Loading...

Efektifitas Daun Sebagai Pengganti Jerami Padi Dalam Pembuatan Kompos Dengan Menggunakan Em4 Dan Kotoran Sapi Di Kt Ingin Maju

Efektifitas Daun Sebagai Pengganti Jerami Padi Dalam Pembuatan Kompos Dengan Menggunakan Em4 Dan Kotoran Sapi Di Kt Ingin Maju
Kelompok tani Ingin Maju adalah salah satu kelompok yang ada di Nagari Latang kecamatan Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat merupakan kelompok tani yang dibentuk berdasarkan hamparan, luas hamparannya seluas 10 Ha. Komoditi unggulan yang diusahakan yaitu padi sawah. Kelompok tani Ingin Maju lebih cendrung menggunakan pupuk kimia dalam perawatan tanaman pertanian mereka, padahal bahan baku untuk membuat pupuk kompos ada di sekitar mereka. Melihat kondisi seperti itu lah kami sebagai penyuluh mengarahkan kelompok untuk beralih menggunakan pupuk organik atau pupuk kompos dalam perawatan tanaman mereka. Bahan pembuatan pupuk organik atau kompos berupa pemanfaatan limbah pertanian, seperti jerami, daun-daunan, rumput, pupuk kandang, dan lain-lain. Pada saat ini di Nagari Latang dalam kondisi bera sehingga sangat susah mendapatkan jerami padi, disebabkan karena lamanya jeda waktu antara panen dan tanam. Sehingga kami sebagai penyuluh mengambil alternatif untuk menggunakan daun-daunan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Kompos yang akan dibuat di Kelompok Tani Ingin Maju menggunakan aktifator EM4 dan kotoran sapi. Hasil penelitian menunjukkan untuk kompos yang menggunakan aktivator EM4 mengandung P sebesar 0,12%, K sebesar 0,47% dengan rasio C/N 25, tidak memenuhi standar kompos SNI 197030-2004, sedangkan pupuk kotoran sapi mengandung P sebesar 0,21%, K sebesar 0,44%, dengan nilai rasio C/N 20, maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan pupuk kompos yang menggunakan kotoran sapi lebih memenuhi standar dibandingkan dengan aktivator EM4. Untuk itu kami menggabungkan kedua aktivator ini dalam pembuatan kompos daun-daunan. Teknologi EM4 adalah teknologi budidaya pertanian untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah dan tanaman, dengan menggunakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. EM4 merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan yang berasal dari alam Indonesia, bermanfaat bagi kesuburan tanah, pertumbuhanan dan produksi tanaman serta ramah lingkungan. EM4 mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri dari bakteri Asam Laktat (Lactobacillus Sp), Bakteri Fotosentetik (Rhodopseudomonas Sp),Actinomycetes Sp, Streptomyces SP dan Yeast (ragi) dan Jamur pengurai selulose, untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh akar tanaman. Pupuk kandang ialah olahan kotoran hewan, biasanya ternak, yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk kandang adalah pupuk organik, sebagaimana kompos dan pupuk hijau. Zat hara yang dikandung pupuk kandang tergantung dari sumber kotoran bahan bakunya. Pupuk kandang ternak besar kaya akan nitrogen, dan mineral logam, seperti magnesium, kalium, dan kalsium. Pupuk kandang ayam memiliki kandungan fosfor lebih tinggi. Namun, manfaat utama pupuk kandang adalah mempertahankan struktur fisik tanah sehingga akar dapat tumbuh secara baik. Kebanyakan pupuk kandang berupa feses yang dikeluarkan oleh hewan ketika sedang berada di kandang maupun ketika sedang digembalakan di lahan pertanian, misal ketika sedang memakan brangkasan dan gulma. Kualitas nutrisi yang terkandung di dalam pupuk kandang sangat ditentukan oleh jenis hewan dan apa yang dimakan oleh hewan tersebut. Kotoran kuda masih mengandung banyak rumput karena sistem pencernaannya tidak sama denganruminansia. Tumpukan kotoran hewan dapat menghasilkan panas selama proses dekomposisi sehingga dapat terbakar secara spontan jika ditumpuk dalam tumpukan yang besar. Ketika kotoran hewan sudah terbakar, udara akan tercemar, menimbulkan bau tidak sedap. Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga d iketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, seperti menjadikan hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek: Aspek Ekonomi: Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah Mengurangi volume/ukuran limbah Memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya Aspek Lingkungan: Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan Aspek bagi tanah/tanaman: Meningkatkan kesuburan tanah Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah Meningkatkan aktivitas mikroba tanah Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah Peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah di antaranya merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kemampuan menahan air. Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P, dan S. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga memengaruhi serapan hara oleh tanaman. Bahwa kompos memberikan peningkatan kadar Kalium pada tanah lebih tinggi daripada kalium yang disediakan pupuk NPK, namun kadar fosfor tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan NPK. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditelitinya ketika itu, caisin (Brassica oleracea), menjadi lebih baik dibandingkan dengan NPK. Diharapkan kepada Kelompok Tani Ingin Maju yang telah menerapkan pemakaian pupuk kompos dedaunan dengan menggunakan aktivator EM4 dan kotoran sapi dapat menularkan ilmunya kepada kelompok tani lain yang ada di Nagari Latang Kecamatan Lubuk Tarok, sehingga untuk musim tanam selanjutnya kelompok tani yang ada di Nagari Latang melaksanakan pertanian organik. Ditulis oleh : Liza Prayeti, SP (Penyuluh Nagari Latang Kecamatan Lubuk Tarok)