Loading...

EVALUASI WARISAN BUDAYA DUNIA DI KABUPATEN BADUNG

EVALUASI WARISAN BUDAYA DUNIA DI KABUPATEN BADUNG
Keberadaan Subak sebagai organisasi yang mengurus sistem pengairan di Bali atau di tingkat Nasional dikenal dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Subak menjadi sangat dikenal dan telah mendunia, karena budayanya yang adi luhung dengan menjunjung konsep filosofi Tri Hita Karana dan telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia dari UNESCO. Di Kabupaten Badung, Pemerintah dalam hal ini mempunyai kewajiban untuk tetap memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya masyarakat petani yang diorganisir melalui Subak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup mereka dengan menerapkan inovasi teknologi yang telah dianjurkan. Dasar Subak adalah Tri Hita Karana yang mencakup tentang : 1. Parahyangan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dan penciptanya (Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa); 2. Pawongan yaitu hubungan yang harmonis antara sesama anggota Subak; 3. Palemahan yaitu hubungan yang harmonis antara anggota Subak dengan wilayahnya (alam semesta). Tujuan Subak adalah tercapainya kesejahteraan dan sebagai wadah dalam penerapan teknologi pertanian yang selalu berkembang dalam pelaksanaan program pemerintah dibidang pertanian. Pembinaan Subak dalam tahun 2016 telah ditetapkan tim pembina dan tim penilai lomba Subak tahun 2016 yang telah direkapitulasi oleh masing-masing anggota tim dari unsur Dinas yang terkait di Pemkab Badung, diselenggarakan pada tanggal 3 Nopember 2016 di ruang pertemuan Dispenda Kabupaten Badung dapat disimpulkan hasil penilaian adalah sebagai berikut : Untuk Subak Yeh (lahan sawah) sebagai juara I adalah Subak Sempidi (Kec.Mengwi) dengan nilai 81,24 ; sebagai juara II diraih oleh Subak Taman (Kec.Abiansemal) dengan nilai 78,99 ; juara III adalah Subak Bantan (Kec.Kuta Utara) dengan nilai 78,85 ; dan sebagai juara IV adalah Subak Amerta Sari Manik (Kec.Petang) dengan nilai 77,28. Sedangkan hasil penilaian untuk Subak Abian (lahan kering) sebagai juara I adalah Subak Sedana Winangun (Kec.Petang) dengan nilai 83,97 ; sebagai juara II diraih oleh Subak Puluk-Puluk (Kec.Kuta Selatan) dengan nilai 82,92 ; juara III adalah Subak Jemeng Sari (Kec.Mengwi) dengan nilai 80,93 ; sebagai juara IV adalah Subak Batur Sari Ayu (Kec.Abiansemal) dengan nilai 77,68. Dari hasil evaluasi tersebut diharapkan agar Subak tetap memperhatikan dan selalu meningkatkan konsep filosofi Tri Hita Karana untuk mencapai kesejahteraan anggota Subak dengan mempertahankan budaya yang sangat dikagumi oleh dunia. Simbaryadnya (PP.Madya Distanbunhut Badung).