Kegiatan Farmer's Field Day / FFD atau hari temu lapangan petani sebagai salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antara para petani, peneliti dan penyuluh untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan umpan balik dari petani. Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada saat panen dan atau setiap tahapan proses budidaya untuk menyampaikan pesan terkait dengan teknologi yang diterapkan, khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dan produkfitas 7 komoditas pangan strategis ( padi, jagung, kedele, aneka cabe, bawang merah dan daging sapi ). Kegiatan Farmer's Feld Day / FFD di BP3K Sorong Timur Kota Sorong dibiayai melalui kegiatan Program Peningkatan Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian c.q. Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian. Kegiatan FFD dilaksanakan pada hari Rabu, 30 November 2016 bertempat di lokasi Demplot Pengendalian Hama Kutu daun pada tanaman Cabai Merah milik Penyuluh Swadaya bapak mulyoto kelompok tani Mangi - Mangi bersatu. Kegiatan tersebut dihadiri; Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bidang Pertanian, Mantri tani, Penyuluh Pertanian se Kota Sorong, dan pelaku utama berjumlah 30 Orang berasal dari 5 Distrik. Kepala Dinas Pertanian Bapak Parjo, S,Sos, MM, dalam sambutanya menyampaikan kepada penyuluh, kepala bidang, kepala seksi, peserta / petani dan bapak mulyoto sebagai praktisi, dapat saling tukar – menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan pada budidaya cabe merah mulai dari; persiapan pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, pengairan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen. Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong mengharapkan dari hasil kegiatan Farmer's Field Day/ FFD atau hari temu lapangan petani dapat menerapkan teknologi pertanian guna peningkatan Produksi dan produktifitas pangan. Acara kegiatan Farmer's Field Day/ FFD diawali sambutan Kepala Dinas, kemudian dilanjutkan diskusidan tanya jawab penerapan teknologi budidaya cabe merah untuk mendapatkan umpan balik dan pemecahan masalah dilapangan dan di akhiri demontrasi cara pemanenan Cabe merah. Kepala BP3K Sorong Timur Kota Sorong Bapak Amrin Asir, SP, MMA pada kesempatan tersebut menyampaikan kendala – kendala yang sering dialami oleh para petani cabe di wilayahnya yaitu; Faktor Iklim yang tidak menentu, Serangan hama kutu daun, serangan Lalat buah, busuk buah antraknos dan virus kuning Gemini. Pada kesempatan tersebut Kepala BP3K Sorong dengan penerapan teknologi Praktek Budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices ( GAP ) pada tanaman Cabe dapat mencegah serangan hama dan penyakit sehingga dapat meningkatkan Produksi, mutu dan kwalitas. Penulis; Samani, SP ( kasie. SDM. Penyuluhan ) dan Sahbudin,S.ST ( Kasie. Program )Petugas admin SMIPP/new cyber extension BP3K Sorong Timur ( Id Adhari Andrik )