing – masing perwakilan kelopmok tani yang ada yang ada di Nagari Langki. Agar masing – masing kelompok tani peserta sekolah lapang (SL) dapat menerapkan teknologi sistim tanam jajar legowo 2 : 1 di lahan petani peserta kegiatan tersebut.Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi yang terdapat dalam paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir). Adapun manfaat dan tujuan dari penerapan sistem tanam jajar legowo adalah sebagai berikut :1) Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30 % yang diharapkan akan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro. 2). Dengan adanya baris kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/lorong. 3). Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. Pada lahan yang relatif terbuka hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan dengan lahan yang relatif terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan. 4). Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan. 5). Dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil.Selain jarwo 2 : 1 juga ada beberapa tipe jajar legowo yang secara umum dilakukan oleh petani, dengan demikian untuk masing-masing tipe sistem tanam jajar legowo dapat kita hitung penambahan/peningkatan populasinya sebagai berikut ;Jajar legowo (2 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1(1 + 2) = 30 %Jajar legowo (3 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 3) = 25 %Jajar legowo (4 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 4) = 20 %Jajar legowo (5 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 5) = 16,6 %Jajar legowo (6 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 6) = 14,29 %Dari beberapa tipe jajar legowo yang ada maka dapat dilihat bahwa sistim tanam jajar legowo 2 : 1 yang paling banyak penembahan/peningkatan populasi tanaman dan akan meningkatkan hasil dari tanaman padi, maka kami penyuluh dan BPP Kecamatan Tanjung Gadang menyarankan kepada petani untuk menerapkan teknologi sistim tanam jajar legowo 2 : 1 yang akan meningkatkan produksi. Ditulis Oleh : Ricky Aprinaldi. SPt (Penyuluh Pertanian Nagari Langki)