Loading...

EVALUASI KAPASITAS KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN TINGKAT KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2016

EVALUASI KAPASITAS KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN TINGKAT KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2016
Kabupaten Indramayu merupakan salah satu sentra produksi pertanian baik regional maupun nasional khususnya komoditi padi dan komoditi hortikultura. Keberhasilan Kabupaten Indramayu dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi padi tidak terlepas dari peran 243 orang Penyuluh Pertanian yang terwadahi 31 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam membimbing dan mengawal petani untuk menerapkan teknologi anjuran. Demikian pula tak kalah pentingnya peran kelembagaan penyuluhan peranian lainnya seperti 313 Posluhdes serta 1.731 kelompoktani.Dalam rangka evaluasi peningkatkan kapasitas kelembagaan penyuluhan pertanian serta meningkatkan tali silaturahmi antara Kepala BPP / Koordinator Penyuluh Pertanian Se Kabupaten Indramayu, maka pada tanggal 8 sampai dengan 10 Nopember 2016 bertempat di Hotel Vinotel Cirebon Jawa Barat diselenggarakan kegiatan Evaluasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Tingkat Kabupaten. Pada Pertemuan tersebut dihadiri 31 orang kepala BPP, Penyuluh Pertanian kabupaten, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu, Kepala Bidang Pertanian Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian (Bakorluh) Provinsi Jawa Barat dan Penyuluh Pertanian Provinsi.Pada acara pembukaan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian H. Warjo, SH. MM menyampaikan bahwa setiap program kegiatan harus sukses dan perlu didukung dari aspek penyuluhannya dengan cara program kegiatan program harus masuk dalam programa penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan dan rencana kerja penyuluh pertanian. Selain itu dalam rangka meningkatkan keragaman konsumsi, maka konsumsi non beras non terigu agar lebih ditingkatkan penyampaian informasinya. Pada kesempatan itu juga Kepala Badan mengingatkan agar penyuluh tidak galau dengan adanya Undang-undang 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah 18 Tahun 2016. Menurut konsep yang sudah diusulkan ke provinsi, penyuluh pertanian berada di Dinas Pertanian. Jadi kita sebagai PNS fungsional tetap akan memperoleh gaji dan tidak mungkin dikeluarkan dari PNSnya, cuma yang berbeda rumahnya saja. Oleh karena itu mohon kepada para penyuluh terutama Kepala BPP untuk memperlihatkan kinerja yang lebih baik lagi, harus memberikan contoh yang lebih baik. Penyuluh harus berpikir secara ilmiah dengan melihat potensi yang ada, melihat permasalahan yang ada dan harus mampu melihat solusi yang terbaik dalam memecahkan permasalahan tersebut. Kita harus berpikir secara SWOT (Strengh, Weakness, Oportunity, Threatment) dan SMART (Spesific, Measurable, Actual, Realible, Time lag).Tugas penyuluh itu antara lain bagaimana petani mampu meningkatkan produksi setiap komoditas yang diusahakannya dan bagaimana petani bisa sejahtera. Itu yang harus dipikirkan oleh para penyuluh, materi apa yang harus disampaikan, metoda apa yang mampu menggerakkan petani kearah yang lebih baik lagi pun perlu dipikirkan. Kita mengetahui problematik di lapangan banyak juga penyuluh yang bersinggungan dengan UPTD tapi kita harus kembali kepada tugas pokok kita sendiri. Jangan selalu memikirkan tugas orang lain. Oleh karena itu mari kita gunakan manajemen KOLBU, manajemen pengawasan internal dan pengawasan Allah SWT. Ada atau tidak ada kontrol dari pimpinan kita tetap harus bekerja dengan baik. Karena pada prinsipnya kita bekerja untuk masyarakat dan setiap kegiatan yang akan kita kerjakan harus diniati dengan ikhlas. Mudah-mudahan dengan keikhlasan dalam bekerja, apa yang kita kerjakan, apa yang kita lakukan mendapat nilai ibadah disisiNya. Sementara itu Kepala Bidang Pertanian Bakorluh Provinsi Jabar menyampaikan bahwa ada 3 (tiga) kelembagaan penyuluhan pertanian yaiu Balai Penyuluhan Pertanian / BP3K, Pos Pelayanan Desa dan Kelompoktani. Kelembagaan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) yang merupakan program Jawa Barat terus digulirkan, bahkan Gubernur telah megeluarkan Surat Keputusan tentang Tim Pembinaan dan Pelayanan Pos Penyuluhan Desa. Di masa yang akan datang Posluhdes akan dilengkapi dengan Teknologi Informasi (TI), sehingga pembangunan pertanian yang ada di desa akan segera dapat diketahui oleh desa lainnya se Jawa Barat bahkan nasional. Dengan TI diharapkan perdagangan hasil pertanian semakin meluas dan petani mendapat pendapatan yang tinggi. Selain itu dalam masalah kelembagaan penyuluhan, Bakorluh telah memperjuangkan sekuat tenaga namun apa daya peraturan yang ada memaksa Kelembagaan Bakorluh ditiadakan dan menjadi UPT Penyuluhan Dinas Pertanian. Hal ini bukan saja terjadi di Jawa Barat tapi di provinsi lainnya juga.Kepala Bidang Pertanian menyampaikan bahwa produktivitas komoditas di Jawa Barat secara keseluruhan lebih tinggi dari provinsi lainnya. Semua itu tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian. Pembangunan pertanian secara keseluruhan harus sukses dan untuk menuju sukses perlu dukungan dari berbagai pihak. Penyuluh Pertanian itu ibaratnya lokomotif dan gerbongnya adalah program-program pembangunan pertanian. Lokomotif akan berjalan baik bila selalu diisi dengan pendidikan dan latihan sesuai dengan program yang akan dikembangkan. Sejalan dengan itu Bakorluh tahun depan sudah merencanakan bagi para THL untuk dilatih pelatihan dasar penyuluhan dan pelatihan metodologi penyuluhan. Para THL yang sudah dilatih baru 1.304 orang, sehingga diharapkan pada Tahun 2017 nanti semua THL sudah dilatih. Demikian juga diinformasikan juga bahwa THL akan memperoleh Uang Kerja Bimbingan (UKB) selama 2 bulan (November dan Desember 2016) masing-masing sebesar Rp. 750.000,-/bulan. Untuk menunjang program pembangunan pertanian yang akan datang dengan GPPT (Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu). Petani dan Penyuluh sama-sama belajar mengembangkan komoditas sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Dari hasil evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang bersumber dari Dekon masih terjadi urutan waktu kegiatannya tidak singkron, ke depan perlu disinkronkan lagi. Kapasitas kelembagaan penyuluhan pertanian perlu ditingkatkan kembali baik peran BPP, Posluhdes maupun Kelompoktani. Dalam penyusunan programa tingkat kecamatan harus melihat sasaran program yang akan dikembangkan pada tahun depan. Dari situ BPP merencakan kegiatan, materi dan metoda yang sesuai dengan sasaran tersebut.Untuk para THL yang sudah mengikuti CAT (Computer Analysys Test) sampai saat ini hasilnya belum resmi dikeluarkan, walaupun di web BKN sudah ada hasilnya. Hal ini karena Kementan masih berdiskusi dengan Kemenkeu dan Kemenpan untuk rekrutmen CPNS. Sementara bagi THL yang berusia diatas 35 tahun, Bakorluh sudah beberapa kali mengirim surat untuk diikutsertakan CAT, namun masih terkendala dengan Peraturan Pemerintah yang belum keluar tentang P3Knya. Penyuluh Pertanian Provinsi Jabar (Odang, SP) menjelaskan bahwa sikap mental yang harus terbangun yaitu : a. Bekerja itu amanah, kita akan bekerja dengan kerinduan dan dengan tujuan agar pekerjaan kita itu menghasilkan kinerja yang optimal, b. Kebahagian melaksanakan pekerjaan, karena dengan bekerja berarti kita telah melaksanakan amanah Allah (ibadah ), c. Tumbuh kreativitas untuk mengembangkan, memperkaya, dan memperluas (job enrichment dan job enlargement), karena kita merasa tertantang (terimprovisasi dan kreatif) dan tumbuh berbagai kegiatan serta bertambahnya amanah Allah kepada kita dan d. Hadir semacam malu hati, apabila kita tidak melakukan pekerjaan amanah itu dengan baik, karena itu berarti mengkhianati amanah Allah sang maha pemberi.Etos kerja atau kinerja penyuluh paling tidak harus mengikuti etos kerja islam, dimana etos kerja islam sebagai berikut : 1. Kerja adalah Ibadah yang didasarkan kepada ketaqwaan dan nilai-nilai keimanan, 2. Umat Islam tidak boleh menjadi beban orang lain; Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah (HR. Bukhari Muslim), 3. Beriman saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi amal soleh atau kerja yang baik, 4. Bernafkahlah engkau seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya dan beribadahlah engkau seolah-olah engkau akan mati esok hari (Hadits), 5. Islam bukan agama yang berorientasi kepemilikan, tetapi amal, 6. Supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang yang kaya tapi diantara kamu (Al Hasyr (59):7. Islam menekankan pentingnya bekerja profesional, jujur dan amanah Pada kesempatan terakhirnya Penyuluh Pertanian Provinsi menekankan bahwa etos kerja penyuluh pertanian harus : a. Memiliki Keyakinan Sejati, b. Semangat yang Tinggi, c. Memiliki jiwa Kesatria/Jujur, d. Memiliki Jiwa Kerjasama dan e. Bekerja Secara Teratur.Walaupun kelembaggaan penyuluhan pertanian berubah, penyuluh pertanian harus tetap tegar dan yakin. Karena dimana pun tempatnya bekerja, kita tetap harus membimbing para petani bagaimana mereka bisa meningkatkan produksi dan bisa sejahtera. Semoga saja etos kerja yang sudah kita miliki ini sama seperti etos kerja islam seperti yang disampaikan diatas dan apa yang kita kerjakan serta lakukan dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Aminnn (Edi Harnadi)