Loading...

FARM FIELD DAY ( TEMU LAPANG PETANI) PADI ORGANIK BP4K LAMPUNG SELATAN

FARM FIELD DAY ( TEMU LAPANG PETANI) PADI ORGANIK  BP4K LAMPUNG SELATAN
Padi Organik menjadi salah satu produk unggulan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan padi organic, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Satuan Kerja Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Lampung Selatan melakukan kegiatan pendampingan padi Organik yang dipusatkan di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu kegiatan dalam program pendampingan padi Organik adalah Farm Field Day (Temu Lapang Petani) yang baru-baru ini dilaksanakan.Kegiatan Temu Lapang Petani tersebut tepatnya dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 02 Desember 2015 bertempat di kelompok tani Sri Maju II Dusun Banyuurip Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Peserta kegiatan Temu Lapang Petani terdiri dari peserta Sekolah Lapang Padi Organik, anggota kelompok tani Sri maju II Desa Kuripan, Ketua Kelompok Tani se Desa Kuripan dan sekitarnya, Pengurus Gapoktan desa Kuripan dan sekitarnya, dan Pengurus KTNA Kecamatan Penengahan, berjumlah 150 orang. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BP4K kabupaten Lampung Selatan Ir. Noviar Akmal, wakil dari Dinas terkait sector Pertanian Perikanan dan Kehutanan Lampung Selatan, antara lain Mugiono, Sp (mewakili Dinas Pertanian Tanaman Lampung Selatan), Edy SE wakil dari Badan Ketahanan Pangan, Reslan SE dari Dinas Pasar dan Perdagangan, dan Mardiono, SP dari Balai Proteksi Perlindungan Tanaman Propinsi Lampung.Rangkaian kegiatan Temu Lapang Padi Organik diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh panitia penyelenggara kegiatan yang disampaikan oleh sekretaris panita kegiaan Pendampingn Padi organic BP4K Lampung Selatan Yusak Murjoko, SP. Dalam laporanya panitia menyampaikan bahwa kegiatan Farm Field Day ini merupakan salah satu kegiatan dari beberapa kegiatan pada kegiatan pendampingan padi Organik BP4K Kabupaten Lampung Selatan. Dimana kegiatan kegiatan sebelumnya meliputi: sosialisasi Pengembangan padi organic, Sekolah Lapang (SL) Padi Organik, Demonstrasi Plot dan Demonsrtasi cara. Menurutnya kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman lebih awal tentang kegiatan yang akan dilakukan untuk menumbuhkan kesiapan para calon peserta kegiatan. Demonstrasi Plot dan Demonstrasi Cara merupakan salah satu media dan metoda pembelajaran bagi para peserta Sekolah Lapang dalam mengikuti proses pembelajaran dalam SL padi Organik. Sedangkan Temu Lapang Petani merupakan Propaganda atau ekspose kegiatan dengan sasaran pelaku utama yang lebih luas lagi. Lebih lanjut disampaikan pula bahwa salah satu kendala dalam pengembangan padi organic di Kecamatan Penengahan adalah pemasaran produk beras organic yang dihasilkan. Sampai saat ini belum ada pihak yang bersedia menampung beras organic hasil panen meraka yang sesuai dengan harga beras organic.Kepala BP4K Lampung Selatan dalam arahannya memberikan motivasi kepada para petani agar lebih memacu dalam berbudi daya Padi Organik demi kualitas hidup yang lebih sehat. Menurutnya petani harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas agar memiliki daya saing pasar, karena tidak lama lagi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) akan tiba, bila produk - produk dari petani kita kualitas nya rendah akan kalah bersaing di pasaran. Lebih lanjut Noviar Akmal mengatakan bahwa pada kegiatan padi organic yang dilakukan di kelompok ini belum bisa menghasilkan beras organic, karena baru 1 musim tanam ini petani menanam padi secara Organik, beras yang dihasilkan baru merupakan beras sehat. Karena untuk bisa menghasilkan beras yang benar-benar organic harus tanam secara organic minimal 4 - 6 musim berturut-turut pada lahan yang sama. Karenanya Ka BP4K mengarapkan agar petani tidak berhenti sampai disini dalam menanam padi secara organic, harus terus dilanjutkan agar nantinya kelompok tani Sri Maju II ini benar-benar bisa menghasilkan beras yang benar-benar organic. Dengan demikian kita bisa menjamin akan produk yang dihasilkan itu benar-benar organic yang berkualitas.Pada kegiatan temu lapang ini, juga dilakukan kegiatan Ubinan panen perdana padi Organik dari areal Demplot padi Organik. Adapaun kegiatan Demplot padi organic itu sendiri dilaksanakan di lahan usahatani kelompoktai Sri Maju dusun Banyu Urip, Desa Kuripan Kecamatan Penengahan. Petani pelakasan Demplot adalah Jamhuri selaku ketua kelompok tani Sri maju II, dengan luas areal Demplot 1 ha. Dari hasil ubinan yang dilakukan diperoleh hasil rata-rata dalam 1 hektar sebanyak 7,3 ton GKP. Menurut Jamhuri (pelaksana Demplot) produksi ini masih sangat menggembirakan, karena tidak mengalami penurunan yang berarti jika dibanding dengan budidaya padi secara an organic, sehingga ia optimis padi organic ini akan berkembang yang penting ada jaminan pasarnya, tukas Jamhuri.Jenis padi yang ditanam dalam kegiatan Demplot padi organic ini adalah Varietas Pandan wangi, dan Sri wangi. Dipilihnya varietas tersebut dalam budidaya organic adalah karena varietas tersebut tidak rakus dengan unsure hara ( pemupukan). Rangkaian kegiatan selanjutnya dalam kegiatan Temu lapang Petani adalah ungkapan pengalaman dari peserta Sekolah Lapang yang diwakili oleh Mulyono, ia menceritakan pengalamannya dalam berbudidaya organic yang telah ia lakukan selama ini, menurut Mulyono di alam sekitar kita banyak bahan yang bisa digunakan sebagai sarana produksi dalam bertanam padi seperti, pupuk dan pestisida, ia sudah mempraktikan semua yang ia pelajari dalam kegiatan SL seperti membuat Kompos, Mikro organism local (MOL), Pupuk Organik Cair (POC), Zat perangsang Tumbuh (ZPT), Pestisida Nabati (Pesnab) dan agen hayati. Dari semua yang ia praktikan dapat diterapkan dalam berbudidaya padi organic di lahan usahatani miliknya.Dalam kegiatan diskusi yang dipimpin oleh Kepala BP4K Lampung Selatan terungkap keinginan dari peserta kegiatan Temu Lapang, bahwasanya petani sangat berminat dalam berbudidaya padi Organik dengan catatan ada jaminan pasar beras organic yang dihasilkan petani. Ketua KTNA kecamatan Penengahan Widodo mengsulkan dalam rangka membantu pasar beras organic dapat kiranya pemerintah daerah menginstrukan pegawai di lingkungan Pemda Lampung Selatan mengkonsumsi beras Organik yang dihasilkan oleh para petani khususnya dari Kecamatan Penengahan, demikian harapan ketua KTNA kecamatan Penengahan. Ini menjadi PR bersama dalam meningkatkan pengembangan padi organic di Kabupaten Lampung Selatan, kiranya pihak terkait dengan hal tersebut dapat mengambil langkah-langkat kongkrit yang dapat dijadikan solusi permasalahan yang dihadapi petani.Mari BERORGANIK demi kualitas hidup yang lebih sehat. Penulis : Yusak murjoko, SP (KJF BP4K Lampung Selatan)