Untuk mendukung swasembada beras nasional berbagai upaya peningkatan produksi bahan pangan terus ditingkatkan. Komitmen Pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut sangat tinggi mengingat pentingnya pangan bagi penduduk, apalagi jumlah penduduk Indonesia saat ini urutan 4 (empat) besar di dunia. Kegiatan utama dan menjadi fokusnya adalah Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai yang lebih dikenal dengan UPSUS PAJALE. Untuk mendukung pelaksanaan UPSUS PAJALE di Kabupaten Badung, dilakukan usaha pendukung lainnya antara lain melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Budidaya Padi, Jagung dan Kedelai bagi Penyuluh se Kabupaten Badung. Diklat ini dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari yaitu dari tanggal 14 – 20 September 2015 di BPP Abiansemal dan diikuti sebanyak 30 penyuluh pertanian.Diklat ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung. Pada acara pembukaan Diklat tersebut, Ketua penyelenggara sekaligus Kabid SDM dan Penyuluhan Kabupaten Badung, Bapak Ir, I Made Mertayasa, mengungkapkan pentingnya Diklat ini selain meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian juga dapat meningkatkan kompetensi pelaku utama dalam menerapkan teknologi PAJALE. Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung, Bapak Ir. I G.A.K. Sudaratmaja, MS, juga mengungkapkan pentingnya kegiatan ini karena Indonesia pernah mencapai swasembada beras nasional pada tahun 1984. Namun keberhasilan itu tidak berlanjut karena terbuai dengan status Indonesia sebagai Negara Industri baru. Selain itu jumlah penduduk Indonesia yang besar pasti membutuhkan pangan yang tidak sedikit, apalagi saat ini pangan juga digunakan sebagai sumber energi sehingga terjadi kompetisi terhadap pangan. Tingginya kebutuhan akan pangan sementara lahan pertanian tidak akan bertambah menjadikan pangan menjadi sangat strategis. Sehingga negara-negara maju yang tidak memiliki sumber daya alam kini mulai mengintip Indonesia sebagai sumber pangan dunia. Dengan demikian tidak ditutup kemungkinan akan terjadi "proksi war" yang bertujuan untuk melemahkan Indonesia. Gejalanya sudah bisa dirasakan dimana Negara-negara asing mulai menggunakan korporasi untuk berinvestasi di bidang pertanian di Indonesia, kampanye tidak usah produksi beras tetapi beli beras saja, generasi muda mulai disuci otaknya dengan teknologi informasi global dan Narkoba. Inilah yang menjadi perhatian serius pemerintah bagaimana menciptakan ketahanan pangan, karena ketahanan nasional akan tercapai apabila terciptanya ketahanan pangan.Diklat Budidaya Padi, Jagung dan Kedelai bagi Penyuluh di Kabupaten Badung ini terselenggara berdasarkan anggaran DIPA Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung Tahun 2015. Sedangkan materi Diklat disampaikan oleh BPTP Bali, Dinas Pertanian Provinsi Bali, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung, Petugas POPT dan Penyuluh Pertanian Senior (Penulis : Jarek Putradi, Penyuluh Pertanian Badung)