Loading...

EKSTRAK PINANG MUDA UNTUK MENGUSIR BURUNG DI TANAMAN PADI

EKSTRAK PINANG MUDA UNTUK MENGUSIR BURUNG DI TANAMAN PADI
Pinang adalah jenis tanaman kelapa yang ditemukan di Tiongkok, India, Asia Tenggara, dan daerah tropis Afrika. Mengunyah biji pinang adalah aktivitas populer pada zaman dahulu, dan bahkan masih sering dilakukan bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan sampai saat ini.Biji buah pinang biasanya digunakan untuk berbagai pengobatan dengan cara dimakan mentah, dikeringkan, direbus, dipanggang, ataupun dibakar. Selain itu, biji tanaman ini juga dapat digunakan untuk pengobatan skizofrenia (gangguan jiwa) dan glaukoma.Beberapa orang menggunakan buah ini sebagai obat relaksasi karena efek sitmulasinya pada sistem saraf pusat untuk meningkatkan kewaspadaan dan stamina.Bagaimana cara kerjanya?Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja tanaman herbal ini. .Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa pinang memengaruhi zat kimia dalam otak dan bagian lain dari sistem saraf pusat, sehingga dapat menyebabkan:? Efek psikiatrik? Efek sistem saraf parasimpatik? Efek fungsi tiroidSelain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa biji pinang mengandung proantosianidin, yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid. Proantosianidin mempunyai efek antibakteri, antivirus, antikarsinogenik, antiradang, antialergi, dan vasodilatasi Kandungan bahan kimia alami biji pinang mengandung alkaloid, seperti arekolin (C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tanin terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam (Wang et al., 1996). Nonaka (1989) menyebutkan bahwa biji buah pinang mengandung proantosianidin, yaitu suatu tannin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid.. Hama pertanian yang sering menyerang tanaman padi para petani salah satunya adalah burung pipit. Bahkan, petani sering dibuat kesal karena merusak tanaman padi mereka. Ketika menyerang, burung pipit bisa berjumlah ribuan. Jika ini terjadi, padi yang siap panen akan rusak dalam waktu singkat. Untuk mengendalikannya, berbagai cara telah dilakukan petani untuk melawan burung-burung tersebut. Sebagian petani memilih menggunakan cara tradisional, beberapa lainnya juga ada yang telah memodifikasi teknologi yang dirasa cukup efektif untuk mengendalikan burung-burung tersebut.Sejumlah petani masih mengandalkan cara lama, yakni dengan membuat orang-orangan sawah. Cara sederhana ini biasanya dilengkapi dengan pemasangan pita, plastic, dan bunyi-bunyian. Namun, sebenarnya cara tersebut masih kurang efektif untuk mengusir burung-burung pipit.Cara lainnya membuat kincir angin yang dilengkapi kaleng sebagai sumber bunyi. Burung pipit akan terganggu ketika mendengar suara keras. Cara ini bisa dimodifikasi dengan menggunakan motor bertenaga listrik atau aki baterai. Cara ini dirasa lebih efektif ketimbang membuat orang-orangan sawah.Cara yang lebih efektif lainnya, yakni dengan mengunakan jaring penangkap ikan. Untuk mendapatkannya, petani dapat membeli jaring bekas pada nelayan terdekat. Jaring bekas dipasang di sawah dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah, kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan membetang di atas tanaman padi.Atau, bisa juga dengan menggunakan plastik mengkilap berukuran panjang yang dipasang di sawah. Plastik tersebut bermanfaat untuk memantulkan sinar matahari yang akan membuat silau burung pipit sehingga mereka tidak jadi menyerang lahan pertanian padi.Mempergunakan kepingan CD atau DVD bekas. Cara sederhana ini banyak dilakukan petani di Cina, dan hasilnya cukup efektif untuk mengusir burung pipit. Caranya, tancapkan kayu dengan diameter sekitar 5 cm dengan tinggi sekitar 15 cm di atas pucuk tanaman padi. Di atas tiang tersebut dipasang kepingan CD ataupun DVD bekas, dengan bagian yang bisa memantulkan cahaya menghadap matahari. Burung pipit akan silau ketika mendekati lahan sawah.Selain cara diatas berdasarkan uji coba dan coba coba yang penulis lakukan, maka ada cara lain untuk mengendalikan serangan hama burung pipit di sawah, cara lain tersebut adalah dengan memanfaatkan ekstrak pinang muda Cara Pembuatan Ektrak Buah Pinang muda, (Areca Catechu L) untuk pengendalian burung pipit disawah adalah sebagai berikut :Untuk dosis 100 % (1 kg buah pinang dalam 1 liter air)BAHAN :1. kg buah pinang muda yang sudah dikupas 3 liter air1 rimpang kunyit5 sachet lotion anti nyamuk1 sendok teh sabun colek ALAT :1. Lumpang + penumbuk (lesung) atau Blendr2. Timbangan3. Pisau4. Saringan / kain saring5. Wadah/tempat menampung pinang dan air (adonan)6. botolCara pembuatan ektrak buah pinang (areca catechu L).Buah pinang ditimbang sesuai dengan takaran (1kg). buah pinang yang sudah ditimbang dicuci dengan air bersih, setelah proses penyucian selesai, buah pinang dan kunyit ditumbuk dengan menggunakan lumpang / lesung atau di blender sampai benar-benar halus. Buah pinang yang sudah halus dicampur dengan 3 liter air, dan masukkan dalam wadah atau ember kemudian tambahkan 5 sachet lotion anti nyamuk dan 1 sendok teh sabun colek atau diterjen, setelah bahan semua tercampur lalu didiamkan selama 24 jam, setelah didiamkan selama 24 jam, kemudian bahan disaring untuk memisahkan ampas dan ekstrak pinangnya, ekstrak pinang muda yang telah jadi kemudian dimasukkan ke dalam wadah atau botol, yang gunanya untuk memudahkan membawanya ke areal pertanaman sawah, kemudian siap untuk diaplisikan pada hama tanaman sepert burung pipit dengan cara disemprotkan selain burung pipit ekstak pinang muda juga baik untuk mengendalikan hama wereng coklat, ulat, dan wereng hijau. Aplikasi Pemakaian adalah dengan cara disemprotkan ke tanaman dengan dosis 250 cc Pertangki HandsprayerPenulis : Riswan Rudyanto, S.P (PPL WKPP Suka Makmur, BPP Medan Krio)