Loading...

EMPAT KELOMPOKTANI TEBU DI KECAMATAN CIKEDUNG MENGADAKAN SL PHT TEBU BAGI ANGGOTANYA

EMPAT KELOMPOKTANI TEBU DI KECAMATAN CIKEDUNG  MENGADAKAN  SL PHT TEBU BAGI ANGGOTANYA
Selama tiga tahun ke depan dimulai dari Tahun 2015, pemerintah mentargetkan mampu berswasembada pangan khususnya terhadap 7 komoditas. Ketujuh komoditas tersebut antara lain, padi, jagung, kedele, tebu (gula), daging dan cabe. Pencapaian komoditas tersebut dapat dilakukan dengan perluasan areal tanam maupun dengan peningkatan produksi. Desa Amis, Cikedung, Jati Sura dan Desa Loyang merupakan beberapa desa di Kecamatan Cikedung. Potensi desa tersebut disamping untuk lahan pertanian tanaman pangan juga berpotensi untuk tanaman perkebunan seperti tanaman tebu. Walaupun tidak sebanyak kelompoktani di lahan pertanian tanaman pangan, petani tebu di Desa Cikedung telah membentuk kelompoktani tebu dengan nama Muncul Tani. Demikian pula di Desa Amis kelompoktani tebu Bina Tani dan Sanggar Teratai, di Desa Jati Sura kelmpoktani tebu Rejeki Tani. Sedangkan di Desa Loyang kelompoktani tebu Jaya Makmur dan Rimba Jaya. Kegiatan kelompoktani tebu ini termasuk Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) dimana sebagaian besar hasilnya dijual ke Pabrik Gula Jatitujuh.Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam budidaya tebu khususnya pengendalian hama dan penyakit tebu, kelompoktani Muncul Tani, Rejeki Tani, Bina Makmur dan Jaya Makmur pada musim ini mengadakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) bagi anggotanya. Kegiatan SL ini telah berlangsung selama 3 musim atau 3 tahun. Dimana pada tahun pertama dan kedua hanya 2 kelompoktani tebu saja.Kegiatan SL ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Sebagai tempat belajar dipilih areal tanaman tebu di Desa Amis untuk para petani tebu Desa Amis, Jatisura dan Cikedung, sedangkan petani Desa Loyang di areal tebu Desa Loyang.Menurut Penyuluh Pertanian setempat Andriatna Retno Dewayanti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit ini telah dimulai dari tanggal 3 Juni 2015 sampai tanggal 3 Nopember 2015 dan dilaksanakan selama 16 kali pertemuan. Pertemuan dalam Sekolah Lapang ini disepakati setiap minggu sekali yaitu Hari Senin untuk kelompoktani tebu Rejeki Tani, Hari Selasa untuk kelompoktani tebu Muncul Tani, Hari Rabu untuk kelompoktani tebu Bina Makmur dan Hari Kamis untuk kelompoktani Jaya Makmur. Adapun peserta dari setiap kelompoktani tebu sebanyak 25 orang petani tebu. Materi yang disampaikan antara lain : kebijakan pengembangan tanaman tebu di Provinsi Jawa barat, Dinamika Kelompok, Pengenalan Hama dan Penyakit Tanaman Tebu, Pembuatan Bakteri Trycoderma, Pembuatan Bokhasi dan Pestisida Nabati, Analisis Agro Eko Systim, dan Pembagian Gender dalam usahatani tebu serta cara menghitung rendemen tebu.Dalam rangka memudahkan penyampaian materi kepada anggota kelompoktani tebu, maka metoda yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok, pengamatan hama langsung, dan penyampaian hasil diskusi kelompok. Melalui metoda ini diharapkan setelah selesai mengikuti kegiatan SL para petani tebu memahami hama yang menyerang tanaman tebu dan bagaimana cara pengendaliannya. Adapun Fasilitator dalam kegiatan SL berasal dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Provinsi Jawa Barat, dan Pabrik Gula Jatitujuh.Oleh karena pembinaan terhadap petani tebu harus terus menerus dilanjutkan dan terus dikawal penyuluh, maka dalam kegiatan SL tersebut penyuluh juga penjadi peserta SL. Dengan demikian diharapkan ilmu yang didapatnya dapat terus menerus ditularkan lagi kepada petani bersama-sama ketua kelompoktani tebu. Semoga dengan adanya SL ini petani tebu semakin terampil berbudidaya tebu dan mampu memproduksi tebu dngan baik. Apabila produksi tebu baik, maka pendapatan pun akan semakin baik pula. (Edi Harnadi)