[JAKARTA] Kementan di tengah tantangan pangan yang bersifat multidimensi terus berupaya menjaga ketersediaan, akses dan konsumsi pangan, hingga nilai tambah dan daya saing industri sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis Indonesia bisa kembali swasembada pangan pada dua hingga tiga tahun ke depan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), swasembada pangan bisa tercapai dengan meningkatkan produksi dalam negeri. Pihaknya akan fokus dalam memperkuat produksi berbagai komoditas strategis dalam satu tahun ke depan. Saya optimistis target tersebut dapat tercapai seperti yang pernah dilakukan Indonesia pada 2017 dan 2021 lalu”. ujar Mentan. Lebih lanjut Amran mengatakan untuk menekan angka impor beras, sementara Indonesia tahun ini berencana mendatangkan sebanyak 3,5 juta ton beras di 2023. Senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan, saat ini ada beberapa bahan pangan yang masih impor, namun pemerintah terus memikirkan agar Indonesia mampu menyediakan pangan sendiri dan memanfaatkan pangan lokal. Kalau ditanya bagaimana support BPPSDM terhadap ketahanan kita tentu kita support dari SDM nya, SDM pertanian itu ya petani. Siapa lagi ya praktisi pertanian, dan penyuluh pertanian. Itu kita genjot agar mereka terus berproduksi, jadi penyuluh harus tetap turun ke lapang, ke sawah, ladang untuk mendampingi petani untuk genjot produksi, karena produksi tidak boleh delay, tidak boleh tertahan apalagi terlambat”. jelas Dedi Nursyamsi. Sementara itu agenda Mentan Sapa Petani dan penyuluh (MSPP) volume 03 dilaksanakan pada Jumat (19/01/2024) di AOR BPPSDMP dengan tema Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2024, menghadirkan narasumber Kepala substansi perencanaan, Sesditjen Tanaman Pangan, Siti Haryati. Pada paparan materinya Siti Haryati mengatakan tiga program tanaman pangan yaitu Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas, Program Nilai Tambah dan Daya Saing, Program Dukungan Manajemen. Saat ini kondisi pangan dunia dan Indonesia yaitu ada 10 negara kelaparan serius, saat ini 735 juta penduduk dunia kelaparan, negara eskportir beras mulai men-stop ekspor yaitu India, Rusia, Bangladesh, Pakistan, Kamboja. Sedangkan Pupuk langka dan mahal dan direkomendasi impor 3,5 juta ton beras di Indonesia”. jelas Siti Haryati. Siti haryati menambahkan kegiatan utama tanaman pangan yaitu peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai, serta diversifikasi pangan lokal, termasuk mendukung Major Project Food Estate, Korporasi Petani, Integrated Farming, Penguatan sistem & manajemen penyediaan benih tanaman pangan, Pengamanan produksi melalui pengendalian OPT dan penanganan kekeringan/banjir, Pasca panen, hilirisasi, pengolahan pangan (fasilitasi bantuan alsin pasca panen dan pengolahan), KUR, penguatan & peningkatan ekspor (uji mutu, sertifikasi produk, pengembangan pemasaran).hevymay