Dimasa sekarang inimerupakan masa sulit dikarenakan wabah Covid-19 yang sedang melanda seluruh Negara di Dunia, terutama di Indonesia, dengan adanya wabah ini mengakibatkan keterpurukan ekonomi bagi setiap masyarakat, sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan rawan pangan bagi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah rambah samo, Oleh sebab itu Pertanian merupakan garda terdepan untuk menanggulangi Rawan Pangan yang mungkin terjadi. Kecamatan rambah samo merupakan wilayah potensi padi sawah yang sangat luas sehingga sangat berpotensi dalam rangka pencapaian kebutuhan pangan. Luas tanam padi sawah di kecamatan rambah samo yaitu seluas 658,5 Hektar, berada di lima desa yang ada di kecamatan rambah samo, di anatranya adalah kdesa Rambah Baru, Karya Mulya, Rambah Utama, Pasir makmur, dan Masda Makmur. Dropping benih bantuan APBN tahun 2020 sudah dilakukan di lima desa yang memiliki area persawahan, diantaranya adalah desa Rambah Baru dengan luas tanam 198 Hektar mendapat bantuan benih sebanyak 4950 kg, di Desa Karya mulya memiliki Luas lahan 172,5 Hektar dengan jumlah benih sebanyak 4.312,5 Kg. Desa Rambah Utama seluas 120 Hektar dengan jumlah benih sebayak 3.000 kg, Desa Pasir Makmur Seuas 92 Hektar dengan jumlah benih 2.300 Kg, dan yang terakhir yaitu desa Masda Makmur dengan luas lahan 66 hektar dengan jumlah benih sebanyak 1.650 kg, semua bantuan sudah tersalurkan kepada seluruh petani pada tanggal 05 April 2020. Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat membantu para petani dan masyakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga rawan pangan dapat terhindar. Perlu kerjasama bagi kita semua untuk saling mendukung dan membimbing dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah, baik dari petani dan seluruh pihak yang berperan aktif dalam kegiatan ini, sehingga kedepannya dapat terlaksana dengan baik.