[Bogor] Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong sumberdaya manusia (SDM) pertanian mengoptimalkan pemanfaatan inovasi dan teknologi pertanian dengan memaksimalkan berbagai program pertanian untuk menggenjot produktivitas. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan sistem dan alat pertanian modern berbasis teknologi akan menjadi salah satu penentu tercapainya target produksi pangan di masa mendatang. Pertanian tidak mungkin tanpa teknologi, tidak mungkin tanpa inovasi, pertanian harus bisa beradaptasi agar mampu mencapai target yang ada, ke depan perubahan iklim juga menjadi tantangan, dan kita tidak bisa menjawab tantangan ini tanpa teknologi," ujar Mentan SYL. Mentan mengungkapkan cara-cara baru seperti penggunaan mekanisasi pertanian, traktor tanpa awak, drone, robot tanam padi, dan teknologi digital lain berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Thing (IoT), akan menjadi arah kebijakan pembangunan pertanian, dan mendorong sektor ini agar mampu bersaing hingga memenangkan persaingan di kancah global. Sementara itu agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) on the spot (ots) volume 07 bertemakan optimalisasi produksi dengan smart farming dilaksanakan pada Selasa (14/02/2023) di BBPKH Cinagara. Pada arahnnya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pelaku usaha tani yang rajin mengadopsi inovasi teknologi akan berkembang lebih maju dan modern dibandingkan pelaku usaha tani yang tidak mengadopsi teknologi. Perkembangan inovasi dan teknologi pertanian harus segera dipahami dan di implementasikan, khususnya petani milenial”. ujar Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi mengatakan salah satu teknologi pertanian yaitu smart farming dengan menggunakan green house, beliau berharap dengan smart farming dapat mendongkrak produktivitas pertanian. Salah satu upaya penguatan SDM pertanian oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BBPSDMP) melalui unit pelaksana teknis Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dilakukan dengan Penumbuhan dan identifikasi kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S) di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Salah satu kelompok tani dengan ketua Bapak Sumarna,P4S Pasir makmur memiliki inovasi dengan merubah lahan pasir yang gersang menjadi lahan pertanian yang subur dengan berbagai jenis tanaman pertanian, yang dinamakan inovasi irigasi kabutbantul (INSAB). Sistem INSAB ini dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban tanah sehingga kalau suhu dan kelembaban berkurang dapat menyiram tanaman dengan sendirinya, sistem ini juga dapat mengendalikan hama tanaman”, jelas Sumarna. Menanggapi hal tersebut kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) cinagara, Wasis Sarjono mengatakan setiap P4S memiliki inovasi tersendiri dan diharapkan teknologi yang ada dapat lebih mudah dimengerti oleh petani. kami menggunakan pendekatan senioritas jadi yang senior membantu yang junior, untuk tahun 2023 BBPKH cinagara melakukan seleksi petani milenial untuk mendapatkan surat kelembagaan dan ini diperlukan niat dan semangat”. jelas Wasis sarjono. Narasumber Ngobras lainnya, Tofari yang merupakan petani milenial Ikamaja pandeglang mengatakan smart farming dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Smart farming memang agak mahal akan tetapi itu mendorong petani milenial menjadi mandiri dan modern serta dengan adanya smart farming produktivitas meningkat karena semua sistem terkontrol untuk kuantitas, kualitas dan juga kontinuitasnya”. jelas Tofari.hvy