Loading...

DIKLAT METODOLOGI PENYULUHAN BAGI THL-TBPP SULTRA

DIKLAT METODOLOGI PENYULUHAN BAGI THL-TBPP SULTRA
KENDARI – Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (P2K) melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Metodologi bagi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang berlangsung antara tanggal 6 November – 4 Desember 2014, dengan 12 hari efektif sebnayak 96 jam pelatihan. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Bakorluh P2K Sultra dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Gowa, Sulawesi Selatan.Diklat ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel).Peserta berjumlah 30 orang yang merupakan THL-TBPP yang bertugas di 13 kecamatan di Konsel.Fasilitator diklat berasal dari widyaiswara BBPPBatangkalukudan penyuluh pertanian PNS lingkup Sekretariat Bakorluh P2K Sultra.Diklat metodologi berbeda dengan diklat-diklat yang lain. Pelaksanaan diklat dibuat dengan metode klasikal dan praktikal. Setelah melakukan pembelajaran di ruangan kelas (klasikal) selama satu hari, peserta diminta melakukan praktek selama dua hari.Selanjutnya, tiga hari berikutnya hasil pembelajaran diterapkan di wilayah kerja para peserta. Hasil aplikasi akan dilaporkan dan direview kembali oleh fasilitator pada minggu selanjutnya. Metode seperti ini disebut dengan AKOSA (Amati Kemukakan Olah Simpulkan Aplikasikan). Kepala Sekretariat Bakorlih P2K Sultra Ir. Akbar mengatakan, kegiatan semacam ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab Bakorluh dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi kerja, moral dan etika penyuluh. Menurut Ir. Akbar, diklat ini direncanakan untuk bisa dilakukan di kabupaten/kota lain di Sultra pada tahun 2015 mendatang, dengan pendanaan dari dana dekonsentrasi penyuluhan kementerian pertanian. THL-TBPP adalah tenaga bantu penyuluh pertanian yang direkrut oleh kementerian pertanian selama kurun waktu tertentu, yang melaksanakan tugas dan fungsi penyuluhan. Tugas utamanya adalah membantu penyuluh pertanian PNS sesuai dengan programa penyuluhan desa/kecamatan.Peranan THL-TBPP sangat strategis dalam pemberdayaan petani untuk pengembangan usaha agribisnis, mengingat masih terbatasnya jumlah penyuluh PNS.Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kerja THL-TBPP merupakan kebutuhan mutlak demi meningkatkan kualitas layanan penyuluhan bagi petani dan pelaku usaha. Saai ini jumlah THL-TBPP Sultra sebanyak 354 orang, namun 138 orang di antaranya telah diangkat sebagai PNS karena lulus sebagai tenaga honorer kategori dua (K2) pada tahun 2014 ini. Di Sultra dengan jumlah desa 1.909, saat ini hanya memiliki penyuluh pertanian PNS sejumlah 685 orang. Hal ini mengakibatkan kondisi ideal dimana satu desa harus didampingi satu penyuluh sangat sulit dicapai. (Penulis : Ida Fauzia/Andi Syahrir - Penyuluh Bakorluh Sultra)